Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: Empat Santri Madinatul Qur’an Berhasil Khatamkan Hafalan Al-Qur’an 30 Juz
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > KILAS PESANTREN > Empat Santri Madinatul Qur’an Berhasil Khatamkan Hafalan Al-Qur’an 30 Juz
KILAS PESANTREN

Empat Santri Madinatul Qur’an Berhasil Khatamkan Hafalan Al-Qur’an 30 Juz

Suara Pesantren
Suara Pesantren Published 05/12/2023 11 Min Read
Share
madinatul quran depok

SUARA PESANTREN | Depok–Pesantren Tahfizh Madinatul Qur’an Depok Kembali menggelar Khotmil Qur’an 30 Juz pada Jumat kemarin lusa, 1 Desember 2023, bertempat di masjid MQ. Kali ini peserta yang mengikuti Khotmil Qur’an 30 Juz adalah 4 santri sekaligus, terdiri dari 2 santri kelas 9 SMP MQ, 1 santri kelas 11 SMA MQ dan 1 santri kelas 12 SMA MQ.

- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

Keempat santri tersebut adalah Umar Abdul Aziz, santri kelas 12 SMA MQ asal Depok; Muhammad Syafiq Atqon, kelas 11 SMA MQ asal Depok; Musthofa Haidar, kelas 9 SMP MQ asal Depok; dan Muhammad haikal Atthar, kelas 9 SMP MQ asal Bogor. Mereka merupakan Hafizh 30 Juz yang ke-33 hingga ke-36, dan berhak menyandang gelar Al-Hafizh.

Mereka berempat mengkhatamkan setoran terakhir di hadapan KH. DR. Rachmat Morado, Lc, MA, Al-Hafizh, selaku Mudir Tahfizh Pesantren Madinatul Qur’an Depok, dan KH. DR. Sholihien Hadzieq, M.HI, selaku Ketua Yayasan Madinatul Qur’an Depok, juga disaksikan para santri dan kedua orang tua mereka.

 

Sebagaimana pernah dikatakan Ketua LPMT (Lembaga Penjamin Mutu Tahsin & Tahfizh) Pesantren Madinatul Qur’an Depok, Ust Rizqi Ahmadian, S.Pd, rahasia santri mampu menghafal Al-Qur’an 30 juz dalam waktu singkat, karena mereka diberikan motivasi dan target dalam menghafal. Selain itu LPMT juga membuka program Halaqah Takhassus bagi santri yang mempunyai kemampuan menghafal cepat. “Alhamdulillah beberapa santri kami yang selesai 30 juz adalah alumni dari Halaqah Takhassus,” ungkapnya.

DR. Sholihien Hadzieq, M.HI, ketua yayasan MQ dalam sambutannya mengatakan, dari yayasan tidak ada kata lain selain rasa syukur dan bangga, serta mengucapkan terimakasih dan selamat kepada para ananda dan orangtuanya. “Hanii’an lakum!”

Beliau lalu menyetir janji Rasulullah Saw : “Man ta’allama qur’an wa amila bima fihi ulubisa walidau tajan yaumal qiyamah dzauha ahsanu min dzauissyamsi.” Menurut beliau, orang yang anaknya belajar/menghafal (Al-Qur’an) kemudian berusaha mengamalkan (Al-Qur’an), maka bukan hanya mereka yang istimewa di mata Allah, tetapi kedua orangtuanya pun kelak akan dikenakan mahkota yang begitu indah dan begitu bercahaya, lebih terang dari matahari.

Ketika dipakaikan pakaian kemuliaan yang luar biasa itu maka orangtuanya pun kaget, “Ya Allah perasaan saya dulu di dunia biasa-biasa saja kenapa sekarang saya mendapatkan kemuliaan seperti ini?” Lalu dijawab oleh Allah, “Fi akhdi waladika Qur’an.” (Ini karena anak-anak kalian yang memuliakan al-Qur’an). “Makanya orang-orang ahli qur’an itu wakhoshotu ahlullahi ahlul qur’ani wa khoshotu (orang yang dianggap sebagai keluarga Allah dan orang yang sangat khusus),” ucap beliau.

Selanjutnya Kyai Sholihien meminta kepada Mudir Tahfizh Pesantren Madinatul Qur’an Depok KH. DR. Rachmat Morado, Lc, MA, Al-Hafizh untuk memikirkan kelanjutan program bagi para santri yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz. Jangan sampai setelah ini mereka mandek. “Ini baru awal, mereka belum selesai, masih ada langkah-langkah berikutnya,” lanjutnya.

“Jangan sampai ittakhadu tilawatahu amalan. Jangan sampai kita beranggapan bahwa mengamalkan al-Qu’an itu hanyalah membaca atau menghafal, tetapi yang lebih dari, yaitu menjaganya, dan memahaminya sampai mengamalkannya. Nanti akan dijelaskan oleh Kyai Rachmat Morado,” ungkapnya.

Sementara itu KH. DR. Rachmat Morado, Lc, MA, Al-Hafizh selaku Mudir Tahfizh Pesantren Madinatul Qur’an Depok mengatakan, bahwa bisa menghafal Al-Qur’an 30 juz itu merupakan suatu nikmat yang sangat besar dari Allah. “Apalagi tadi ada yang baru berusia 14 tahun bisa mengkhatamkan hafalan 30 juz dan masih duduk di bangku SMP…subhanallah,” ucap beliau.

Beliau lalu bercerita tentang pengalamannya dulu,”Saya dulu baru mulai menghafal Al-Qur’an ketika duduk di bangku SMA. Sebelumnya saya belum pernah menghafal. Kalaupun menghafal, hanya surat-surat pilihan saja. Saya menghafal sendiri, tidak ada guru pembimbing. Karena Kyai Irfan, guru saya di MAN PK (Madrasah Aliyah Negeri-Program Khusus), dulu bukan seorang muhafizh.”

Saking penginnya menjadi seorang penghafal Al-Qur’an, Kyai Rachmat Morado sampai nitip beli kaset Syekh Sudais kepada temannya yang mau pergi ke Arab Saudi. Saat itu tahun 1996 dan kasetnya masih dalam format jadul, menggunakan pita. “Harganya pun lumayan mahal untuk ukuran tahun itu,” ungkap beliau.

Dan cara Kyai Irfan memotoring murid-muridnya yang sedang menghafal Al-Qur’an secara mandiri itu dengan cara sholat. Alhasil, di antara para murid MAN PK tersebut kemudian ada yang hafal 25 juz, 26 juz, dan bahkan ada yang 30 juz. “Saya sendiri ketika itu hafal 21 juz, tanpa adanya bimbingan, benar-benar mandiri,” kata Kyai Morado.

“Tapi karena keinginan saya untuk menjadi hafizh al-Qur’an 30 juz selama 3 tahun belum selesai, maka saya setorkan kepada Syekh saat kuliah di Al-Azhar Mesir. Saya baru bisa menamatkan halafan 30 juz itu di tahun 2001. Jadi total saya menghafal selama 5 tahun,” cerita beliau.

“Karena itu antum di sini, di MQ, sangat beruntung, karena digembleng secara khusus, ada program reguler, juga ada program takhassus. Jadi manfaatkanlah waktu di sini, di MQ, sebagai pondok al-Qur’an yang dibangun oleh almarhum (KH. Khairul Muttaqien) dan tim, dan insyAllah dilanjutkan perjuangannya oleh kita, agar kita tetap menjadi pejuang-pejuang Al-Qur’an,” lanjut KH. Morado.

Lebih lanjut KH Rachmat Morado mengemukakan bahwa penghafal qur’an itu disebut juga hamilul qur’an, yang membawa Al-Qur’an. Kenapa demikian? Karena kemana pun penghafal Al-Qur’an berada mereka harus mengingat Al-Qur’an, membawa Al-Qur’an. Sehingga Insya Allah kelak mereka berada pada tahapan Mutqin, karena mereka bisa muraja’ah dimanapun dan kapapun. “Dan itu tidak mungkin didapatkan kecuali dengan usaha yang keras. Maka setelah setoran ini ada tahapan mutqin, bagaimana bisa muraja’ah sehari 5 juz atau 6 juz. Dan saya akan kasih motivasi agar kita bisa benar-benar menjadi hamilul qur’an,” ungkap beliau.

Kyai Morado lalu bercerita, ada seorang Syekh bernama Ahmad Isa al-Ma’tsarawi, beliau ahli qiro’at dan guru besar di Al-Azhar Kairo. Ketika ditanyakan, “Ya Syekh bagaimana cara muraja’ah al-Qur’an?” Kata Syekh, “Aku muraja’ah dengan cara khatam setiap 10 hari. Dan setiap khatam aku khatam dengan satu riwayat.” Kemudian ditanyakan lagi kepada syekh tersebut, “Ya Syekh, apakah saat engkau muraja’ah engkau melihat Al-Qur’an?” Kata Syekh, “Tidak!” Ditanya lagi, “Sejak kapan, engkau muraja’ah tanpa melihat Al-Qur’an?” Kata Syekh, “Sejak 50 tahun.”

“Jadi, harapan saya dan juga tim, para asatidz disini, antum bisa terus menjaga, sampai Al-Qur’an benar-benar melekat di dalam hati antum. Insya Allah antum semua bisa,” kata Kyai Morado. “Dan setelah saya renungi cara Syekh tadi, ternyata saya juga pengin ngikutin, dan Alhamdulillah sekarang sudah jalan 7 tahun, saya bisa muraja’ah tanpa melihat Al-Qur’an,” lanjutnya.

“Intinya, kalau kita ingin jadi hamilul qur’an, maka kita harus membawa Al-Qur’an kapan pun dan dimanapun kita berada. Sering saya posting,’Tidak ada waktu nganggur untuk menghafalkan Al-Qur’an.’ Teruslah muraja’ah, lantunkan Al-Qur’an. Nggak ada waktu lowong. Lagi nunggu apa gitu, bacalah Al-Qur’an. Ngantri di rumah sakit, bacalah Al-Qur’an. Itulah kelebihan penghafal Al-Qur’an, dan pahala akan mengalir. Jadi ini harapan saya, antum semua bisa pada tahap hamilul qur’an. Tentu butuh waktu, untuk sampai antum bisa muraja’ah kapanpun dan dimanapun,” tandas KH Morado.

Selanjutnya, apa kaitannya/korelasinya antara hafalan dan amalan? Kata KH Morado, ketika saya terus muraja’ah atau terus mentadabburi Al-Qur’an, ternyata ada kaitannya. Apa kaitannya? Kalau kita bisa mengulang Al-Qur’an minimal 10 hari, atau sebulan khatam. Syukur-syukur bisa 15 hari khatam Al-Qur’an, atau 10 hari khatam, apalagi bisa 7 hari khatam, bahkan setiap minggu khatam-khatam-khatam-khatam. Maka al-Qur’an itu akan menempel di hati kita.

Apalagi kalau antum pada tahap mempelajari tafsirnya, mempelajari isinya, maka Al-Qur’an itu kayak ngingetin. Mau maksiat tiba-tiba ayat itu hadir: yaa aiyuhalladzina amanu quu anfusakum wa ahlikum naara. Jadi ayat al-Qur’an itu tiba-tiba hadir atau muncul di pikiran kita. Atau saat kita lagi malas, maka hadir ayat: wa jahidu fillahi haqqa jihadih. Nah pada tahap ini jelas ada hubungan atau kaitannya antara hafalan dengan amalan.

“Jelas ya, karena orang yang hafal dan ia mentadabburi dan ia merenungi dan ia punya khotmah/khatam rutin. Itu akan menjadi mengingat antum. atau tiba-tiba antum kesel atau marah dengan orang tua ingat ayat imma yablughonna indakal kibara ahadu huma atau killahuma fala takun lahuma uffin. InsyaAllah antum semua bisa menjadi hamilul qur’an,” kata Kyai Morado.

Beliau mengingatkan, jangan sampai ada perasaan bahwa setelah selesai setoran 30 juz di depan para asatidz dan para wali murid yang lain, maka tugasnya sudah tuntas, lalu Al-Qur’an ditutup. Tidak. ”Dengan hafal Al-Qur’an maka kita ingin terus merawat Al-Qur’an. Karena, seburuk-buruk mantan bukanlah mantan pacar, tetapi mantan hafizhul qur’an. Dulu pernah menghafal 30 juz, tapi tiba-tiba sekarang hafalannya tinggal setengah juz. Ini yang perlu antum camkan. Semoga antum bisa ke tahapan berikutnya, yaitu muraja’ah hafalan Al-Qur’an,“ tandasnya.

Akhirnya beliau berdua, KH Sholihien dan KH Rachmat Morado mengucapkan terimakasih dan ucapan jazakumullah khairan yang sebesar-besarnya kepada Ust Aceng Hayatul Mubarok, M.Pd, M.Ag, selaku kepala unit Tahfizh dan timnya, serta tentu kepada para asatidz semua yang telah mengantarkan anak-anak santri bisa mencapai prestasi tertinggi. “Karena sehebat-hebatnya murid itu pasti berkat bimbingan seorang guru,” ungkap beliau. (dz)

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

Pesantren Madinatul Qur’an Depok akan Selenggarakan Fosma dan MQ Icon

Ribuan Jamaah Padati Pesantren Al-Amien Prenduan, Ikuti Idul Khatmi Tarekat Tijaniyah ke-234

Menko Pemberdayaan Masyarakat Resmikan Gedung Baru di PPM Darel Azhar Rangkasbitung

Marc Klok Bantu Bangun Kembali Pesantren yang Terbakar di Pangalengan

Tim Jumat Barokah dan PIC Sumbang Semen Pembangunan Pesantren di Serang

TAGGED:pesantren madinatul quran depokpesantren tahfidz terbaik
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

KILAS PESANTREN

Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat Gelar Paket Ramadhan untuk Lansia

17/03/2024
alumni ummul quro
KILAS PESANTREN

Rakernas IKAPMI 2025: Mengukuhkan Visi Menyongsong UQI Emas 2043

26/01/2025
ponpes mbg
KILAS PESANTRENNASIONAL

Sinergi Lokal untuk Gizi Nasional, Pesantren Lampung Jalin Kerja Sama Pasokan MBG

22/08/2026
KILAS PESANTREN

30 Orang Filipina Belajar Pengelolaan Pesantren di Nurul Jadid

22/07/2024
KILAS PESANTREN

Fikri Fauzan Selesaikan Tasmi’ 30 Juz Bil Ghoib dalam Waktu 12 Jam

20/02/2024
Pesantren Assalam Banten Buka PPDB 2026
KILAS PESANTREN

Juara Umum FLS3N, Pesantren Assalam Banten Resmi Buka PPDB 2026/2027

08/06/2026
KILAS PESANTREN

Pesantren Al Fattah Sidoarjo Raih Juara Umum di Islamic Education Fair

19/10/2023
gontor 12 siak
KILAS PESANTREN

Gontor 12 Siak MoU dengan PERSI Bangun Kebun Kelapa Sawit

05/08/2022
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?