Suarapesantren.com | Di tengah derasnya arus modernisasi pendidikan, pesantren di Banten menunjukkan wajah baru yang semakin adaptif tanpa meninggalkan akar tradisinya. Jika dahulu pesantren identik dengan sistem belajar sederhana dan kehidupan yang serba tradisional, kini banyak pesantren modern di Banten tumbuh menjadi pusat pendidikan Islam yang mampu memadukan ilmu agama, pendidikan formal, teknologi, hingga pembinaan karakter dalam satu lingkungan terpadu.
Mulai dari kawasan perkotaan seperti Tangerang dan Serang hingga daerah pedesaan di Lebak, pesantren-pesantren modern hadir dengan ciri khas dan pendekatan yang berbeda. Ada yang menonjol dalam penguatan tahfizh Al-Qur’an, ada yang tetap mempertahankan tradisi kitab kuning dan metode sorogan, sementara lainnya mengusung konsep Islamic boarding school dengan sistem disiplin ala pesantren modern nasional.
Nama-nama seperti Daar El-Qolam, La Tansa, Darel Azhar, Al-Fathaniyah, hingga jaringan Darunnajah menjadi bagian dari perkembangan besar dunia pesantren di Banten. Tidak hanya mencetak santri yang memahami ilmu agama, lembaga-lembaga ini juga berupaya membentuk generasi yang mandiri, berwawasan luas, mampu berbahasa asing, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Menariknya, setiap pesantren memiliki atmosfer dan keunggulannya sendiri. Ada pesantren yang berdiri megah di tengah kota dengan akses modern dan fasilitas lengkap, ada pula yang berada di lembah pedesaan yang tenang sehingga santri dapat lebih fokus belajar jauh dari hiruk-pikuk kehidupan urban. Meski berbeda pendekatan, semuanya memiliki tujuan yang sama: membentuk generasi muslim yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat.
1. Pondok Pesantren Daar El-Qolam
Kalau bicara pesantren modern di Banten, nama Daar El-Qolam hampir selalu masuk daftar teratas. Pesantren yang berada di Kampung Pasir Gintung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang ini berdiri sejak 20 Januari 1968 atas prakarsa KH. Ahmad Rifa’i Arief. Dari yang awalnya hanya pondok sederhana, kini Daar El-Qolam berkembang menjadi kompleks pendidikan besar dengan beberapa cabang seperti Daar El-Qolam 1, 2, 3, dan 4. Bahkan jaringan pendidikannya meluas hingga La Tansa di Lebak.
Daar El-Qolam dikenal sebagai pesantren modern-terpadu yang menggabungkan pendidikan agama, sekolah formal, dan pembinaan karakter dalam satu sistem. Santri tidak hanya belajar kitab dan ilmu agama, tetapi juga dibekali pendidikan umum yang kuat serta disiplin ala boarding school modern.
Jenjang pendidikan di sini cukup lengkap, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA. Ada program reguler enam tahun untuk lulusan SD dan program tiga tahun bagi lulusan SMP. Kurikulumnya memadukan kurikulum nasional dengan pendidikan pesantren seperti fikih, akidah, bahasa Arab, tahsin, dan tahfizh. Beberapa kampus bahkan memiliki program berwawasan internasional untuk memperkuat kemampuan bahasa Inggris dan wawasan global santri.
Kehidupan santri di Daar El-Qolam juga terkenal disiplin dan aktif. Selain sekolah formal, santri mengikuti berbagai kegiatan tambahan seperti muhadharah (latihan pidato), munaqasah, tahfizh, hingga kegiatan organisasi santri.
Dari sisi fasilitas, Daar El-Qolam tergolong lengkap. Kompleksnya luas dan tertata rapi, dilengkapi asrama, masjid, laboratorium, perpustakaan, lapangan olahraga, klinik kesehatan, hingga area Wi-Fi di beberapa kampus. Lingkungannya mendukung kehidupan santri yang fokus belajar namun tetap aktif dan produktif.

2. Pondok Pesantren Al-Fathaniyah
Pondok Pesantren Al-Fathaniyah atau yang sering dikenal sebagai Pesantren Tengkele merupakan salah satu pesantren ternama di Kota Serang. Pesantren ini berdiri sejak 1972 dan didirikan oleh KH. Fathoni bin Sa’id, seorang ulama kharismatik di Banten. Lokasinya berada di kawasan strategis dekat pusat Kota Serang, tepatnya di kawasan Tembong, Cipocok Jaya.
Yang membuat Al-Fathaniyah menarik adalah perpaduan antara sistem pesantren salaf dengan pendidikan modern. Santri tetap belajar di madrasah formal seperti MTs dan MA, tetapi tradisi ngaji kitab kuning tetap menjadi ruh utama pesantren.
Metode pembelajaran klasik seperti sorogan dan bandungan masih dipertahankan hingga sekarang. Santri belajar langsung di hadapan guru untuk mendalami kitab-kitab fikih, ushul fikih, nahwu-sharaf, hingga tasawuf.
Pesantren ini juga dikenal berpegang pada manhaj Ahlussunnah wal Jamaah dengan pendekatan moderat dan toleran. Nuansa pesantrennya terasa sangat khas: kajian malam, suasana ngaji kitab, dan kedekatan antara santri dan kiai masih sangat terasa meskipun lokasinya berada di tengah kota.

3. Pondok Pesantren La Tansa
La Tansa Maja di Kabupaten Lebak sering disebut sebagai “saudara” Daar El-Qolam karena sama-sama didirikan KH. Ahmad Rifa’i Arief. Bedanya, La Tansa hadir dengan nuansa yang lebih alami dan tenang karena berada di kawasan pedesaan yang dikelilingi bukit dan sungai.
Pesantren ini berdiri di atas lahan sekitar 13 hektare dan mengusung konsep Islamic Boarding School modern. Sistem pendidikannya full boarding dengan jadwal harian yang cukup padat dan disiplin.
Santri mengikuti pendidikan formal sekaligus kegiatan kepesantrenan dalam satu lingkungan. Mulai dari sekolah umum, pengajian kitab, tahfizh, hingga kegiatan ekstrakurikuler semuanya berjalan terintegrasi.
Program pendidikan tersedia untuk lulusan SD maupun SMP, dengan sistem belajar yang dirancang agar santri bisa menyelesaikan pendidikan sampai tingkat SMA/MA di satu kampus.
Suasana alam menjadi salah satu daya tarik utama La Tansa. Karena jauh dari hiruk-pikuk kota, lingkungan pesantren terasa lebih tenang dan mendukung fokus belajar santri. Ditambah lagi fasilitasnya cukup lengkap, mulai dari asrama, masjid, laboratorium, perpustakaan, lapangan olahraga, hingga area kampus yang luas dan rindang.

4. Pondok Pesantren Modern Daar El-Istiqomah
Daar El-Istiqomah berada di kawasan Penancangan, Kota Serang. Pesantren ini dikenal sebagai pesantren alumni Gontor dengan sistem pendidikan muadalah yang menggabungkan ilmu umum dan agama secara seimbang.
Salah satu ciri khas pesantren ini adalah sistem pendidikan 24 jam ala boarding school. Santri tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga dibina melalui aktivitas harian, ibadah berjamaah, organisasi, hingga kegiatan kepramukaan.
Program tahfizh juga menjadi unggulan, khususnya di kampus 2. Selain itu, Daar El-Istiqomah aktif menjalin hubungan antarpesantren dan cukup aktif dalam kegiatan kelembagaan.
Secara administratif, pesantren ini sudah memiliki lembaga pendidikan formal yang terstruktur dengan akreditasi dan sistem pendidikan yang jelas. Luas lahannya mencapai sekitar 20 ribu meter persegi, menunjukkan perkembangan lembaga yang cukup pesat.

5. Pondok Pesantren Modern Darel Azhar
Darel Azhar yang berada di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, dikenal sebagai salah satu pesantren modern yang cukup berkembang di Banten. Pesantren ini dipimpin oleh Dr. KH. Ikhwan Hadiyyin yang merupakan alumni Gontor.
Sistem pendidikan di Darel Azhar memadukan kurikulum pondok modern ala Gontor, kurikulum Kementerian Agama, dan unsur pendidikan salafi. Santri mempelajari berbagai disiplin ilmu Islam seperti Nahwu, Shorof, Balaghah, Tafsir, Hadits, hingga Mahfudzot.
Jenjang pendidikannya juga lengkap, mulai dari PAUD, Madrasah Diniyah, MTs, MA, hingga SMA. Pesantren ini sudah cukup modern dalam pengelolaan administrasi karena memiliki sistem pendaftaran online dan aplikasi informasi untuk wali santri.
Selain dikenal dari sisi akademik, Darel Azhar juga aktif memberikan program sosial seperti beasiswa untuk yatim dan dhuafa.
6. Pondok Pesantren Al-Husna
Berbeda dengan banyak pesantren yang berada di pedesaan, Al-Husna hadir di tengah kawasan perkotaan Tangerang, tepatnya di wilayah Periuk. Lokasinya yang strategis membuat pesantren ini cukup mudah dijangkau dan dekat dengan berbagai fasilitas umum.
Al-Husna mengusung konsep pesantren modern dengan kombinasi pendidikan formal dan pendidikan agama. Fokus utamanya ada pada pembentukan karakter islami sekaligus penguatan hafalan Al-Qur’an.
Program unggulan pesantren ini adalah tahfizh Al-Qur’an. Santri dibimbing untuk menyelesaikan hafalan 30 juz dengan sistem murojaah rutin dan pembinaan intensif. Beberapa cabang bahkan menggunakan metode tahfizh modern seperti metode Ummi yang cukup populer di Indonesia.
Selain tahfizh, santri juga tetap mendapatkan pelajaran umum seperti IPA, IPS, dan Bahasa sesuai kurikulum nasional. Sementara pelajaran pesantren meliputi fikih, akidah, akhlak, bahasa Arab, dan pembinaan ibadah harian.
Fasilitas yang tersedia cukup menunjang kehidupan santri, mulai dari ruang kelas, asrama putra-putri, masjid, hingga ruang khusus tahfizh. Karena berada di lingkungan kota, akses menuju pesantren juga relatif mudah dan dekat dengan rumah sakit, pasar, maupun terminal.
7. Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah 4
Tsurayya Darunnajah 4 merupakan salah satu cabang jaringan pesantren Darunnajah yang berada di Padarincang, Kabupaten Serang. Pesantren ini berdiri di atas lahan wakaf sekitar lima hektare dan berada di bawah jaringan besar Darunnajah Ulujami Jakarta.
Sistem pendidikannya menggabungkan kurikulum Pondok Modern Gontor, kurikulum nasional, dan pendidikan salafiyah. Jenjang yang tersedia cukup lengkap, mulai dari PAUD, TPQ, MTs, MA, hingga TMI setara SMP-SMA.
Program tahfizh menjadi salah satu unggulan utama. Selain hafalan, santri juga dibina dalam pemahaman isi Al-Qur’an dan pembentukan karakter islami.
Pesantren ini juga cukup aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler dan pembinaan santri. Filosofinya “Berdiri di Atas dan Untuk Semua Golongan” mencerminkan sikap pesantren yang terbuka dan tidak berafiliasi dengan politik tertentu.
Secara umum, Tsurayya Darunnajah 4 cocok bagi orang tua yang mencari pesantren modern dengan sistem asrama penuh, kurikulum terpadu, dan jaringan pesantren yang sudah cukup mapan di Indonesia.[]


