SUARAPESANTREN | Jepara–Di tengah pandemi Covid-19, Pondok Pesantren Alburuj Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tetap konsisten mengukir prestasinya.
Sebanyak lima orang santri dari pesantren tersebut berangkat ke Sudan setelah menerima beasiswa dari International University of Africa Sudan, Kamis 5 Agustus 2021.
Kelimanya merupakan santri terpilih yang sebelumnya telah mengikuti proses seleksi dari Universitas tersebut.
Lantunan ayat suci Alqur’an terus mengumandang di lingkungan Pondok Pesantren Al-Buruj Jepara.
Silih berganti santri belajar dan menghafal Alqur’an. Kegiatan belajar agama seperti ini menjadi rutinitas wajib yang dikerjakan santri setiap hari.
Selain menghafal Al-qur’an, santri juga mengikuti madrasah diniyah. Ditambah lagi dengan belajar Bahasa Arab secara intensif.
Hal ini menjadi syarat mutlak bagi santri yang ingin melanjutkan kuliah dengan beasiswa di Timur tengah.
Ahmad Yusuf Rahman (21) menjadi salah satu santri yang gigih mempelajari bahasa ini. Ia mengasah kemampuannya bercakap bahasa Arab dengan teman-temannya. Ia juga belajar berbagai kitab yang diajarkan di pondoknya. Mimpinya agar memperoleh beasiswa sarjana di Timur Tengah.
”Alhamdulillah dapat beasiswa ini. Saya belajar di madrasah diniyah pondok dan mengikuti ujian kesetaraan sekolah kejar paket C. Agar bisa mendapatkan beasiswa ini, saya juga mengikuti berbagai seleksi,” terangnya dengan wajah gembira.
Ia dan empat rekannya, M Najmuddin, Aqomaddin Azam, Kahar Muzakkar, dan M Nassar Idris berhasil mendapatkan beasiswa International University of Africa Sudan.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Buruj Abdul Baits Muchtar menyampaikan, pondok pesantren yang didirikan tahun 2010 ini sekarang telah memiliki santri sebanyak 175 orang.
Mereka yang masuk pondok pesantren merupakan usia sekolah setara SMP atau SMA. Santrinya berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
”Pesantren ini memiliki program unggulan komunikasi Bahasa Arab aktif, tahfidz 500 hadits dan tahfidz Alquran,”terang pendiri lembaga pendidikan ini seperti dilansir suaramerdeka.com.
Program unggulan ini berhasil membuat Alburuj setiap tahun mengirimkan santri belajar ke Timur Tengah dengan tujuan International University of Africa Sudan dan Universitas Al-Azhar Mesir.
”Dari berdiri sampai sekarang, sudah ada lebih dari 40 santri yang kuliah dan mendapatkan beasiswa ke Timur Tengah. Delapan orang di antaranya bahkan sudah lulus dan berhidmat kembali di Al Buruj,” imbuhnya.
Keberhasilan santrinya belajar di luar negeri ini ia harapkan tidak hanya semata prestasi tetapi juga memikul tanggungjawab untuk membawa nama baik Indonesia, membawa nama baik lembaga dan keluarga.
Selama pandemi Covid-19, Pondok Pesantren Al-Buruj masih melaksanakan pembelajaran aktif seperti biasa. Hal ini dilakukan karena sebagai lembaga yang hanya memiliki komunitas satu lingkungan justru dinilai lebih aman.
Pengasuh justru membatasi interaksi dari luar, seperti kunjungan orang tua santri. ”Protokol kesehatan kami laksanakan. Sambangan sangat kami batasi,” tegasnya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Jepara, Bambang Lelono berharap, santri yang berhasil mendapatkan beasiswa ini bisa menyelesaikan pendidikannya dengan baik serta serta selalu membawa nama baik Bangsa Indonesia dan Jepara.
”Segera lulus dan pulang ke tanah air dengan membawa ilmu yang baik sehingga mampu memberi pencerahan di tengah masyarakat,” ujarnya. [roji]

