Suarapesantren.com – Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pondok Pesantren 2026 yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi menuntaskan seluruh tahapan seleksi. Dari total 942 pendaftar, sebanyak 73 peserta berhasil lolos dan berhak menerima beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.
Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LSFF) Provinsi Jawa Tengah, Hasyim Muhammad, menjelaskan bahwa proses seleksi berlangsung ketat sejak pendaftaran dibuka pada 2025 lalu. Seluruh peserta harus melewati seleksi akademik dan wawancara yang menguji kemampuan membaca kitab kuning, hafalan Al-Qur’an, pengetahuan kepesantrenan, hingga wawasan kebangsaan.
“Setelah disaring, dari 942 pendaftar, yang lolos 73 orang. Semuanya santri dan pengasuh pesantren, karena beasiswa ini khusus untuk mereka, nama-namanya sudah kitakan pada 3 Agustus 2026,” katanya di Semarang, Senin (3/8/2026). dilansir dari jatengprov.go.id
Kesempatan Kuliah Hingga ke Luar Negeri
Dari total 73 penerima beasiswa, sebanyak 15 orang dinyatakan lolos untuk melanjutkan studi S1 di luar negeri, sementara 58 orang lainnya memperoleh beasiswa pendidikan S1, S2, dan S3 di dalam negeri.
Adapun tujuan beasiswa luar negeri meliputi China, Al Azhar Mesir, dan Yaman.
Para penerima juga berasal dari berbagai bidang keilmuan, mulai dari kedokteran, kesehatan masyarakat, pertanian, humaniora, hingga ilmu-ilmu keislaman.
Penerima Beasiswa Dapat Biaya Kuliah hingga Tiket Pesawat
Hasyim menjelaskan bahwa penerima beasiswa luar negeri akan memperoleh dukungan pembiayaan yang cukup lengkap. Bantuan tersebut mencakup biaya kuliah, pengurusan visa, biaya hidup, asuransi kesehatan, hingga tiket pesawat pulang-pergi.
Sementara itu, penerima beasiswa dalam negeri akan memperoleh bantuan berupa pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) setiap semester.
“Beasiswa akan dimulai pada semester ini, tergantung dari kalender akademik masing-masing perguruan tinggi. Yang jelas kampusnya harus yang sudah melakukan Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” imbuhnya.
Penerima Akan Dibekali Motivasi Sebelum Kuliah
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan para penerima beasiswa akan dikumpulkan pada pertengahan Agustus 2026 untuk mengikuti bimbingan teknis sekaligus mendapatkan motivasi agar mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik.
Menurutnya, pembekalan tersebut menjadi bagian penting agar para penerima benar-benar memanfaatkan kesempatan belajar yang diberikan pemerintah.
“Alhamdulilah untuk program beasiwa santri dan pengasuh pesantren sudah menyelesaikan semua tahapanya. Perkiraan di pertengahan bulan ini (Agustus) mereka akan kita panggil, kita motivasi agar benar-benar kepedulian pendidikannya,” ucapnya.
Lulusan Diharapkan Kembali Mengabdi ke Pesantren
Taj Yasin juga berharap penerima beasiswa, khususnya yang menempuh pendidikan di dalam negeri, tetap aktif mengikuti kegiatan akademik di kampus meskipun terdapat kebijakan pembelajaran yang tidak mewajibkan kehadiran secara langsung.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa setelah menyelesaikan pendidikan, para penerima beasiswa diharapkan kembali ke pondok pesantren asal untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh.
Karena merupakan program perdana, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Jika hasilnya sesuai harapan, program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren akan kembali dibuka pada tahun mendatang dengan cakupan yang lebih luas.

