Disebutkan bagaimana pertempuran di Surabaya yang terjadi pada tahun 1945 hingga terjadinya Hari Pahlawan, semua dikatakan berkat perjuangan para santri, kiai, dan ulama. Dari sinilah dirinya berharap agar para santri menjadi pengawal 4 Pilar agar Indonesia semakin kuat.
Sebagai kelompok masyarakat yang mempunyai peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa, pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu ingin agar kehidupan para santri dan pesantren semakin membaik. Diungkapkan berdasarkan UU Pesantren, lembaga pendidikan yang berdiri sejak Indonesia belum merdeka itu mempunyai tujuan yang mulia. Tujuan itu disebutkan sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran, lembaga dakwah, serta sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat.
Ia mengakui dari tujuan yang ada, di antaranya belum tercapai. “Masih banyak pesantren yang belum mampu menjadi lembaga yang memberdayakan masyarakat,” ungkapnya.
Hal demikian bisa terjadi sebab para santri dan pesantren masih belum memiliki akses untuk mendapat alokasi anggaran negara. “Pesantren belum diikutkan dalam program pemberdayaan masyarakat,” tuturnya.
Pria yang akrab dipanggil Gus Jazil itu berharap agar santri dan pesantren mempunyai akses untuk pengembangan diri agar mereka bisa lebih berkembang. “Sehingga santri bisa menjadi pengusaha, salah satu contohnya,” paparnya.

