Suarapesantren.com – Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mendorong TNI turun tangan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih. Melalui Program Bhakti TNI 2026, Kodim 0829 Bangkalan membangun sumur bor di Pondok Pesantren Nurul Huda Al-Aziziyah, Desa Tlomar, Kecamatan Tanah Merah, sebagai upaya mengatasi dampak kekeringan yang dirasakan para santri dan warga sekitar.
Pembangunan fasilitas tersebut menjadi langkah nyata TNI dalam menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh sumber air selama musim kemarau.
Sumur Bor Dilengkapi Instalasi Air Siap Digunakan
Komandan Kodim 0829 Bangkalan, Letkol Infanteri Heru Dwi Santoso, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan, sekaligus bagian dari komitmen meningkatkan kesejahteraan warga melalui program yang memberikan manfaat langsung.
“Bantuan sumur bor ini juga sebagai bentuk kontribusi TNI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan yang berdampak langsung, sekaligus sebagai bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan dasar masyarakat,” katanya. dilansir dari jatim.antaranews.com
Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa pengeboran sumur. Kodim 0829 Bangkalan juga memasang seluruh fasilitas pendukung, mulai dari jaringan paralon hingga pompa air, sehingga sumur dapat langsung dimanfaatkan oleh pondok pesantren maupun masyarakat sekitar.
Dengan tersedianya sarana air bersih tersebut, kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari di lingkungan pesantren diharapkan dapat terpenuhi, sekaligus mendukung peningkatan kesehatan dan kualitas hidup warga.
Bagian dari Program Bhakti TNI 2026
Menurut Heru Dwi Santoso, pembangunan sumur bor di wilayah terdampak kekeringan merupakan salah satu program prioritas dalam Bhakti TNI 2026.
“Salah satunya kan sumur bor untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih,” katanya.
Program ini difokuskan pada daerah-daerah yang mengalami krisis air bersih agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan dasar, terutama selama musim kemarau berlangsung.
Ribuan Kepala Keluarga Terdampak Kekeringan
Desa Tlomar, Kecamatan Tanah Merah, menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak kekeringan di Kabupaten Bangkalan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, desa tersebut termasuk dalam 27 desa yang mengalami kekurangan air bersih pada musim kemarau 2026.
Secara keseluruhan, sebanyak 27 desa terdampak kekeringan dengan jumlah warga mencapai 15.789 Kepala Keluarga (KK).
Melalui pembangunan sumur bor di Pondok Pesantren Nurul Huda Al-Aziziyah, TNI berharap kebutuhan air bersih bagi para santri dan masyarakat sekitar dapat terpenuhi. Kehadiran fasilitas tersebut juga menjadi bukti sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menghadapi tantangan musim kemarau, sekaligus memperkuat upaya meningkatkan kesejahteraan warga melalui penyediaan infrastruktur dasar yang berkelanjutan.

