Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: Ini Kisah Santri asal Thailand yang Mondok di Lamongan
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > SANTRI-ALUMNI > Ini Kisah Santri asal Thailand yang Mondok di Lamongan
SANTRI-ALUMNI

Ini Kisah Santri asal Thailand yang Mondok di Lamongan

Suara Pesantren
Suara Pesantren Published 10/07/2020 3 Min Read
Share

PESANTREN | Lamongan–Puluhan pelajar dan mahasiswa asal Thailand memperdalam ilmu agama di Pondok Pesantren (Ponpes) Matholiul Anwar, Simo Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

Salah seorang santriwati dari Thailand, Nurul Yani, mengatakan setidaknya ada 30-an santri asal Thailand ini berasal dari tiga provinsi yang penduduknya mayoritas muslim, mondok di PP Matholiul Anwar ini.

Kebanyakan santri yang memilih modok di Ponpes Matholiul Anwar dari tiga Provinsi bagian selatan di Thailand yakni, Provinsi Patani, Provinsi Yala dan Narathiwat.

Ada beberapa alasan yang menjadikan anak-anak muslim Thailand memilih memperdalam ilmu agama di Indonesia. Selain beasiswa juga karena Indonesia dekat dengan negara Thailand, serta biaya hidup tidak telalu mahal. “Disini kan semua mayoritas muslim,” ungkap Nurul.

Selain menjadi santri di Pondok Pesantren yang didirikan pada 18 Januari 1914 ini, juga ada tiga siswa yang menempuh pendidikan di jenjang Madrasah Aliyah (MA) sebanyak tiga orang. “Kami juga belajar berorganisasi di Hikmat (himpunan keluarga mahasiswa Al-Hikmah Thailand) ada kegiatan, diskusi dan olahraga bersama,” ujarnya.

Santri asal Thailand lainnya, Nuni, menambahkan dia dan teman-temannya bisa belajar Manakib, Istiqosah di Ponpes Matholiul Anwar. “Kalau di negara saya, kegiatan tersebut jarang-jarang ada,” jelasnya.

Selama proses “nyantri” menurut Nuni, tak banyak perbedaan yang mencolok antara di Indonesia dengan di Thailand. Hanya saja kitabnya sama tapi Arab pegonnya beda. “Kalau sini pegon jawa kalau di sana pegon jawi (arab melayu),” tuturnya.

Faktor bahasa dan makanan

Bahasa menjadi kendala utama dalam proses adaptasi selama berada di Indonesia. “Yang susah bahasanya, disini kan lebih banyak pakai bahasa Jawa. Sedangkan kami disana (Thailand) biasanya pakai bahasa melayu,” jelas Aini.

Ia menuturkan proses belajar bahasa Jawa para santri asal Thailand ini membutuhkan waktu kurang lebih satu tahun. “Belajar bahasa Jawa kurang lebih ya setahun, sekarang udah bisa sedikit-sedikit,” ungkap dia.

Aini melanjutkan, persoalan makanan, menjadi kendala yang kedua, karena perbedaan cara memasak dan lauk pauk yang tersedia.

“Kita di sini masak sendiri, karena tidak suka tahu-tempe. Tapi kita suka makan soto, sate, pecel, kalau rujak suka sekali,” katanya.

Nah, perkara bergaul dengan rekan-rekannya, Ia dan pelajar asal Thailand mengaku tak memiliki masalah. “Kita pernah main ke rumah teman yang di Tuban, Gresik,” tuturnya menambahkan.

Sementara, salah seorang pengasuh ponpes, Saifullah Abid kepada wartawan membenarkan kalau di ponpesnya ada sekitar 30an santri dari Thailand. Selain Thailand, kata Abid, di pondoknya juga ada santri dari Timor Leste. “Ya memang ada yang belajar di sini dan sambil kuliah,” tuturnya. [fath/faktualnews.co]

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

Pernah Nyantri di Gontor, Sekilas Profil Asep Saepudin Jahar Panelis Debat Kelima Capres

Bupati Kebumen akan Gratiskan Santri yang Mondok di Pesantren

Kementerian PUPR akan Bangun Rusun untuk Dua Pesantren di Luwu

Besok SK Bantuan Pesantren di Masa Covid-19 Terbit

Wali Kota Cilegon Beri Motivasi Santri Pesantren Ibnu Syam

TAGGED:pesantrenpondoksantri
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

SANTRI-ALUMNI

Doktor Tarbiyah Pertama dari Asia Tenggara, Nilai Summa Cumlaude

09/07/2020
NASIONAL

Merasa Terganggu Aktivitas, Seorang Pria Bakar Balai Pengajian Pesantren

14/06/2023
NASIONAL

Plt Wali Kota Tanjungbalai Tinjau Rencana Pembangunan Pesantren Modern

13/01/2022
KIAI-USTADZ

KH Mad Rodja Sukarta, Istiqomah Berjuang di Jalur Pesantren

29/06/2020
ustaz-abdul-somad-dukung-anies-baswedan
NASIONAL

Anies Silaturahmi ke Pesantren Hj Rohana dan Menginap di Kediaman Ustadz Abdul Somad

15/12/2023
NASIONAL

Menag Minta Pesantren Tak Gadaikan Independensi Demi Biaya Operasional

25/09/2023
NASIONAL

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Dukung Baznas Bantu Biaya Pendidikan Pesantren

30/10/2023
pesantren-ibnu-hafidz
KILAS PESANTREN

Pesantren Ibnu Hafidz Subang Wisuda Tahfidz 30 Juz. Lulusan Terbaik dapat Beasiswa S1, S2 dan S3

24/12/2023
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?