PESANTREN | Banyuwangi. Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Banyuwangi, Jawa Timur menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 dengan mensyaratkan tes rapid dan surat kesehatan saat kembali. Meskipun demikian, ada empat santri yang terkonfirmasi positif pada setelah dilakukan tes swab pada Selasa (18/8) lalu.
“Kita di pondok pesantren tidak ingin menutupi kondisi apa pun. Namun juga ini sebagai bentuk antisipasi kita tidak adanya hoaks yang beredar di masyarakat. Memang ada empat santri kami yang saat ini sedang diisolasi di Rumah Sakit Genteng,” terang Hj Nihayatul Wafiroh, Juru Bicara Pesantren Darussalam, saat konferensi pers pada Jumat (21/8) sore.
Ia menjelaskan bahwa pada mulanya ada beberapa santri mengeluh sakit. Di antara mereka ada yang pulang pada Jumat (14/8). Setelah dilakukan tes rapid, mereka dinyatakan reaktif. Setelah itu, pesantren dengan inisiatif sendiri langsung melakukan tes rapid masal kepada 502 santri putra dan putri pada Ahad (16/8).
“Kita melakukan rapid tes ini ada dua kelompok, kelompok yang berhubungan langsung dengan santri yang pulang reaktif, dan lainnya santri kondisi sedang sakit,” kata perempuan yang juga Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) itu.
Hasil tes tersebut menunjukkan 92 santri putri dinyatakan reaktif. Saat itu juga, Pesantren Darussalam langsung melakukan isolasi terhadap 92 santri tersebut. Menurutnya, mereka dalam kondisi sehat tetapi reaktif. Sementara santri yang hasil rapidnya negatif dipisahkan. Kemudian, lanjutnya, mereka yang reaktif tersebut dilakukan tes swab pada tanggal Selasa (18/8) pagi di dua rumah sakit, yakni RSUD Blambangan dan RSUD Genteng.
Dari situlah, diketahui ada empat santri yang terkonfirmasi positif. Ninik, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa Covid-19 bukanlah aib sehingga pesantren tidak berupaya menutup informasi ini. “Covid ini bukan aib, bisa menyerang siapa saja. Yang jelas, Covid ini bisa disembuhkan,” tegasnya.
Pihak rumah sakit mengonfirmasi bahwa kondisi para santri tersebut membaik. Bahkan pada Sabtu (22/8) esok, mereka sudah boleh dipulangkan ke pesantren untuk menjalankan isolasi mandiri.

