Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: Mbah Ma’shum, Kiai Kharismatik asal Lasem Rembang
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > JEJAK ULAMA > Mbah Ma’shum, Kiai Kharismatik asal Lasem Rembang
JEJAK ULAMA

Mbah Ma’shum, Kiai Kharismatik asal Lasem Rembang

Suara Pesantren
Suara Pesantren Published 03/07/2020 6 Min Read
Share

PESANTREN | Muhammadun, demikian nama aslinya. Ia adalah putra ketiga dari tiga bersaudara pasangan Kyai Ahmad dan Nyai Qosimah. Dari jalur ayahnya, ia masih punya hubungan darah dengan Sultan Minangkabau, dan silsilahnya bersambung hingga ke Rasulullah.

- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

Muhammadun lahir di desa Soditan Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang Jawa Tengah pada tahun 1870 M/ 1290H.  Setelah menunaikan ibadah haji, namanya diganti menjadi Ahmad Ma’shum yang sudah terkenal dengan nama Mbah Ma’shum.

Dalam buku yang ditulis M. Luthfi Thomafi, berjudul Mbah Ma’shum Lasem The Authorized Biography of KH. Ma’shum Ahmad. Pustaka Pesantren.Yogyakarta:2007, Mbah Ma’shum menikah dengan Nyai Nuriyah. Putra pertama Mbah Ma’shum adalah Kyai Ali Ma’shum, yang kelak menjadi pemimpin Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta, dan menjadi salah satu tokoh NU yang terkenal di tingkat nasional.

Sejak kecil hingga menginjak dewasa, Mbah Ma’shum menimba banyak pengetahuan dari berbagai kyai baik di Lasem maupun di luar Lasem. Beberapa kyai yang didatangi oleh Mbah Ma’shum untuk menimba ilmu antara lain Kyai Nawani dari Sinanggul Mlonggo Jepara, Kyai Abdullah dari Kajen, Kyai Abdussalam dari Kajen, Kyai Siroj dari Kajen, Kyai Umar bin Harun dari Sarang Rembang, Kyai Ma’shum dari Damaran Kudus, Kyai Syarofuddin dari Kudus, Kyai Ridwan dari Semarang, Kyai Idris dari Jamsaren Solo, Kyai Dimyati at Turmusi dari Termas, Kyai Hasyim Asy’ari dari Tebu Ireng, Kyai Kholil Abdul Latif dari Bangkalan, Kyai Mahfudz at Turmusi dari Makkah dan masih banyak lagi kyai yang di datangi oleh Mbah Ma’shum.

Setelah sekian lama melakukan pencarian ilmu di berbagai daerah, Mbah Ma’shum mengikuti profesi orangtuanya sebagai pedagang. Perdagangannya tidak hanya di pasar Lasem, melainkan hingga ke pasar Ploso Jombang. Dagangannya saat itu adalah baju grito (baju untuk bayi). Baju tersebut dibuat oleh Mbah Nuri lalu di jual Mbah Ma’shum. Tetapi kebiasaan mereka ini tidak berlangsung lama karena mbah Nuriyyah menginginkan Mbah Ma’shum untuk menjadi Kyai.

Di pasar Ploso ia berdagang sambil mengajar ilmu pengetahuan agama kepada orang-orang yang di sekitarnya. Hal ini tak lepas dari kenyataan jaman dulu bahwa orang-orang mengaji bisa dimana saja. Selain di pasar juga mengajar di masjid dekat pasar Ploso.

Ia juga sering berkunjung ke Tebu Ireng untuk mengaji kepada KH. Hasyim Asy’ari, walaupun usianya lebih tua dari KH. Hasyim Asy’ari. Hal inilah sebagai bukti keteladanan Mbah Ma’shum dalam mencari ilmu, karena ia tetap menuntut ilmu kepada siapa saja sekalipun sudah menjadi kyai dan orang yang didatanginya lebih muda darinya.

Mbah Ma’shum bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad, dan mendapat nasihat supaya meninggalkan perdagangan serta berganti mengajar. Mimpinya bertemu nabi itu terjadi selama beberapa kali. Akhirnya Mbah ma’shum melaksakan apa yang dianjurkan Nabi Muhammad lewat mimpi

Bangunan pertama pondok yang di dirikan oleh Mbah Ma’shum adalah semacam musholla yang di gunakan untuk shalat berjama’ah dan pengajian para santri. Kemudian berkembang membangun asrama sederhana di sekitar rumah untuk tempat tinggal para santri.

Nama yang di berikan Mbah Ma’shum untuk pondok tersebut adalalah Al-Hidayat. Awal mula santri berjumlah 26 orang. Ia juga memberi makan santrinya satu kali sehari. Hal ini terjadi saat awal pengajaran Mbah Ma’shum atau pertengahan perkembangan pesantren yaitu sekitar tahun 1917.

Pondok yang di dirikan Mbah Ma’shum ini sempat vakum pada tahun 1941 M selama 3,5 tahun, karena adanya serangan dari Jepang di daerah Rembang. Pondok Al Hidayat juga menjadi serangan Jepang karena terdapat Laskar Hizbullah Lasem yang bermarkas di pondok tersebut. Oleh karena itu para santri di pulangkan ke tempatnya masing-masing, padahal pada waktu itu santrinya mencapai ratusan.

Tidak hanya jepang yang menyerang Rembang, tetapi Belanda juga turut menyerangnya pada tahun 1949. Mbah Ma’shum dan keluarganya mengungsi di suatu tempat yang jauh dari kota, karena ia dikejar oleh Belanda dan  termasuk tokoh yang berpengaruh bagi masyarakat.

Mbah Ma’shum merupakan kyai Nahdlatul Ulama (NU) yang gigih berjuang mendukung membesarkan NU bersama kyai-kyai lainnya. Para tokoh pendiri NU meminta pemikiran-pemikiran Mbah Ma’shum tentang NU. Dalam muktamar NU, ia selalu ikut serta, dari pendirian kali pertama hingga muktamar NU yang ke XXV di Surabaya. Selain itu, juga termasuk anggota Konstituante Kabinet Sastro Amijoyo tahun1955. Hal ini sebagai bukti kepeduliannya terhadap urusan kenegaraan.

Serangan PKI juga di rasakan oleh Mbah Ma’shum. Rembang adalah termasuk kota sasaran para PKI, karena penduduknya yang sangat kuat keislamannya dan banyak para kyai yang mampu mempengaruhi masyarakat dalam memeluk agama Islam. Waktu itu Mbah Ma’shum salah satu kiai yang diserang oleh PKI. Akibatnya, ia melakukan perjalanan di beberapa tempat di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hal itu untuk menghindar dari incaran PKI serta konsolidasi umat islam dalam rangka mensikapi permasalahan social dan politik.

Kesehatan Mbah Ma’shum turun drastis sejak tanggal 14 Robi’ul Awal 1392 atau 28 April 1972. Hingga pada akhirnya ia masuk rumah sakit dr. Karyadi Semarang pada tanggal 17 September 1972 selama 10 hari. Tanggal 12 Ramadhan 1932 atau 20 Oktober 1972 Mbah Ma’shum menyempatkan untuk shalat Jum’at di masjid Jami’ Lasem. Hari itu juga ia meninggal dunia pada pukul 2 siang. [fath]

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

Cholil Nafis, Kiai Muda jadi Ketua Komisi Dakwah MUI

Pemprov Jatim Apresiasi Inisiatif DPRD Susun Perda tentang Pesantren

Pesantren Harus Melek Teknologi

Wapres Dorong Pesantren Berinovasi Manfaatkan Teknologi Digital

Bank Indonesia Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren

TAGGED:lasemmbah ma'soempesantrenpondok
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

NASIONAL

Gubernur Anies Serahkan IMB Pesantren Milik Ketum PBNU

02/04/2021
NASIONAL

Pansus Percepat Penyelesaian Perda Pesantren di DPRD Jatim

24/03/2021
NASIONAL

Forum Pondok Pesantren Terima Bantuan APD dari Bupati Kuningan

30/07/2020
NASIONAL

Madrasah Mulai Belajar 13 Juli, Teknisnya Ikuti Kebijakan Pemda

13/07/2020
NASIONAL

Target OJK, 100 Bank Wakaf Mikro Berdiri di Pesantren Tahun 2022

27/03/2022
menteri koordinator bidang pangan
NASIONAL

Zulkifli Hasan Dorong Perluasan MBG di Lingkungan Pesantren Jombang

01/05/2026
NASIONAL

Munas-Konbes NU 2023 akan Putuskan Sejumlah Rekomendasi, Berikut Rumusannya

16/09/2023
aypi menggelar seminar pendidikan islam
NASIONAL

Menuju Pendidikan Islam Berkelas Dunia, AYPI Gelar Seminar Nasional

13/08/2024
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?