SUARA PESANTREN | Depok–Pesantren tahfizh Madinatul Qur’an Depok kedatangan tamu istimewa pada Sabtu sore, 23 Maret lalu. Beliau adalah Syeikh Ahmad Suhaib Muhammad Mukhlalaati, imam shalat dan guru Al-Qur’an asal Palestina yang terusir dari negeri asalnya karena penjajahan Israel dan menetap di pengungsian Yordania. Beliau juga pewaris 4 sanad qiro’at.
Beliau datang ke Indonesia dalam rangka silaturahim, dan memberikan edukasi kepada masyarakat Indonesia mengenai keadaan saudara-saudara muslim di Palestina. Khususnya, tentang aksi genosida yang dilakukan oleh Zionis Israel la’natullah terhadap penduduk Gaza yang telah menelan korban lebih dari 31 ribu jiwa, yang mayoritas kaum wanita dan anak-anak.
Selama di MQ, beliau berbuka bersama para santri dan asatidz/musyrif, juga menjadi Imam shalat Maghrib, Isya, Tarawih, dan Witir. “Serta memberikan Tausyiyah dan melakukan penggalangan donasi untuk saudara-saudara di Palestina. Alhamdulillah terkumpul donasi sebesar Rp 36.714.500 dari para santri,” tutur Ust Aceng Hayatul Mubarok, M.Pd, kepala unit Tahfizh MQ.
Menurut Syeikh Ahmad Suhaib Muhammad Mukhlalaati, yang menjadi kekuatan mayarakat Gaza Palestina tetap teguh saat ini adalah mereka senantiasa menjaga shalat berjamaah, terutama shalat Shubuh. Shalat berjamaah Shubuh di sana sudah seperti shalat Jumat di negeri muslim lainnya. Selain itu mereka senantiasa dekat dengan Al-Qur’an dengan menghafalkannya. “Jadi para santri hendaklah mengikuti apa yang dilakukan oleh masyarakat Palestina disana yang senantiasa menjaga shalat berjamaahnya dan menjaga hubungan mereka dengan Al-Qur’an,” ajak beliau.
Beliau juga menceritakan kondisi yang dialami warga Gaza Palestina saat ini yang sangat sulit dan memprihantinkan, terutama dalam masalah penyediaan bahan makanan yang menimbulkan kelaparan, selain juga kondisi dari dampak penyerangan Israel yang menyebabkan kehancuran total di Gaza.
Dalam kunjungan tersebut, secara Umum beliau menyampaikan terimakasih kepada masyarakat Indonesia yang tanpa henti membantu saudara-saudara muslim di Palestina, mulai dari bantuan makanan, tempat pendidikan, masjid hingga rumah sakit yang dibangun murni dari sumbangan masyarakat Indonesia yang qadarullah saat ini tak luput dari serangan tentara zionis Israel. “Harapan beliau umat Islam bisa berkontribusi untuk menjaga masjid Al-Aqsha agar kembali ke pangkuan ummat Muslim,” demikian harapan Syeikh Ahmad Suhaib yang diceritakan Ust Aceng. [dhorifi]

