Suarapesantren.com – Semangat persaudaraan dan kebanggaan sebagai santri mewarnai Kirab Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang digelar Pemerintah Kota Depok bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, Rabu, 21 Oktober 2026. Ribuan peserta dari berbagai pondok pesantren dan organisasi Islam memadati kegiatan tersebut untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyambut peringatan Hari Santri Nasional.
Pesantren Madinatul Qur’an (MQ) Depok turut mengambil bagian dengan mengirimkan kontingen yang terdiri atas 23 santri kelas X dan XII SMA TQT MQ serta 20 mahasantri Ma’had MQ. Bagi para peserta, kirab ini bukan sekadar pawai, melainkan kesempatan untuk memperluas persaudaraan dan menunjukkan semangat kebersamaan sebagai bagian dari keluarga besar pesantren.
Kegiatan tersebut diikuti sedikitnya 2.000 peserta dari sekitar 60 pondok pesantren. Mereka menempuh rute sekitar 1,3 kilometer, dimulai dari Gedung Pramuka dan berakhir di Alun-Alun Grand Depok City (GDC).
Hadir dalam kegiatan itu Wali Kota Depok Supian Suri, jajaran Kemenag Kota Depok, pimpinan pondok pesantren, organisasi Islam, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenag.
Kontingen MQ Berada di Barisan Terdepan
Salah satu pengalaman yang membekas bagi kontingen MQ Depok adalah kesempatan berada di barisan terdepan di antara rombongan pesantren lainnya. Iringan hadroh yang mengalun sepanjang perjalanan turut menambah semarak suasana kirab.
Muhammad Hanif, santri kelas XI MQ yang mengikuti kegiatan tersebut, mengungkapkan kegembiraannya. Baginya, pengalaman ini menghadirkan kebanggaan tersendiri sekaligus kesempatan untuk merasakan semangat kebersamaan dalam lingkup yang lebih luas.
“Kontingen MQ Depok Ditempatkan di barisan paling depan dari 60 ponpes dengan hadroh sepanjang perjalanan, seolah kita sebagai pemimpinnya,” ujar Hanif dengan senang dan bangga.
Berada di tengah ribuan peserta dari berbagai pesantren memberikan pengalaman sosial yang berharga bagi para santri. Mereka dapat berinteraksi dengan peserta lain, mengenal keberagaman kegiatan pesantren, serta menyaksikan ekspresi seni Islami yang ditampilkan selama kirab.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas. Para santri tidak hanya belajar melalui kegiatan akademik dan keagamaan, tetapi juga melalui interaksi langsung yang menumbuhkan rasa percaya diri, solidaritas, dan penghargaan terhadap sesama.
Menambah Wawasan dan Memperluas Persaudaraan
Penanggung Jawab (PJ) Kontingen MQ, Ustaz Ilham Abdul Fattah, mengatakan para santri terlihat senang dan bersemangat mengikuti rangkaian acara. Selain menikmati kemeriahan kirab, mereka juga berkesempatan berkenalan dengan santri dari pondok pesantren lain.
Menurutnya, kegiatan ini memberikan manfaat lebih dari sekadar mengikuti pawai. Para peserta memperoleh pengalaman sosial, wawasan baru, serta pesan tentang pendidikan dan pembentukan karakter yang disampaikan oleh Wali Kota Depok dan pejabat Kemenag.
“Bapak Wali Kota berpesan agar para santri terus bersungguh-sungguh menempuh pendidikan, serta menghindari perundungan dan menjadi generasi penerus bangsa dengan terus bersemangat dalam belajar,” ungkap Ustaz Ilham.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menjadi santri bukan hanya tentang memperdalam ilmu agama. Santri juga perlu membangun karakter yang baik, menghormati sesama, menjauhi perundungan, dan mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Kirab Jadi Sarana Menanamkan Nilai Persatuan
Direktur Pesantren MQ Depok, Ustaz Ayat Bahrul, M.Pd., menjelaskan bahwa keikutsertaan santri dalam Kirab Hari Santri Nasional merupakan bagian dari pendidikan karakter di luar kegiatan belajar formal.
Melalui kegiatan bersama seperti ini, para santri diajak memahami pentingnya persaudaraan, kebersamaan, dan persatuan. Mereka juga didorong untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sosial serta menjalin hubungan baik dengan santri dari berbagai latar belakang pesantren.
“Dengan diikutkannya para santri MQ mengikuti acara kirab HSN tersebut, kami ingin mengajarkan pentingnya persaudaraan dan kebersamaan, sehingga tertanam rasa persatuan dan cinta di antara santri,” tutur Ustaz Ayat.
Ia menambahkan, partisipasi tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Pesantren Madinatul Qur’an untuk menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu lembaga pendidikan pesantren di Kota Depok.
“Selain itu, untuk menunjukkan eksistensi kita sebagai lembaga yang besar di Kota Depok. Juga dengan harapan agar para santri lebih peduli dengan sekitar dan tertanam nilai-nilai persaudaraan yang kuat,” lanjutnya.
Melalui pengalaman ini, nilai-nilai yang dipelajari santri di lingkungan pesantren diharapkan semakin melekat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Persaudaraan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui sikap saling menghormati, kepedulian, dan kemauan untuk bekerja sama.
Hadroh, Marawis, Salawat, hingga Drum Band Semarakkan Kirab
Kepala Kantor Kemenag Kota Depok, Dede Supriatna, mengatakan kirab digelar untuk membangkitkan semangat para santri dan pondok pesantren dalam menyambut Hari Santri Nasional. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarpesantren.
“Alhamdulillah pelaksanaannya berjalan lancar dan dihadiri Pak Wali Kota Depok. Ada sekitar 2.000 santri dan pimpinan pondok pesantren yang mengikuti kirab,” ujar Dede kepada media.
Kemeriahan semakin terasa dengan beragam penampilan seni Islami yang mengiringi perjalanan peserta. Hadroh, marawis, lantunan salawat, hingga atraksi drum band menjadi bagian dari ekspresi kreativitas para santri dalam menyambut momentum penting bagi dunia pesantren.
“Memang di samping untuk merekatkan kebersamaan dan silaturahmi antarpondok pesantren, juga mereka menampilkan kreasi seni. Ada yang hadroh, marawis, salawat, ada drum band juga tadi, dan alhamdulillah semarak,” kata Dede.
Selain melibatkan pondok pesantren, kegiatan ini juga diikuti sejumlah organisasi Islam, termasuk Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT). Kemenag Kota Depok turut mengerahkan ASN, penghulu, penyuluh agama, serta para kepala Kantor Urusan Agama (KUA).
Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa Hari Santri menjadi momentum bersama untuk memperkuat hubungan antarlembaga keagamaan dan masyarakat.
Hari Santri sebagai Momentum Memperkuat Ukhuwah
Bagi Pesantren Madinatul Qur’an Depok, keikutsertaan dalam Kirab Hari Santri Nasional 2026 menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai persaudaraan, kepedulian, dan kebersamaan kepada para santri.
Di tengah pertemuan dengan ribuan peserta dari berbagai pesantren, para santri belajar bahwa identitas sebagai santri tidak hanya dibentuk melalui pembelajaran di kelas dan halaqah Al-Qur’an. Interaksi sosial, pengalaman bersama, serta keterlibatan dalam kegiatan masyarakat juga menjadi ruang penting untuk membangun karakter.
Kirab ini sekaligus menegaskan peran pesantren dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu menjaga persatuan bangsa. Semangat tersebut diharapkan terus dibawa para santri setelah kegiatan berakhir.
Dari barisan kirab hingga kehidupan bermasyarakat, nilai Hari Santri diharapkan tumbuh dalam tindakan nyata: mencintai ilmu, menjaga persaudaraan, menjauhi perundungan, dan hadir membawa manfaat bagi umat serta bangsa.

