Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: Mengenang Perjuangan KH. Muhammad Idris Jauhari, Sang Mujahid Pendidikan Islam dari Madura
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > JEJAK ULAMA > Mengenang Perjuangan KH. Muhammad Idris Jauhari, Sang Mujahid Pendidikan Islam dari Madura
JEJAK ULAMA

Mengenang Perjuangan KH. Muhammad Idris Jauhari, Sang Mujahid Pendidikan Islam dari Madura

Suara Pesantren
Suara Pesantren Published 28/06/2024 5 Min Read
Share
kiai idris jauhari

SUARA PESANTREN | KH Muhammad Idris Jauhari lahir dengan Muhammad Idris hari Selasa, November 1952 sebelum maghrib. Sejak kecil Muhammad Idris hidup di tengah lingkungan keluarga yang kental dengan nuansa religius.

- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

Kiai Djauhari dan Nyai Maryam merupakan sosok orang tua yang senantiasa menanamkan nilai-nilai religus kepada putra-putrinya. Perhatian mereka yang besar terhadap pendidikan, turut mengalirkan sifat dan pribadi yang teguh dalam diri Kiai Idris.Buah jatuh tak jauh dari pohon.

Berkat kegigihan Kiai Djauhari dalam mendidik putra-putrinya, Muhammad Idris kecil pun tumbuh dengan spirit pendidikan dan religius yang kental. Selain mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat (SR), Muhammad Idris kecil pun belajar ilmu agama di MUD (Mathlabul Ulum Diniyah).

Kecerdasan Muhammad Idris kecil, sangat menonjol, meskipun intensitas belajar beliau biasa-biasa saja. Cukup baca sekali, lalu pergi bermain. Namun keistemewaannya adalah apa yang telah dibacanya mudah melekat kuat dalam ingatannya.

Kecintaan Muhammad Idris kecil terhadap ilmu pengetahuan, serta ketawaduannya, bukan sekadar ketika mengenyam pendidikan di Prenduan. Akan tetapi, berlanjut hingga masa-masa mondok di Gontor. Bidang bahasa Arab adalah salah satu keistimewaan yang menonjol pada dirinya.

Sehingga teman-temannya menjadikan beliau sebagai referensi rujukan bahasa Arab.Muhammad Idris muda yang cerdas dan ulet, terpaksa harus pulang kampung setelah menuntaskan pendidikannya di Gontor, di usia 18 tahun, pada bulan Desember 1970.

Dengan bekal pendidikannya di Gontor, Muhammad Idris muda mendampingi Kiai Djauhari dalam mengelola TMI Majelis, karena harus mendamping sang ayah yang mulai sakit-sakitan. Ya, di usia yang relatif muda itulah, beliau berkiprah.Belum genap setahun, Muhammad Idris muda berjuang di lembaga pendidikan bersama ayahnya, Kiai Djauhari, beliau harus menghadapi kenyataan memilukan.

Pada 11 Juni 1971, malam Sabtu, pukul 20.45, Kiai Djauhari wafat dipangkuan isteri dan Muhammad Idris muda, dengan meninggalkan sejuta harapan dan obsesi.

Pada tanggal 10 syawal 1371 H, bertepatan dengan 03 Desember 1971 M, TMI (Tarbiyatul Mu’allimien al-Islamiyah) khusus putra secara resmi berdiri. Ya, tidak salah lagi. Muhammad Idris muda lah yang mendirikannya, dengan spirit TMI Majlis yang diperjuangkan oleh Kiai Djauhari.

Di usia 19 tahun, Muhammad Idris muda, sudah menjadi direktur pertama TMI. Sejak itulah, murid-murid Kiai Djauhari dan masyarakat setempat menyebut beliau Kiai Idris.

Pengangkatan Kiai Muhammad Idris Jauhari, sempat menimbulkan silang pendapat dari kalangan masyarakat tua sekitar. Mereka menganggap Kiai Idris masih terlalu muda untuk memimpin lembaga tersebut. Namun berkat dorongan dari para aghniya (pengusaha), langkah Kiai Idris terus mendapat dukungan.

Bahkan, beberapa di antaranya memberikan bantuan untuk pembangunan gedung pendidikan bagi santri-santri TMI, yang waktu itu masih menggunakan bangunan bengkel berbilik bambu, milik Bu Jemmar.

Pendidikan TMI ini, menandai fase baru dalam sejarah perkembangan Al-Amien Prenduan. Kiai Idris muda, dengan kegigihannya, seakan menjawab tantangan zaman, dengan mencari format pendidikan yang sesuai kebutuhan masyarakat.

Di satu sisi, beliau menemukan wadah baru untuk mengimplementasikan ide-ide pemikirannya di bidang pendidikan, namun di sisi lain implementasi itu tidak semudah membalik telapak tangan.

Sejarah mencatat Kiai Idris merupakan tokoh sentral dan aktor penting dalam sejarah perkembangan pondok pesantren Al-Amien prenduan, dari masa ke masa. TMIAl-Amien Prenduan, merupakan gambaran yang merepresentasikan pondok pesantren Al-Amien.

Kurikulum Al-Amien, khususnya TMI, memiliki sistem yang cukup unik, sangat praktis. Kiai Idris memadukan sistem klasik dan modern. Meskipun pada batas-batas tertentu, sistem TMI, merupakan replika dari KMI Gontor.

Pada awal pendirian TMI Al-Amien Prenduan, banyak pengalaman yang dilalui oleh Kiai Idris. Keraguan masyarakat sekitar tentang kapasitas Kiai Idris muda dalam mengawal TMI, semakin terjawab dan menemui titik terang. Wajar saja, karena saat itu banyak masyarakat yang tidak mengerti dasar, tujuan, orientasi, dan dasar pendidikan visioner semacam TMI.

Hari kamis, 08 sya’ban 1433 H/ 28 Juni 2012 M, pukul 06.00 WIB, langit Tanah Djauhari dirundung mendung. Kiai Idris, salah satu pejuang pendidikan Al-Amien Prenduan, dipanggil oleh Allah SWT. Beliau menghembuskan napas terakhir di usia 60 tahun, setelah berjuang melawan sakit yang beliau alami selama 17 bulan.

Ribuan santrinya dan ulama dari penjuru nusantara turut hadir mengantar beliau menuju peristirahatan terakhir. Pepohonan di Tanah Djauhari, seakan merunduk mengiringi kepergian Sang Kiai.

Kubah masjid yang hijau, menjadi saksi langkah-langkah ibadah beliau yang selalu menjejakkan keningnya, ketika berjamaah dengan para santrinya.

Dinding-dinding kelas seakan merekam suara lantang beliau dalam membimbing para santrinya belajar. Semua orang yang mengenal beliau, akan menyimpan rasa rindu yang mendalam kepada beliau.*

Sumber: warkat.al-amien.ac

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

Wapres Minta Alumni Pesantren Berkontribusi Membangun Ekonomi Umat

Nu’man, Santri Al-Amien Prenduan Juara 2 Lomba Baca Puisi Nasional Tingkat SMA

Unusa Bersama YDSF Gagas Pesantren Bersemi. Apa Itu?

Kemenag akan Berikan Rekognisi Akademik untuk Para Kiai di Hari Santri 2023

Pesantren Menjadi Pendidikan Pilihan Bukan Alternatif

TAGGED:alumni pesantrenhari santriijin operasional pondok pesantrenKH Muhammad Idris Jauharipendidikan pesantrenpesantren lansiapesantren modern terbaikpesantren muadalahpondok pesantren Al-Amien
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

SANTRI-ALUMNI

Alumni Pesantren Modern Datok Sulaiman Palopo Bentuk LBH IKA

21/01/2024
anies muhaimin
NASIONAL

Mengintip 7 Agenda AMIN Wujudkan ‘Santri Tauladan Pesantren Gemilang’

10/01/2024
kemandirian pesantren
NASIONAL

Stafsus Wapres Lukman Hakim: Arus Baru Ekonomi Berbasis Pesantren

16/05/2023
SANTRI-ALUMNI

Dua Ustadz Pesantren Gontor Raih Juara Kaligrafi Internasional di Irak

18/01/2024
KILAS PESANTREN

Perhutani Tuban Salurkan Dana Program TJSL ke Pesantren Tanwirul Qulub

30/12/2023
KILAS PESANTREN

Pimpinan Pesantren Gontor Resmikan Masjid Pesantren Darul Hijrah Martapura

19/12/2023
santri gontor
NASIONAL

Apa yang Dimaksud Pesantren Muadalah? Simak Penjelasannya

06/06/2024
JEJAK ULAMA

10 Nasehat KH. Hasyim Asyari Bagi Penuntut Ilmu

13/06/2023
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?