SUARA PESANTREN | Sumenep– Pemerintah Provinsi Jawa Timur membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di 25 pondok pesantren (ponpes) dalam rangka memasifkan program energi baru terbarukan (EBT).
PLTS yang merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini, dipasang di atap Rusunawa Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan cukup untuk kebutuhan Rusunawa dan Musholla, dan tentu saja akan membantu meringankan beban biaya listrik bulanan Rusunawa tersebut.
“Ketika dunia cerita, renewable energy, maka seluruh santri Al-Amien di seluruh dunia menyampaikan, Al-Amien sudah memulai renewable energy,” ungkap Gubernur Jawa Timur, Hj. Dra. Khofifah Indar Parawansa, M.Si saat menyampaikan sambutan di PP. Al-Amien Prenduan, Rabu (23/8).
Ia beberapa kali menegaskan dan berharap, Al-Amien Prenduan, mampu menjadi replikator pemanfaat EBT bagi masyarakat luas, menjadi referensi bagi pondok sekitar, pondok alumni guna mendukung Green Economy. “(PLTS 10.000 watt ini) Kecil sekali kiai Fauzi… Tapi kami berharap bahwa, ini akan menjadi referensi, bahwa ketika masyarakat dunia bercerita renewable energy, maka seluruh santri Al-Amien diseluruh dunia menyampaikan, Al-Amien sudah memulai renewable energy,” ujarnya.
Menurut Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur Nurkholis, selain di pesantren, Pemprov Jatim juga mulai membangun PLTS di sejumlah instansi dan gedung-gedung pemerintah.
“Pondok pesantren yang menjadi sasaran pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dan kini sudah dioperasikan adalah Pondok Pesantren Al-Amien, Prenduan, Sumenep,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/8).
PLTS bantuan Pemprov Jatim dengan kapasitas 10 ribu watt itu terpasang di atap rusunawa Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dan telah diresmikan langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa beberapa hari lalu.
“Saat ini sudah digunakan untuk berbagai jenis kebutuhan pesantren, terutama penerangan asrama santri,” katanya.
Penggunaan PLTS ini, sambung dia, diharapkan bisa menjadi awal baik menuju penggunaan energi ramah lingkungan (“clean energy”).
“Selain itu, Pemprov Jatim juga memberikan bantuan sambungan listrik gratis terhadap 4.555 rumah, termasuk dengan tokennya, agar listriknya langsung nyala,” demikian Nurkholis.
Sementara itu, Pimpinan dan Pengasuh PP. Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, menyambut penuh hangat silaturahmi dan bantuan ini. Kiai Fauzi juga berharap peran pemerintah terus berlanjut di masa-masa yang akan datang. [rojink]

