Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: KH. Muhammad Yusuf Hasyim, Jenderal Sejati dari Pesantren
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > JEJAK ULAMA > KH. Muhammad Yusuf Hasyim, Jenderal Sejati dari Pesantren
JEJAK ULAMA

KH. Muhammad Yusuf Hasyim, Jenderal Sejati dari Pesantren

Suara Pesantren
Suara Pesantren Published 02/08/2020 6 Min Read
Share

PESANTREN | Jakarta–Tidak seperti anak kiai kebanyakan yang selalu diawali dengan gus atau juga kiai. Beliau lebih akrab dipanggil Pak Ud, yang mengesankan sebagai tokoh apa adanya. Namun kiprahnya sangat luar biasa.

- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

KH Muhammad Yusuf Hasyim memang berdarah kiai yang lahir ketika para santri tengah syahdu melantunkan ayat-ayat suci al-Qur’an di Pesantren Tebuireng Jombang. Putra bungsu Kiai M Hasyim Asy’ari – dari tujuh bersaudara ini, tepatnya dilahirkan pada tanggal 3 Agustus 1929 saat suara adzan dikumandangkan.

Masa kecilnya lebih dihabiskan untuk memperdalam ilmu keagamaan. Di samping belajar langsung pada ayahandanya, sejak umur 12 tahun sudah melancong ke Pesantren al-Qur’an Sedayu – Gresik yang diasuh Kiai Munawar. Lantas pergi ke Yogyakarta untuk nyantri ke Pondok Pesantren Krapyak di bawah asuhan Kiai Ali Ma’sum. Ia juga pernah belajar di Pondok Modern Gontor Ponorogo.

Tentara Tulen

Ketika usianya genap 16 tahun, bergabung ke Laskar Hizbullah Jawa Timur. Itu terjadi pada awal tahun 1945. Maklum karena pada waktu itu perang telah berkecamuk di mana-mana. Saat Resolusi Jihad dikeluarkan para ulama tanggal 22 Oktober 1945 – yang turut mendorong meletusnya peristiwa 10 Nopember 1945 di Surabaya, Yusuf Hasyim terpilih sebagai Komandan Kompi Laskar Hizbullah Jombang. Itu pula yang membuat tentara Belanda merangsek ke Jombang dan meluluh-lantakkan kota santri.

Keadaan waktu itu betul-betul meradang. Pasukan Belanda kemudian bergerak ke arah selatan, untuk mengejar Laskar Hizbullah pimpinan Yusuf Hasyim. Dada kirinya tertembak dalam kontak senjata di Desa Nglaban, Cukir. Untungnya, peluru-peluru itu tidak sampai menembus dadanya. Hanya baju seragam militernya yang terkoyak. Namun demikian, desing peluru itu sempat membuatnya pingsan selama berjam-jam.

Ketika Laskar Hisbullah dilebur ke dalam Tentara Nasional Indonesia pada tahun 1947, Pak Ud – demikian panggilan karib Yusuf Hasyim – masuk menjadi tentara aktif dan mendapat pangkat letnan satu hingga pensiun. Dalam peristiwa Madiun 1948, Pak Ud menjadi salah satu komandan tempur yang berada di garis depan. Pak Ud bersama pasukannya berhasil menyelamatkan beberapa tokoh penting yang diculik PKI; seperti Kapten Hambali, KH Ahmad Sahal dan Pengasuh Pondok Modern Gontor Ponorogo, KH Imam Zarkasyi.

Pasca peristiwa berdarah G 30 S PKI, Pak Ud masih terus berjuang. Di samping pernah menjadi Ketua Wilayah Ikatan Bekas Pejuang Islam Indonesia Jawa Timur, juga bergabung dengan Gerakan Pemuda (GP) Ansor – sebagai Ketua I Pengurus Besar GP Ansor.  Dirinya juga memulai karirnya di kancah politik praktis. Perjalanan karir sebagai politikus dimulai ketika menjadi wakil Sekretaris Jenderal di Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Berbagai Kiprah

Di tahun 1967 itu, Pak Ud menjadi wakil rakyat ketika ada penyegaran keanggotaan DPRGR (Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong). Kebijakan merombak keanggotaan DPRGR ini menyusul terbitnya instruksi Jenderal Soeharto, yang mengemban Supersemar untuk membersihkan parlemen dari anggota yang berasal dari PKI dan simpatisan Orde Lama. Memasuki gerbang DPR, Pak Ud segera terlibat dalam berbagai proses politik yang sangat dinamis di hari-hari menjelang berakhirnya kekuasaan Orde Lama. Karir di DPR terus bertahan hingga tahun 1980-an.

Sebagai salah seorang Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pak Ud turut berperan ketika NU memutuskan serangkaian kebijakan bersejarah tahun 1984; seperti kembalinya ke Khittah NU 1926. Ketika ada perselisihan pendapat tentang posisi NU dalam percaturan politik di Indonesia, KH Yusuf Hasyim-lah yang mengusulkan agar pengertian khittah perlu ditafsir ulang. Terutama pasca kejatuhan Presiden Soeharto tahun 1998.

Dan tepat pada 30 Desember 2006, Pak Ud terjatuh di kamar rumahnya di Desa Cukir. Setelah itu mengeluh sakit pinggang. Karena kondisinya semakin memburuk, keesokan harinya dibawa ke RSUD Jombang dan dirawat selama tiga hari. Lalu pada tanggal 2 Januari Pak Ud dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Setelah dirawat selama 12 hari di sana, pada Ahad, 14 Januari 2007 Pak Ud berpulang ke rahmatullah. Jenazah Pak Ud kemudian dibawa dan dikebumikan di komplek pemakaman keluarga Pesantren Tebuireng.  Sekitar pukul 10.30 WIB, rentetan tembakan salvo mengiringi pemakaman jenazah Pak Ud ke liang lahat. Cucuran air mata dari ribuan penziarah mengiringi jenazahnya yang dimakamkan secara militer. Pak Ud sebenarnya sangat layak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP). Namun keluarga besar Hadratussyekh KH M Hasyim Asy`ari meminta Pak Ud dikebumikan di makam keluarga besar Tebuireng.

Untuk mengenang jasa-jasa perjuangannya, markas besar Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Jakarta menetapkan Pak Ud sebagai pahlawan nasional. Penganugerahan itu dilakukan pada pertengahan Maret 2007, diwujudkan dengan upacara pemberian tonggak bambu runcing di atas pusara Pak Ud – yang berada di belakang komplek Pesantren Tebuireng.

Pemancangan miniatur bambu runcing dengan bendera kecil merah-putih di ujungnya, merupakan simbol bahwa Pak Ud adalah pahlawan nasional yang dimakamkan di luar TMP. Pak Ud menyandang banyak bintang penghargaan, antara lain; Bintang Gerilya, Satya Lencana Kesetiaan, Satya Lencana Madya, dan sejumlah bintang penghargaan lain. Karenya sangat tepaty kalau dikatakan bahwa Pak Ud adalah jenderal sejati.

Sumber: jatim.nu.or.id

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

KH. Mahrus Ali, Ulama yang Terus Memikirkan Pesantren, NU dan Indonesia

Inilah Nasihat yang Menginspirasi dari Buya Hamka

Almarhum Anton Medan Dimakamkan di Area Pesantren At Taibin

Abdullah Faqih bin Umar, Ulama Pejuang dari Banyuwangi

Pengasuh Pesantren Tremas KH Hamid Dimyati Diusulkan jadi Pahlawan Nasional

TAGGED:tebuorengtokoh nuyusuf hasyim
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

KH yusuf muhammad (gus yus)
JEJAK ULAMA

KH. Yusuf Muhammad, Ulama Cendekia dan Politisi Andal

20/05/2023
JEJAK ULAMA

Kiprah Perjuangan KH. M. Tidjani Djauhari MA untuk Muslim Dunia

08/03/2021
sunan bonang
JEJAK ULAMA

Pesantren di Pinggir Hutan, Warisan Sunan Bonang yang Tinggal Reruntuhan

11/07/2023
JEJAK ULAMA

10 Nasehat KH. Hasyim Asyari Bagi Penuntut Ilmu

13/06/2023
JEJAK ULAMA

KH. Dr. Abdullah Syukri Zarkasyi, MA Berjuang Hidupkan Gontor untuk Umat

21/10/2020
JEJAK ULAMA

KH. MA. Sahal Mahfudz, Usia 24 Tahun Mengarang Kitab Ushul Fiqih 600 Halaman

21/07/2020
kiai idris jauhari
JEJAK ULAMA

Mengenang Perjuangan KH. Muhammad Idris Jauhari, Sang Mujahid Pendidikan Islam dari Madura

28/06/2024
KH Wahid Hasyim
JEJAK ULAMA

KH Abdul Wahid Hasyim, Ulama yang Jadi Menteri Agama di Tiga Kabinet

02/08/2023
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?