SUARA PESANTREN | Purwokerto–Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin meminta pondok-pondok pesantren yang mengalami kerusakan imbas bencana gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat, diinventarisasi guna mendapatkan bantuan dari pemerintah.
“Karena itu saya minta nanti diinventarisasi berapa pesantren dan kerusakannya seberapa beratnya,” kata Ma’ruf di sela kunjungan kerjanya di Purwokerto, Jawa Tengah berdasarkan video diterbitkan Setwapres.
Sebagai informasi, belum ada data pasti mengenai berapa jumlah pondok pesantren yang mengalami kerusakan imbas bencana gempa ini. Data BNPB per Selasa (22/11) lalu baru tercatat satu unit pondok pesantren rusak berat.
Ma’ruf mengatakan telah mengambil kebijakan memberikan bantuan berupa uang tunai dengan nominal variasi bagi korban gempa yang rumahnya rusak. Nominalnya bervariasi mulai dari Rp50 juta untuk yang rusak berat hingga Rp25 juta untuk rusak sedang.
“Pesantren pun tentu akan juga mendapat perhatian dari pemerintah,” kata dia.
Mantan Rais Aam PBNU itu memastikan jajaran pemerintah telah turun langsung menangani bencana di Cianjur. Ia pun meminta kepada jajarannya agar memperhatikan dan memenuhi pelbagai kebutuhan masyarakat dan pengungsi yang membutuhkan bantuan.
“Penampungan, kemudian juga konsumsi kemudian juga kebutuhan untuk air listrik supaya disiapkan dengan baik,” kata Ma’ruf. [fro]

