Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Kemampuan memanfaatkan teknologi secara tepat kini menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu menciptakan karya yang bermanfaat.
Semangat tersebut turut didorong oleh Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang digelar di Pesantren Madani Sungai Alam. Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Digital Pesantren melalui Penerapan Teknologi Informasi bagi Santri Pesantren Madani Sungai Alam.”
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan santri dalam memanfaatkan teknologi digital secara kreatif dan produktif. Para peserta tidak hanya dikenalkan dengan perkembangan teknologi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mencoba langsung berbagai perangkat dan aplikasi digital.
Mengenalkan Teknologi Digital kepada Santri
Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui beberapa tahapan. Pada 18 Agustus 2026, rangkaian program diawali dengan pengenalan teknologi kepada para santri di Pesantren Madani Sungai Alam.
Materi pengenalan disampaikan oleh Larbiel Hadi. Dalam sesi tersebut, para santri mendapatkan wawasan mengenai perkembangan teknologi sekaligus pentingnya kemampuan beradaptasi di tengah perubahan digital yang berlangsung begitu cepat.
Pengenalan ini menjadi langkah awal agar para santri memiliki pemahaman bahwa teknologi tidak hanya digunakan untuk hiburan atau komunikasi sehari-hari. Jika dimanfaatkan dengan bijak, teknologi dapat menjadi sarana pembelajaran, pengembangan keterampilan, hingga menghasilkan berbagai karya kreatif.
Para santri juga diarahkan untuk memiliki pola pikir yang lebih terbuka terhadap perkembangan teknologi. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan dapat mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai positif yang menjadi bagian dari kehidupan pesantren.
Pelatihan Berlanjut di Laboratorium Bisnis Digital
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan pada 20 Agustus 2026 di Laboratorium Jurusan Administrasi Niaga, Program Studi Bisnis Digital, Politeknik Negeri Bengkalis.
Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Direktur Politeknik Negeri Bengkalis, Ir. Johny Custer. Kehadiran pimpinan perguruan tinggi tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan pengabdian sekaligus upaya memperkuat hubungan antara kampus dan lingkungan pesantren.
Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Negeri Bengkalis menekankan pentingnya penguasaan teknologi bagi generasi muda, khususnya para santri. Kemampuan tersebut dinilai penting agar generasi muda mampu mengikuti perkembangan dunia digital serta mengarahkan penggunaan teknologi untuk aktivitas yang positif dan produktif.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan karena perkembangan teknologi saat ini berlangsung lintas bidang. Penguasaan keterampilan digital dapat membuka berbagai peluang, mulai dari membuat konten, desain visual, pemasaran digital, hingga mendukung kegiatan pendidikan.
Belajar Canva hingga Memanfaatkan Teknologi AI
Memasuki sesi inti, para santri memperoleh materi sekaligus praktik mengenai desain menggunakan Canva serta pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI). Materi tersebut disampaikan oleh Ir. Andri Nofiar.
Pelatihan dibuat dengan pendekatan praktik sehingga peserta tidak hanya duduk mendengarkan penjelasan. Para santri diarahkan untuk mencoba secara langsung bagaimana membuat desain digital dengan Canva dan memanfaatkan AI sebagai teknologi pendukung dalam proses menghasilkan karya.
Metode praktik membuat suasana pelatihan menjadi lebih interaktif. Peserta dapat mengenali berbagai fitur Canva, mencoba menyusun elemen visual, serta mengembangkan ide kreatif menjadi sebuah desain.
Di sisi lain, pengenalan AI memberikan perspektif baru mengenai bagaimana teknologi dapat membantu proses kreatif. Penggunaannya tetap diarahkan sebagai alat pendukung, sehingga ide dan kreativitas peserta tetap menjadi bagian utama dalam menghasilkan sebuah karya.
Antusiasme 20 Santri dalam Mengikuti Pelatihan
Sebanyak 20 orang santri mengikuti kegiatan tersebut. Antusiasme peserta terlihat sepanjang proses pelatihan, terutama ketika mereka mulai mencoba membuat desain secara mandiri.
Para santri tampak aktif mengeksplorasi berbagai fitur yang tersedia. Dari proses tersebut, mereka tidak hanya belajar aspek teknis, tetapi juga mulai memahami bagaimana sebuah gagasan dapat dikemas menjadi karya visual yang menarik.
Pengalaman praktik secara langsung menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan ini. Dengan mencoba sendiri, peserta dapat lebih mudah memahami fungsi teknologi sekaligus mengetahui potensi yang dapat dikembangkan setelah pelatihan berakhir.
Untuk memberikan apresiasi terhadap kreativitas peserta, tim pengabdian turut menyediakan penghargaan berupa hadiah untuk desain terbaik dan desain terfavorit.
Penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan motivasi santri untuk terus belajar. Kompetisi kecil dalam kegiatan pelatihan dapat menjadi pemantik semangat agar peserta berani mengeksplorasi ide dan menghasilkan karya yang semakin baik.
Bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi
Kegiatan transformasi digital ini merupakan bagian dari komitmen Politeknik Negeri Bengkalis dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.
Perguruan tinggi tidak hanya memiliki peran dalam menyelenggarakan pendidikan dan penelitian, tetapi juga diharapkan dapat memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat. Melalui kegiatan semacam ini, pengetahuan yang berkembang di lingkungan kampus dapat dibagikan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Pesantren menjadi salah satu lingkungan yang memiliki potensi besar dalam pengembangan literasi digital. Para santri merupakan generasi muda yang dapat diarahkan untuk memanfaatkan teknologi secara produktif, baik untuk mendukung kegiatan akademik maupun mengembangkan keterampilan tambahan.
Pendampingan Berkelanjutan untuk Santri
Program Polbeng tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Tim pengabdian juga menyiapkan tindak lanjut berupa pendampingan secara berkala setiap dua minggu sekali.
Pendampingan tersebut ditujukan untuk membantu para santri mengembangkan keterampilan desain, memperdalam pemanfaatan teknologi AI, serta menghasilkan karya digital yang lebih baik.
Keberlanjutan program menjadi bagian penting karena keterampilan digital membutuhkan proses belajar yang konsisten. Dengan pendampingan rutin, santri memiliki ruang untuk bertanya, memperbaiki hasil karya, dan mencoba berbagai pendekatan baru.
Melalui program ini, Politeknik Negeri Bengkalis berharap santri Pesantren Madani Sungai Alam tidak berhenti sebagai pengguna teknologi. Lebih jauh, mereka diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi kreatif dan produktif yang dapat memanfaatkan teknologi digital untuk pembelajaran, komunikasi, sekaligus pengembangan potensi diri.
Transformasi digital di lingkungan pesantren pun diharapkan tidak hanya menghadirkan kemampuan teknis, tetapi juga membangun budaya pemanfaatan teknologi yang cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab. Dengan bekal tersebut, para santri memiliki peluang lebih luas untuk menghadapi masa depan yang semakin lekat dengan teknologi.

