SUARA PESANTREN | Kuningan–Pondok pesantren Husnul Khotimah Kuningan gelar workshop konten kreator di era digital. Kegiatan itu diikuti puluhan perwakilan pelajar dari berbagai macam sekolah di wilayah III Cirebon.
Praktisi konten kreator sebagai salahsatu pemateri, Nur Ihsan, mengatakan, saat ini pesantren mau tak mau harus beradaptasi pada perkembangan zaman yang semakin berubah.
Sejumlah materi diberikan untuk memaksimalkan media sosial instagram atau TikTok, mulai perencanaan, pembuatan, sampai editing dan review konten yang telah mereka buat.
“Peralatan yang diperlukan untuk konten kreator pemula cukup menggunakan smartphone,” katanya, Minggu (29/10/2023) dari keterangan tertulisnya.
Pemateri lainnya, Sandi, asal Bekasi, menyebut, menjadi seorang konten kreator sukses harus konsisten terhadap karya yang dibuat. Menurutnya, konsisten itu penting mulai atur waktu dan jadwal pembuatan dan posting konten harus diperhatikan.
Acara ini dibuka kepala bidang humas dan dakwah pondok pesantren Husnul Khotimah, KH Sanwani. Dia mengatakan kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia dalam konteks peningkatan pemahaman dan pemanfaatan teknologi informasi.
“Kami harap program ini akan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para santri dan siswa untuk dapat ikut berkontribusi dalam proses peningkatan literasi digital masyarakat, melalui menciptakan konten-konten digital yang bermanfaat baik dengan dunia pesantren maupun tema-tema umum yang perlu diketahui masyarakat,” ujar KH Sanwani.
Dia meyakini, pelatihan semisal pesantren digital akan bisa mengantarkan para santri menjadi agen perubahan sekaligus penggerak dan edukator digital yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Mereka tak hanya akan menjadi konsumen atau pengguna sarana digital, tapi menjadi kreator konten-konten digital yang mampu membimbing masyarakat di pedesaan dan kalangan muslimin dalam memasuki era digitalisasi di berbagai bidang kehidupan,” katanya. [roji]

