Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: Inilah 5 Langkah Hentikan Kekerasan di Lingkungan Pesantren
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > NASIONAL > Inilah 5 Langkah Hentikan Kekerasan di Lingkungan Pesantren
NASIONAL

Inilah 5 Langkah Hentikan Kekerasan di Lingkungan Pesantren

Suara Pesantren
Suara Pesantren Published 02/10/2024 3 Min Read
Share

SUARA PESANTREN | Jakarta–Alumnus Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Bahrul Fuad menyoroti kasus kekerasan di lingkungan pondok pesantren.

- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

Cak Fu, sapaan akrabnya, menyatakan bahwa praktik kekerasan bukan metode yang efektif dalam mendidik santri. Kekerasan justru berimbas negatif kepada kepribadian santri.

Cak Fu menawarkan lima langkah untuk menghilangkan praktik kekerasan di pondok pesantren. Pertama, mendorong agar pengasuh dan pengurus pesantren merumuskan kebijakan yang maslahat. Tak kalah penting adalah melakukan pengawalan dan perbaikan atas kebijakan tersebut secara berkesinambungan.

Kedua, pengasuh dan pihak pesantren harus memiliki kebijakan atau sistem pencegahan perundungan atau praktik kekerasan yang baik. Misal ada aturan sanksi tegas terhadap para pelaku bullying/kekerasan. “Ketiga, perlu adanya monitoring dan evaluasi berkala terhadap kebijakan dan sistem pencegahan perundungan/kekerasan di pesantren,” kata Cak Fu, Senin (30/9/24).

Keempat, mendorong agar pengasuh, pengurus serta pembina pesantren membuat program selingan yang mampu menarik serta menampung minat dan bakat santri. “Pengasuh harus menciptakan suasana kehidupan pesantren yang menyenangkan, yang memberikan ruang ekspresi kreatif para santri. Hal ini dengan mengembangkan kurikulum yang menitikberatkan pada minat dan bakat santri. Sehingga santri tidak merasa penat dengan beban pelajaran yang padat,” kata Komisioner Komnas Perempuan itu.

Kelima, para pendidik di pesantren harus membangun komunikasi intens dengan santri. Sebab menurutnya interaksi dan komunikasi langsung antara pengasuh dengan santri dapat mencegah peluang terjadinya perundungan atau praktik kekerasan di kalangan santri. Melalui interaksi langsung, pengasuh akan lebih mengenal karakter para santrinya dan dapat memberikan nasihat secara langsung.

Sementara itu, Psikolog Keluarga Alissa Qotrunnada Wahid mengatakan bahwa kasus kekersan yang berada di permukaan adalah bagian dari fenomena puncak gunung es. Dalam pengertian, di bawah kasus-kasus tersebut terdapat sistem yang menggerakkan terjadinya berbagai bentuk kekerasan di lembaga pendidikan. Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama sebagai upaya perbaikan dari sejumlah penggerak sistem tersebut, antara lain pemerintah, pengasuh pesantren serta ormas-ormas, terutama Nahdlatul Ulama.

“Karena itu PBNU sekarang sedang menyiapkan langkah langkah untuk bisa menghadirkan pesantren yang bebas dari kekerasan, apapun bentuk kekerasan itu,” kata ketua PBNU itu pada Kamis (5/9/2024).

Sebelumnya dijelaskan bahwa ada sejumlah faktor yang menyebabkan terjadinya perundungan. Faktor tersebut antara lain; faktor emosi yang kurang stabil, faktor keluarga yang kurang harmonis, faktor (lingkungan) pesantren yang tidak suportif, serta faktor masyarakat yang menganggap kekerasan sebagai kewajaran.

Sumber: nu.or.id

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

Pesantren Muhammadiyah dari Puluhan, Sekarang Berjumlah 440 Pondok

Bank BTN Libatkan Pesantren Mengedukasi Santri Jadi Developer

Waow, Kemenag Siapkan Hadiah Total Rp2,7 M untuk Santri Juara MQKN 2023

Menteri PPPA: Pesantren Ramah Anak Upaya Cegah Kekerasan

Polri Edukasi Santri Bijak Bermedia Sosial, Bhabinkamtibmas Pasawahan Perkuat Literasi Digital

TAGGED:dunia pesantrenkekerasan
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

kpai pesantren
NASIONAL

Komisioner KPAI Sosialisasikan Regulasi Perlindungan Anak di Pesantren

16/02/2023
NASIONAL

Wapres Dorong Pesantren Jadi Wadah Pengembangan Ekonomi Syariah

13/08/2021
Dari Pesantren ke Istana, Santri Qurrotu Nafsin Belajar Langsung Mengenal Istana Kepresidenan
NASIONAL

Dari Pesantren ke Istana, Santri Qurrotu Nafsin Antusias Mengenal Lebih Dekat Istana Kepresidenan

26/06/2026
NASIONAL

Anggota Komisi VIII DPR: Pondok Pesantren Perlu Perhatian Khusus

04/03/2021
NASIONAL

Ini yang Akan Ditempuh Pemerintah untuk Membina Pesantren Al Zaytun

15/07/2023
beasiswa santri
NASIONAL

Kemenkeu akan Bantu 14.115 Pesantren untuk Pembelajaran Online

16/07/2020
NASIONAL

Bantuan Rp2 Miliar untuk para Ustadz Pesantren di Kabupaten Sumedang

03/05/2024
wakil ketua II DPRD provinsi kalimantan tengah
NASIONAL

Pesantren Lansia Humikea Hadir di Palangka Raya, Wadah Lansia Tetap Aktif dan Bermakna

03/06/2026
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?