Suarapesantren.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memperkuat langkah transformasi digital di lingkungan pendidikan keagamaan dengan menggandeng Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP). Melalui kerja sama tersebut, sebanyak 108 pondok pesantren di Tangerang Selatan akan mendapatkan akses internet gratis sekaligus berbagai program peningkatan kapasitas digital bagi para santri dan pengasuh.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh elemen masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam menghadapi perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel, TB Asep Nurdin, mengatakan bahwa program ini tidak hanya menghadirkan infrastruktur digital, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran yang lebih modern di lingkungan pesantren.
“Kerja sama ini bertujuan memperkuat transformasi digital di lingkungan pesantren melalui penyediaan layanan internet gratis yang andal serta program peningkatan kapasitas digital bagi para santri,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (5/8/2026). dilansir dari megapolitan.kompas.com
Pernyataan tersebut disampaikan saat penandatanganan nota kesepahaman di Aula Al-Urwatul Wutsqa, Pondok Pesantren Al-Amanah Al-Gontory, Parigi Baru, Pondok Aren, Kamis (30/7/2026).
Internet Gratis Jadi Fondasi Pembelajaran Modern
Pemkot Tangsel menilai akses internet kini menjadi kebutuhan penting dalam mendukung proses belajar mengajar, dakwah, hingga pengembangan inovasi di lingkungan pesantren. Karena itu, penyediaan internet gratis menjadi salah satu fokus utama dalam program kerja sama ini.
Menurut Asep, pembangunan infrastruktur digital harus berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia agar teknologi dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Selain memperluas akses terhadap referensi keilmuan dan informasi keislaman dari sumber tepercaya, internet juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas administrasi pesantren sekaligus memperkuat jejaring antarlembaga pendidikan Islam.
“Kami juga ingin mendorong lahirnya santri yang memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi, kewirausahaan digital, dan ekonomi kreatif,” jelas Asep.
Siapkan 10 Program Penguatan Literasi Digital Santri
Untuk mendukung transformasi digital secara menyeluruh, Pemkot Tangsel telah menyiapkan 10 program kolaborasi yang akan diterapkan di lingkungan pesantren.
Program tersebut meliputi penyediaan layanan internet gratis, pelatihan literasi digital, pelatihan keamanan siber, digital marketing, hingga pelatihan pemanfaatan AI untuk kebutuhan pendidikan maupun pengembangan usaha.
Selain itu, para santri juga akan memperoleh pelatihan pembuatan konten kreatif, pendampingan digitalisasi pesantren, pelatihan UMKM digital, kompetisi inovasi digital antarsantri, hingga pembentukan komunitas Santri Digital Tangerang Selatan.
Asep menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memperluas akses teknologi di sektor pendidikan berbasis pesantren.
“Pesantren adalah bagian penting dari ekosistem pendidikan di Tangsel. Karena itu, kami ingin memastikan santri dan para pengasuh tidak tertinggal dalam memanfaatkan AI secara aman,” ujarnya.
Dorong Santri Siap Hadapi Ekonomi Digital
Melalui berbagai pelatihan tersebut, para santri diharapkan memiliki kemampuan literasi digital yang lebih baik, menguasai keterampilan teknologi informasi yang dibutuhkan dunia kerja, serta mampu menjadi kreator konten positif sekaligus pendakwah digital.
Tak hanya itu, program ini juga membuka peluang lahirnya generasi santri yang memiliki kemampuan berwirausaha di sektor digital atau digital entrepreneur.
Bagi pemerintah daerah, inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan indeks literasi digital masyarakat, mempercepat pemerataan akses teknologi, mendukung terwujudnya sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi digital yang tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Seminar AI Lengkapi Transformasi Digital Pesantren
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Pemkot Tangsel juga menggelar seminar mengenai implementasi kecerdasan buatan yang dimoderatori Irfandi Ahmad.
Seminar tersebut menghadirkan pakar teknologi informasi Onno W Purbo sebagai narasumber yang membahas berbagai peluang sekaligus batasan etis dalam penggunaan AI di dunia pendidikan.
Melalui kolaborasi bersama FSPP ini, Pemkot Tangsel optimistis pesantren mampu berkembang menjadi pusat pembelajaran modern yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
“Kami menempatkan pesantren sebagai pusat peradaban modern yang siap menghadapi era masyarakat digital,” ucapnya.

