Menjelang peringatan satu abad berdirinya Pondok Modern Darussalam Gontor, berbagai persiapan terus dilakukan untuk menyambut momentum bersejarah tersebut. Salah satu agenda penting yang tengah dipersiapkan adalah penerbitan sebuah buku berjudul Hadiah Gontor untuk Indonesia. Buku ini tidak hanya akan mengulas perjalanan panjang Gontor selama hampir 100 tahun, tetapi juga mendokumentasikan kontribusi nyata pesantren tersebut dalam membangun pendidikan nasional serta melahirkan tokoh-tokoh yang berkiprah di berbagai bidang.
Rencana penyusunan buku tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, dalam kegiatan Sarasehan Guru Besar dan Doktor Alumni Gontor yang berlangsung di Hall Lantai 4 UNIDA Gontor pada Sabtu (11/7/2026).
Menurut Hamid, buku tersebut merupakan salah satu karya istimewa yang dipersembahkan dalam rangka memperingati usia satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor. Kehadirannya diharapkan menjadi dokumentasi penting mengenai perjalanan lembaga pendidikan Islam yang telah memberikan warna besar bagi perkembangan sistem pendidikan pesantren modern di Indonesia.
Merekam Jejak Perjalanan Gontor
Hamid menjelaskan bahwa isi buku tidak hanya berfokus pada sejarah berdirinya Gontor, tetapi juga memuat berbagai bentuk kontribusi yang telah diberikan kepada bangsa selama hampir satu abad.
“Dalam rangka 100 tahun ini kami sedang menyusun buku berjudul Hadiah Gontor untuk Indonesia. Isinya tentang perjalanan perjuangan Gontor, termasuk hadiah berupa sistem Pondok Modern Gontor untuk Indonesia,” ujarnya. Seperti Dilansir jatimnow.com
Melalui buku tersebut, masyarakat diharapkan dapat melihat bagaimana Gontor berkembang dari sebuah pesantren menjadi institusi pendidikan yang memiliki pengaruh luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Selain mengisahkan perjalanan sejarah, buku ini juga akan menampilkan berbagai pencapaian yang lahir dari sistem pendidikan Gontor, termasuk kiprah para alumninya yang kini berkontribusi di berbagai sektor kehidupan.
Menampilkan Kiprah Alumni di Berbagai Bidang
Salah satu fokus utama buku Hadiah Gontor untuk Indonesia adalah mendokumentasikan perjalanan para alumni yang telah mengabdikan diri di berbagai profesi.
Hamid menyampaikan bahwa alumni Gontor saat ini tersebar di berbagai bidang, mulai dari ulama, akademisi, birokrat, pejabat pemerintahan, pengusaha, hingga tokoh masyarakat yang berkiprah di berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri.
Namun demikian, menurutnya, tujuan utama buku tersebut bukan sekadar memperkenalkan sosok-sosok alumni yang sukses.
“Yang ingin kami tunjukkan bukan sekadar siapa alumninya, tetapi juga sistem yang melahirkan mereka,” katanya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kekuatan utama Gontor berada pada sistem pendidikan yang diterapkan secara konsisten selama puluhan tahun.
Sistem Pendidikan yang Menjadi Warisan
Hamid menilai keberhasilan Gontor tidak semata diukur dari banyaknya lulusan yang berhasil menempati posisi strategis, melainkan dari sistem pendidikan yang mampu membentuk karakter, kepemimpinan, kemandirian, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, konsep pondok modern yang kini berkembang di berbagai daerah di Indonesia tidak lepas dari inspirasi sistem pendidikan yang sejak lama diterapkan di Gontor.
Model pendidikan tersebut menggabungkan pembinaan akademik, pembentukan karakter, penguasaan bahasa asing, kepemimpinan, hingga pendidikan sosial yang dilakukan secara terpadu melalui kehidupan berasrama.
Selama hampir satu abad, pendekatan tersebut telah menjadi salah satu ciri khas Gontor yang membedakannya dari banyak lembaga pendidikan lainnya.
Siapkan Sekitar 100 Buku Kajian Akademik
Selain menerbitkan buku Hadiah Gontor untuk Indonesia, Gontor juga tengah menyusun sekitar 100 buku akademik yang mengkaji berbagai aspek sistem pendidikan yang diterapkan di lingkungan pesantren.
Hamid menjelaskan bahwa setiap aspek pendidikan di Gontor memiliki karakteristik tersendiri sehingga layak menjadi kajian ilmiah secara mendalam.
Kajian tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari sistem pengasuhan santri, metode pembelajaran bahasa, kepemimpinan, pengelolaan wakaf, hingga implementasi nilai-nilai Panca Jiwa yang menjadi fondasi pendidikan di Gontor.
“Kalau ada disertasi hanya berjudul Sistem Pondok Modern Gontor, tentu terlalu luas. Karena di Gontor ada banyak sistem yang masing-masing bisa diteliti secara khusus,” jelasnya.
Langkah ini menunjukkan keseriusan Gontor dalam mendokumentasikan sekaligus mengembangkan sistem pendidikan pesantren secara akademik agar dapat dipelajari oleh generasi berikutnya.
Nilai yang Hidup dalam Tradisi
Sementara itu, Presiden UNIDA Gontor KH Hasan Abdullah Sahal menilai bahwa kekuatan utama Gontor justru tidak hanya berada pada aturan tertulis, tetapi juga pada budaya, tradisi, serta nilai-nilai yang terus diwariskan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengungkapkan bahwa banyak alumni yang bercita-cita membangun pesantren dengan konsep serupa Gontor. Namun ketika ditanya apa yang dimaksud dengan “seperti Gontor”, tidak sedikit yang kesulitan menjelaskannya secara utuh.
Menurutnya, hal tersebut terjadi karena kekuatan Gontor sesungguhnya lahir dari budaya yang telah mengakar dan dijalankan secara konsisten selama puluhan tahun.
“Di pondok ini justru lebih banyak yang tidak diucapkan daripada yang diucapkan. Nilai, budaya, dan tradisi itulah yang menjadi kekuatan Gontor,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa pendidikan di Gontor tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui keteladanan, kebiasaan sehari-hari, serta interaksi yang membentuk karakter para santri.
Menyongsong Abad Kedua Gontor
Momentum peringatan 100 tahun menjadi refleksi atas perjalanan panjang Pondok Modern Darussalam Gontor dalam membangun pendidikan Islam di Indonesia. Selama hampir satu abad, Gontor telah menjadi salah satu pesantren yang konsisten mengembangkan sistem pendidikan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan tradisi pesantren.
Penerbitan buku Hadiah Gontor untuk Indonesia diharapkan menjadi dokumentasi penting mengenai perjalanan tersebut sekaligus menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan nasional. Bersamaan dengan penyusunan ratusan buku kajian akademik, langkah ini menunjukkan komitmen Gontor untuk terus mengembangkan khazanah keilmuan, memperkuat tradisi intelektual, serta mewariskan sistem pendidikan yang telah terbukti melahirkan banyak tokoh bangsa.
Memasuki abad kedua perjalanannya, Gontor tidak hanya merayakan sejarah, tetapi juga menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi berkarakter, berintegritas, dan siap mengabdi bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.
Jika diperlukan, saya juga dapat membuat 3 judul SEO yang menarik, meta deskripsi, dan tags format koma untuk artikel ini.

