Dr. H. Adib, M.Ag. mendapat amanah baru sebagai Direktur Ma’had Aly pada Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama. Ia dilantik Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama empat pejabat eselon II lainnya di Jakarta pada Selasa, 29 September 2026.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari pengisian struktur organisasi Direktorat Jenderal Pesantren, satuan kerja baru setingkat eselon I di Kementerian Agama. Selain Adib, empat pejabat lain yang dilantik mengisi posisi strategis di bidang kesekretariatan, pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan pesantren.
Penempatan Adib di Direktorat Ma’had Aly berkaitan erat dengan bidang pendidikan tinggi keagamaan Islam berbasis pesantren. Pengalaman di lingkungan pesantren, perguruan tinggi Islam, serta birokrasi Kementerian Agama menjadi bagian dari perjalanan yang mengantarkannya pada posisi tersebut.
Berawal dari Lingkungan Pesantren
Dr. H. Adib, M.Ag. lahir di Indramayu pada 15 Mei 1974. Pendidikan awalnya ditempuh melalui lingkungan madrasah, mulai dari MI Ma’arif Pranggong, MTs GUPPI Lohbener hingga PGAN Cirebon. Ia juga tercatat sebagai alumni Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon.
Pendidikan tinggi kemudian ditempuh di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Gunung Djati Cirebon pada Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dan selesai pada 1995. Adib melanjutkan pendidikan magister Dirasah Islamiyah di IAIN Sunan Ampel Surabaya, sebelum meraih gelar doktor Dirasah Islamiyah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2007.
Perjalanan akademiknya dimulai sebagai dosen STAIN Samarinda pada 1998. Setelah itu, ia melanjutkan pengabdian di IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan dipercaya menduduki sejumlah posisi struktural.
Adib pernah menjabat Dekan Fakultas Adab, Dakwah dan Ushuluddin pada 2011–2015, kemudian menjadi Wakil Rektor II pada periode 2015–2020.
Melanjutkan Karier di Birokrasi Kemenag
Karier Adib kemudian berkembang ke lingkungan birokrasi Kementerian Agama. Pada 2020, ia dipercaya menjadi Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat. Sebelum kembali menjabat sebagai Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta pada September 2024, ia juga pernah mengemban sejumlah jabatan strategis di tingkat pusat.
Di antaranya adalah Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah serta Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah pada Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam.
Pengalaman tersebut berjalan beriringan dengan keterlibatannya dalam dunia pesantren. Adib tercatat sebagai pengasuh Pondok Pesantren Modern Ar-Rahmat di Weragati, Majalengka. Pesantren tersebut mengembangkan pendidikan dari jenjang dasar hingga Madrasah Aliyah Unggulan Ar-Rahmat yang didirikan atas prakarsa Adib dan istrinya pada 2015.
Tantangan Pengembangan Ma’had Aly
Kini, pengalaman sebagai santri, akademisi, pimpinan perguruan tinggi, pengasuh pesantren, dan birokrat Kemenag menjadi bagian dari perjalanan Adib dalam memimpin Direktorat Ma’had Aly.
Ma’had Aly merupakan pendidikan tinggi keagamaan Islam berbasis pesantren. Karena itu, penguatan kelembagaan dan pengembangan pendidikan menjadi bagian penting dalam perjalanan direktorat tersebut.
Dalam pelantikan pejabat eselon II Ditjen Pesantren, Menag Nasaruddin Umar menekankan perhatian terhadap masa depan santri dan penguatan lembaga baru tersebut. Ditjen Pesantren sendiri dibentuk sebagai satuan kerja setingkat eselon I di Kementerian Agama melalui regulasi yang ditetapkan pada 2026.
Pemerintah juga tengah membangun struktur dan tata kelola Ditjen Pesantren agar berbagai unsur kelembagaan dapat menjalankan tugas sesuai bidangnya. Dalam konteks Ma’had Aly, tantangannya mencakup penguatan pendidikan tinggi pesantren sekaligus menjaga karakter keilmuan yang menjadi cirinya.
Dengan pengalaman yang melintasi ruang pesantren, akademik, dan pemerintahan, amanah baru ini menempatkan Dr. Adib pada bagian penting dari proses pengembangan pendidikan tinggi berbasis pesantren di lingkungan Kementerian Agama.

