PESANTREN | Jember— Hasil akumulasi rapid tes selama dua hari di RDT Pesantren Darus Sholah Jember yang disebutkan reaktif satu orang ternyata bukan santri setempat. Penjelasan ini disampaikan oleh Kadis Kominfo Kabupaten Jember, Gatot Triyono pada Minggu sore, 12 Juli 2020.
Gatot Triyono sebagai Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kabupaten Jember menegaskan bahwa satu orang tersebut bukanlah santri Darus Sholah. “Yang reaktif itu seorang ibu tukang loundry yang juga nyambi jualan di sana,” tegas Gatot dirilis jembertoday.com.
Pihak RDT Pesantren Darus Sholah merasa tidak kenal dengan nama ibu itu. Awalnya dikira salah satu guru tetapi ternyata bukan. Ustadz Fanani mengatakan tidak kenal dengannya. “Tadinya, tak pikir dia guru karena orang tua tapi saya telusuri di semua lembaga ternyata tidak ada nama tersebut. Setelah ditanya langsung ternyata penjual kaki lima,” ujarnya.
Ustadz Fanani mengatakan bahwa ibu itu bukan tukang loundry Pesantren Darus Sholah. “Jadi bukan santri yang kena seperti yang disebutkan itu,” tegasnya.
Ustadz Fanani akan lebih ketat dalam pengawasan di dalam pondok. “Selanjutnya pondok harus disteril dari orang luar,” pungkas Fanani.
Dipastikan bahwa RDT Pesantren Darus Sholah Jember bebas dari virus corona baik pengasuh, guru dan para santri. [rojink]
