Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: Ketika Sarung Bertemu Sains
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > NASIONAL > Ketika Sarung Bertemu Sains
NASIONAL

Ketika Sarung Bertemu Sains

Suara Pesantren
Suara Pesantren Published 25/12/2024 5 Min Read
Share

Catatan Cak AT

Ketika rombongan masyayikh pesantren bersilaturahim ke kampus hijau nan ilmiah IPB, terbayanglah sebuah revolusi di balik peci dan sarung. Pertemuan dengan Rektor IPB membuka lembaran baru —kerjasama di bidang pendidikan, sains, dan pengembangan ekonomi pesantren. Salah satu topik menarik yang mereka kerjasamakan tak lain STEM, atau mungkin lebih jauh lagi, STREAM.

- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

Rombongan kyai yang tergabung dalam Perhimpunan Pengasuh Pesantren Indonesia (P2i), dipimpin oleh sang “Presiden” Kyai Tata Taufik, itu merancang STEM masuk lebih dalam ke pesantren. Ya, Anda tahu, STEM adalah singkatan dari Science, Technology, Engineering, and Mathematics. Konsep pendidikan ini bertujuan mencetak lulusan yang siap menghadapi dunia teknologi modern.

Versi lebih artistik dari STEM adalah STEAM, di mana “A” melambangkan Arts —sebuah usaha mengimbangi otak kiri dan kanan. Namun, untuk pesantren, tentu yang lebih cocok adalah STREAM, yaitu STEAM ditambah “R” (Religion). Bayangkan, santri tak hanya menguasai ilmu agama tapi juga sains, teknologi, seni, hingga keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills atau HOTS).

Sayangnya, hingga saat ini baru sebagian pesantren yang menerapkan model pembelajaran ala STEM, apalagi STREAM. Padahal, bayangkan kemungkinan yang terjadi jika pesantren benar-benar mengadopsi pendekatan ini. Ngaji kitab kuning yang berjilid-jilid, yang biasanya memeras otak untuk memahami bahasa Arab gundul, digabungkan dengan pembelajaran robotika dan kecerdasan buatan dalam bahasa Inggris.

Jika itu terjadi, pesantren bukan lagi sekadar pencetak ulama. Mereka akan menjadi pusat lahirnya Ibnu Khaldun baru yang paham ilmu sosial modern, Khawarizmi baru yang menciptakan algoritma masa depan, atau Al-Biruni era digital yang menulis traktat tentang bintang sekaligus teknologi blockchain. Santri bukan hanya menghafal Shahih Bukhari, tapi juga bisa merancang program kecerdasan buatan yang mampu memahami teks-teks kuno.

Namun, jangan lupakan esensi pesantren. Di tengah semangat berpikir kritis dan logis, Allah Swt tetap menjadi poros utama. Pendidikan STREAM di pesantren akan memastikan bahwa santri tidak hanya berpikir out of the box, tetapi juga in the divine box. Berpikir tingkat tinggi (HOTS) tidak harus membuat mereka lupa bahwa segala ilmu berasal dari Sang Maha Ilmu.

Sekjen P2i, K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D., menggarisbawahi perlunya skema beasiswa khusus agar kader-kader pesantren bisa melanjutkan studi di kampus-kampus unggulan seperti IPB. Dengan begitu, kaderisasi di pesantren dapat berlangsung lebih terstruktur. Jika langkah ini diwujudkan, bukan tidak mungkin pesantren akan melahirkan generasi ulama intelektual yang mampu berkontribusi dalam ilmu pengetahuan global.

Betapa tidak. STEM yang dipakai IPB, mungkin juga STREAM, bukan hanya soal penguasaan sains dan teknologi. STREAM adalah pendekatan yang menyatukan ilmu dunia dan akhirat, menjadikan santri sebagai individu yang multidimensional. Mereka bisa menjadi ahli fiqih yang juga paham bioteknologi, atau ahli tafsir yang juga memahami revolusi industri 4.0.

Salah satu tantangan terbesar, bagaimana memadukan pembelajaran agama dan ilmu pengetahuan umum. Untuk itu, pendekatan kurikulum yang integratif menjadi kunci. Misalnya, pelajaran tafsir bisa diintegrasikan dengan kajian sains tentang alam semesta. Pelajaran fiqih muamalah bisa dikaitkan dengan studi ekonomi syariah modern. Dengan demikian, pesantren tak hanya mencetak generasi yang paham agama, tetapi juga kompeten dalam menghadapi tantangan zaman.

Setelah pertemuan dengan Rektor IPB, para kyai melanjutkan diskusi dengan Dekan School of Business IPB. Topik utamanya, peluang pengembangan unit-unit usaha ekonomi pesantren. Bayangkan jika pesantren mengadopsi teknologi pertanian IPB. Santri yang biasa memelihara ikan lele kini bisa belajar aquaponik, atau bagaimana menghasilkan ikan dan sayuran dalam satu sistem.

Lebih jauh lagi, mungkin pesantren akan memiliki program studi baru: Tafsir Artificial Intelligence, Jurusan Bioteknologi Halal, atau Teknik Sipil Syariah.

Kunjungan masyayikh ke IPB hanyalah awal dari revolusi pendidikan pesantren. Mereka tak ingin pesantren menjadi institusi mandeg. Mereka paham, model pembelajaran STREAM sudah tersedia lama, menjadi peluang besar bagi pesantren untuk menjadi pusat peradaban baru, seperti masa keemasan Islam di era Al-Andalus.

Namun, tentu semuanya membutuhkan komitmen, baik dari pesantren maupun pemerintah. Jadi, akankah kita menyaksikan pesantren sebagai pusat sains dan teknologi berbasis spiritual? Kita tunggu saja. Sebab, seperti kata pepatah, “Di balik sarung, ada masa depan.”

Cak AT – Ahmadie Thaha
Ma’had Tadabbur al-Qur’an, 25/12/2024

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

Sebanyak 7 Kiai dan Nyai Terima Beasiswa ke Jerman Kerjasama Kemenag-LPDP

Permainan Olahraga yang Sering Dilakukan Santri di Pesantren

270 Kepala Desa Ikuti Pesantren Kilat yang Digelar Pemda Sumedang

Kemenag Tegaskan Program Kemandirian Pesantren Tak Ada Pungli

Prabowo Temui Sejumlah Kiai di Surabaya

TAGGED:ipbmajelis masyayikhsain
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

pesantren
NASIONAL

Mahfud MD: Pemerintah tak Pernah Bubarkan Pesantren

13/07/2023
NASIONAL

Inilah 6 Program Unggulan Pesantren Muhammadiyah Hasil Rakornas 2023

06/09/2023
NASIONAL

1.000 Pesantren di Jabar akan Dapat Bantuan Modal OPOP

08/09/2021
NASIONAL

Bupati dan Walikota Hadiri Peresmian Pembangunan Pesantren Ayyastiyah

09/11/2020
NASIONAL

Wapres Minta Alumni Pesantren Berkontribusi Membangun Ekonomi Umat

30/05/2022
mbg pesantren
NASIONAL

Kemenag Perkuat Implementasi Program MBG di Madrasah dan Pesantren

02/04/2026
santri festival
NASIONAL

Kemenag dan Kemenbud Selenggarakan Santri Film Festival, Yuk Daftar!

30/10/2025
majelis masyayikh
NASIONAL

Majelis Masyayikh Rumuskan Standar Mutu Pendidikan Nonformal Pesantren

04/07/2024
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?