Suarapesantren.com – Sebanyak 175 lulusan SMA dan MA Unggulan Bertaraf Internasional serta SMK Unggulan Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA), Cirebon, Jawa Barat, resmi dilepas untuk melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri. Pelepasan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Dalam kesempatan itu, Cak Imin memberikan pesan khusus kepada para lulusan agar mampu menjadi generasi santri yang siap menghadapi tantangan masa depan sekaligus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Cak Imin: Santri Masa Depan Harus Punya Tiga Bekal Utama
Di hadapan para lulusan, Cak Imin menegaskan bahwa santri masa kini tidak cukup hanya memiliki pemahaman keagamaan, tetapi juga harus dibekali kemampuan yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Santri harus memenuhi tiga syarat. Pertama, memiliki skill atau kemampuan. Kedua, memiliki integritas. Ketiga, taat asas terhadap ilmu pengetahuan,” kata dia dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.ambon. dilansir dari antaranews.com
Menurutnya, ketiga bekal tersebut menjadi fondasi penting agar lulusan pesantren mampu bersaing sekaligus memberikan manfaat nyata di tengah perubahan global.
Bonus Demografi Jadi Peluang Emas Generasi Muda
Cak Imin juga mengingatkan bahwa Indonesia saat ini tengah memasuki era bonus demografi yang akan menentukan arah pembangunan bangsa dalam beberapa tahun mendatang.
Ia menilai para lulusan yang saat ini mulai menempuh pendidikan tinggi akan menjadi bagian dari generasi yang memegang peranan strategis pada 2030.
“Kalau sekarang kalian lulus, berarti pada 2030 kalian sudah mulai memegang kendali. Muhaimin Iskandar boleh gagal, tetapi lulusan BIMA pada 2030 tidak boleh gagal. Modal kalian sangat besar, dan bonus demografi itu mutlak ada di tangan kalian,” katanya mengingatkan.
Ia pun optimistis lulusan pesantren, termasuk Pesantren BIMA, mampu mengambil peran penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Lulusan BIMA Tersebar ke Berbagai Negara
Sementara itu, Pengasuh Pesantren BIMA, Imam Jazuli, menjelaskan bahwa para lulusan tidak hanya melanjutkan pendidikan ke China dan Tunisia, tetapi juga ke Rusia serta sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.
Di dalam negeri, sebanyak 99 santri berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi negeri dengan mayoritas memilih program studi umum yang dinilai sesuai dengan kebutuhan strategis pembangunan nasional.
Menurut Imam Jazuli, pemilihan program studi tersebut merupakan bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan bangsa di berbagai sektor.
Pesantren Didorong Cetak Santri yang Bermanfaat
Imam Jazuli menegaskan bahwa peran pesantren kini tidak lagi sebatas mencetak lulusan yang memahami ilmu agama. Pesantren juga harus mampu melahirkan generasi yang menguasai ilmu pengetahuan dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Saya ingin menggerakkan pesantren-pesantren secara nasional agar memiliki visi yang sama, bukan sekadar mencetak santri yang saleh, melainkan juga mencetak santri yang bermanfaat, membangun negeri, dan menguasai berbagai bidang ilmu yang dibutuhkan negara,” kata dia.
Dengan semakin banyaknya lulusan yang diterima di perguruan tinggi dalam dan luar negeri, Pesantren BIMA berharap dapat terus melahirkan generasi muda yang unggul, berintegritas, serta siap menjadi bagian dari pembangunan Indonesia di masa depan.

