Suarapesantren.com – Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta dan Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri resmi memperkuat kolaborasi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama akademik. Kesepakatan tersebut ditandatangani di Ruang Senat UIT Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (12/6/2026).
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Presiden Universitas Darunnajah KH Sofwan Manaf dan Rektor UIT Lirboyo KH Reza Ahmad Zahid. Kerja sama ini menjadi langkah awal untuk mempererat sinergi antara dua perguruan tinggi yang sama-sama lahir dari tradisi pendidikan pesantren.
Delegasi Universitas Darunnajah dipimpin KH Sofwan Manaf bersama Wakil Rektor Muhammad Irfanudin Kurniawan, dosen Rizma Ilfi, serta sejumlah rombongan lainnya. Sementara itu, UIT Lirboyo menyambut rombongan melalui Rektor KH Reza Ahmad Zahid beserta jajaran pimpinan kampus dan sivitas akademika.
Silaturahmi Sekaligus Belajar Mengembangkan Pendidikan Pesantren
Dalam sambutannya, KH Sofwan Manaf menegaskan bahwa kunjungan ke UIT Lirboyo bukan sekadar agenda penandatanganan kerja sama, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar mempererat silaturahmi dan menimba pengalaman dalam mengembangkan pendidikan tinggi berbasis pesantren.
“Niat kami hadir di Universitas Islam Tribakti ini adalah silaturahmi dan mencari keberkahan. Kami datang untuk belajar,” kata Sofwan dalam keterangannya yang diterima NU Online Jakarta, Senin (15/6/2026).dilansir dari jakarta.nu.or.id
Ia menjelaskan, Universitas Darunnajah berdiri pada tahun 2022 melalui penggabungan sejumlah sekolah tinggi yang berada di bawah Yayasan Darunnajah.
Saat ini, jaringan Darunnajah telah berkembang menjadi 23 kampus pesantren yang tersebar di berbagai daerah dengan total aset tanah wakaf produktif mencapai sekitar 1.228 hektare.
Menurut KH Sofwan, kolaborasi dengan UIT Lirboyo diharapkan tidak berhenti pada bidang akademik semata, tetapi juga berkembang ke sektor ekonomi, bisnis, hingga kesehatan.
UIT Lirboyo Usung Semangat “Dari Pesantren untuk Bangsa”
Rektor UIT Lirboyo KH Reza Ahmad Zahid atau Gus Reza menyampaikan bahwa kampus yang dipimpinnya berada di bawah naungan Pondok Pesantren Lirboyo dengan moto “Dari Pesantren untuk Bangsa”.
Ia mengungkapkan bahwa lebih dari 80 persen mahasiswa UIT berasal dari lingkungan pesantren, sehingga karakter kepesantrenan menjadi identitas utama kampus tersebut.
Gus Reza juga menjelaskan bahwa UIT Lirboyo yang berdiri sejak 1966 kini memiliki 17 program studi. Selain menjalankan pendidikan tinggi, kampus tersebut secara rutin mengirim dosen dan alumninya ke berbagai negara seperti Inggris, Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand untuk berdakwah sekaligus mengajarkan ilmu agama.
“Kami hanya meneruskan tradisi dan budaya para leluhur kami,” ujar Gus Reza.
Kerja Sama Berlanjut ke Riset, Dakwah, dan Internasionalisasi
Penandatanganan MoU menjadi fondasi awal bagi kedua perguruan tinggi untuk menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih operasional.
Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan akademik, penelitian, dakwah, hingga internasionalisasi kampus. Melalui kolaborasi tersebut, Universitas Darunnajah dan UIT Lirboyo berharap dapat memperkuat kontribusi perguruan tinggi Islam berbasis pesantren dalam menjawab tantangan dunia pendidikan sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Sinergi ini juga menjadi bukti bahwa tradisi pesantren terus bertransformasi, tidak hanya menjaga warisan keilmuan Islam, tetapi juga aktif membangun jejaring akademik untuk menghadapi dinamika pendidikan tinggi di era modern.

