“Pesantren butuh tambahan dana untuk penanganan santri yang sakit utamanya yang mirip-mirip dengan gejala Covid-19,” ucap Ustaz Khairul.
Dia menjelaskan, jenis bantuan yang akan diberikan Kementerian Agama dalam program tersebut berupa bantuan dana operasional penanganan Covid-19 dan pembelajaran dalam jaringan. Karena itu, menurut dia, beberapa waktu lalu pihaknya telah mengusulkan agar pesantrenya menjadi penerima bantuan dana Covid-19 itu.
“Melalui Kanwill Kemenag Jatim, pesantren sudah usul untuk jadi penerima. Dalam pengajuan juga disebutkan jumlah santri kami sebanyak 14.039,” katanya.
Ustaz Khairul menambahkan, Kanwil Kemenag Jatim pada Kamis (13/8) lalu juga melakukan monitoring program pesantren tangguh. Menurut dia, salah satu staf dari Kemenag Jatim kemudian menyampaikan bahwa Pesantren Sukorejo sudah dimasukkan dalam daftar calon penerima.
“Semoga masuk dalam SK penerima,” harapnya.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Waryono Abdul Ghofur menyampaikan bahwa dana bantuan untuk pondok pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan di masa pandemi Covid-19 bakal cair pada akhir Agustus ini. Pencairan di waktu tersebut merupakan tahap pertama.
“Pencairan akhir agustus itu tahap pertama. Rencananya ada 3 tahap. Tata caranya sudah disebutkan dalam petunjuk teknis (juknis) dan surat pemberitahuan ke penerima termasuk persyaratannya,” katanya. [rojink]

