Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu mengatakan ada antropolog yang mengklasifikasi masyarakat Indonesia menjadi tiga, yakni santri, priyayi, dan abangan. Dipaparkan, dulu yang menjadi bupati dan pejabat negara adalah dari kaum priyayi. Sedang kaum santri dikatakan sebagai kelompok yang mampu mandiri. “Yang memiliki usaha batik, rokok, dan usaha lainnya adalah dari kelompok santri,” ujarnya. Sedang kaum abangan menurutnya mayoritas adalah kaum petani.
Ketika era reformasi menurut Jazilul Fawaid, kaum santri memiliki peluang menjadi apa saja. “Sehingga ada santri yang menjadi Presiden, gubernur, bupati, walikota, dan jabatan penting lainnya,” ujarnya. “Santri sudah banyak menempati pos-pos penting,” tambahnya. Dari sinilah dirinya mengajak kembali agar kaum santri terus mengawal 4 Pilar. [rojink]

