Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: Pesantren Berperan Besar dalam Pembangunan Bangsa
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > NASIONAL > Pesantren Berperan Besar dalam Pembangunan Bangsa
NASIONAL

Pesantren Berperan Besar dalam Pembangunan Bangsa

Suara Pesantren
Suara Pesantren Published 05/04/2021 3 Min Read
Share

SUARA PSANTREN | Jakarta–Pesantren berkontribusi dalam berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pesantren juga berperan besar dalam pembangunan bangsa, termasuk dalam mengawal pemahaman keagamaan masyarakat yang tawassuth atau moderat.

- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi saat memberikan sambutan pada Haflatul Ikhtitam Pondok Pesantren Asshiddiqiyah di Kedoya.

Acara ini mengangkat tema “Santri Sehat, Negeri Kuat dan Bermartabat”. Selain para santri wisudawan, hadir jajaran pengasuh dan ustadz pesantren yang didirikan oleh Alm. KH Noer Muhammad Iskandar ini.

“Saya meyakini bahwa pesantren adalah tonggak utama dalam mengawal moderasi beragama,” tegas Wamenag di Kedoya, Sabtu (3/4/2021).

Menurutnya, moderasi beragama tidak akan dapat tercipta tanpa prinsip adil dan berimbang. Dan prinsip seperti ini yang selama ratusan tahun diajarkan di lingkungan pesantren.

“Islam wasathiyah, atau Islam tengahan, lanjut Wamenag, sesungguhnya menjadi solusi antara dua ekstremitas beragama. Yaitu pertama, ekstrimitas beragama yang bersumber dari tafsir agama yang tekstualis, literer dan hanya berdasar pada dhohir nash. Sehingga, menyebabkan pemahaman agama yang sempit, konservatif dan ultrakonservatif, yang pada titik tertentu dapat membenarkan kekerasan dan kebencian atas nama agama.

Sedangkan yang kedua, kata Wamenag, ekstremitas agama yang ingin melepaskan diri dari teks-teks agama dan mengarah pada pemahaman agama yang bebas dan liberal.

“Pemerintah meyakini, pengetahuan agama Islam secara menyeluruh dan mendalam yang adil dan berimbang, banyak bermula dari tradisi pembelajaran di pesantren,” jelasnya.

Wamenag yakin, pendidikan model pesantren dapat menjadi jawaban atas meningkatnya semangat masyarakat untuk belajar agama saat ini. Fenomena yang ditemui, meningkatnya gairah belajar agama di masyarakat seringkali tersalurkan melalui pembelajaran lewat internet dan media sosial, yang sulit untuk dipastikan kesesuaian metode pembelajaran, sanad keilmuan, dan kapasitas pengajar agamanya. Pembelajaran agama yang keliru terbukti berpengaruh pada munculnya eksklusivisme beragama dan intoleransi, yang berpotensi konflik di tengah masyarakat, serta mengancam kesatuan bangsa dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Oleh sebab itu, kami mengajak bapak ibu, dan seluruh masyarakat pesantren untuk memasyarakatkan dan memelihara Islam wasathiyah, yang merupakan solusi paling tepat menghadapi kemajemukan bangsa,” jelasnya.

“Misi kenabian yang diemban oleh pondok pesantren sepatutnya memberi inspirasi pada kita dalam menghadapi segala kesulitan yang hadir utamanya pada masa pandemi Covid-19 ini,” sambungnya.

Wamenag menyampaikan ucapan selamat kepada para santri yang baru saja menyelesaikan sekolah. Wamenag berpesan agar alumni tetao menggenggam erat nilai-nilai Islam khas pesantren, di mana pun, kapan pun, dan dalam kondisi seperti apapun.

“Santri kini bisa jadi apa saja, termasuk Presiden, Wakil Presiden, ilmuwan, dokter, advokat, dan tentunya ulama. Minimal, santri menjadi pribadi yang memahami ilmu agama untuk berkontribusi positif dalam perbaikan dan peningkatan kualitas hidup bangsa dan negara secara berkelanjutan,” tandasnya. [rojunk]

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

Ketua Asosiasi Ma’had Aly Sebut Banyak Pihak Belum Paham UU Pesantren

OPOP Jabar Dibuka, Pesantren di Jabar Segera Daftar. Ini Syaratnya!

Inilah 13 Pesantren yang Raih Penghargaan EkoPesantren Award 2024

Gus Yasin Dorong Pondok Pesantren di Jateng Mandiri di Bidang Kesehatan

Zulhas Dorong Pesantren Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Berbasis Inovasi

TAGGED:pendidikan islampesantren
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

NASIONAL

Akhirnya Kota Cirebon Punya Perda Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren

17/11/2023
INFO BEASISWA

Yang Perlu Disiapkan Saat Anak akan Mondok

11/07/2020
NASIONAL

Apel Hari Santri 2023, Presiden Jokowi: Santri Pilar Kekuatan Bangsa

22/10/2023
NASIONAL

Bangkitkan Ekonomi Keumatan Berbasis Pesantren, OPOP Jember Garap Peternakan

29/05/2023
pesantren
NASIONAL

Mahfud MD: Pemerintah tak Pernah Bubarkan Pesantren

13/07/2023
NASIONAL

Pemerintah Harus Dukung Mewujudkan Pesantren Unggulan

14/10/2020
klinik pesantren assalam
Kesehatan

Manfaat Poliklinik Pesantren untuk Menjaga Kesehatan Santri

04/12/2024
NASIONAL

BI: Pesantren dan UMKM Sumber Kekuatan Ekonomi KTI

29/07/2021
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?