Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: [REVIEW] Pesantren Asshiddiqiyah Berawal dari Pondok Triplek Kini Santrinya 35 Ribu di 12 Cabang
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > REVIEW PESANTREN > [REVIEW] Pesantren Asshiddiqiyah Berawal dari Pondok Triplek Kini Santrinya 35 Ribu di 12 Cabang
REVIEW PESANTREN

[REVIEW] Pesantren Asshiddiqiyah Berawal dari Pondok Triplek Kini Santrinya 35 Ribu di 12 Cabang

Suara Pesantren
Suara Pesantren Published 11/09/2023 7 Min Read
Share

SUARA PESANTREN | Jakarta–Peringatan HUT ke 38 Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Kedoya, Kebun Jeruk Jakarta Barat, berlangsung meriah. Lebih dari 7.500 santri terlibat langsung dalam rangkaian peringatan Harlah Pondok Pesantren yang cukup megah tersebut.

Daftar Isi
Berawal dari Pondok TriplekAwal Merintis 30 Santri35.000 Santri, 12 Cabang AsshiddiqiyahAsshiddiqiyah Netral dan Independen
- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

Pondok Pesantren Asshidiqiyah didirikan oleh KH Nur Mahammad Iskandar. Kiai asal Banyuwangi Jawa Timur itu wafat pada 13 Desember 2020. Sekarang digantikan oleh putra sulung almarhum, yakni KH. Ahmad Mahrus Iskandar atau yang akrab disapa Gus Mahrus.

Gus Mahrus mengatakan, HUT Asshidiqiyah kali ini diselenggarakan secara sederhana dilaksanakan oleh para santri dan pengasuh. “Kami hanya memberi pengarahan saja, santri Asshiddiqiyah harus membangun silaturahmi yang baik, walaupun berasal dari bemacam-macam suku, kita semua bersaudara,” kata Gus Mahrus, seperti dilansir Ngopibareng.id, Sabtu 9 September 2023 .

Meski acara hari ulang tahun diadakan secara sederhana, tapi cukup meriah. Diawali dengan bazar, kemudian Asshiddiqiyah bersolawat, yang diselenggarakan pada Jumat malam 8 September 2023.

Sabtu 9 September diisi dengan karnaval Nusantara, di Jalan Panjang Kedoya, yang diikuti perwakilan Asshiddiqiyah di seluruh Indonesia. Mereka memakai pakaian adat dari daerahnya masing-masing. Rangkaian acara HUT Asshiddiqiyah akan diakhiri dengan pentas tari di Gedung Serbaguna Asshiddiqiyah.

Berawal dari Pondok Triplek

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah merupakan sebuah lembaga pendidikan Islam dan lembaga sosial keagamaan yang didirikan oleh KH. Noer Muhammad Iskandar SQ.

Asshiddiqiyah ini dibangun di atas tanah seluas 2000 meter, wakaf dari keluarga H. Abdul Ghoni Dja‟ani kepada H. Rosyadi, kemudian diwakafkan kembali kepada Kiai Noer.

Pada saat itu, tanah tersebut masih dipenuhi rawa dan sawah serta terdapat kubangan kerbau. Dalam membangun Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Kiai Noer menggunakan beberapa cara. Pertama, diawali dengan membangun sebuah musala kecil dengan menggunakan triplek.

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah dirintis dengan keprihatinan. Namun, dalam keprihatinan tersebut Kiai Noer punya keyakinan yang cukup kuat, bahwa kelak lembaga pendidikan pondok pesantren ini akan maju dan berkembang pesat.

Yang kedua pada tahun 1986, cara yang ditempuh Kiai Noer dalam mengembangkan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, yaitu dengan membuka SMP Manba’ul Ulum Asshiddiqiyah, Madrasah Aliyah Manbaul Ulum Asshiddiqiyah dan Ma’had ’Aly Saa’idusshiddiqiyah (Sekolah Tinggi Agama Islam, setara Strata 1) di kawasan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta.

Nama Manba’ul Ulum digunakan untuk penamaan Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah. Nama tersebut, diambil dari nama pondok pesantren yang dibangun oleh ayah Kiai Noer yaitu Kiai Iskandar di daerah Sumber Beras, Banyuwangi, Jawa Timur. Sebelum lembaga pendidikan ini resmi berdiri, Asshiddiqiyah justru mengawali pendidikannya dengan sistem pengajaran Ribathiah, yakni sebuah kholaqoh salaf.

Awal Merintis 30 Santri

Para santri Ribathiah ini belajar dan mengaji kepada guru dan kiai sambil memegang salah satu bidang pekerjaan di pondok itu. Selain itu, juga diadakan pengajian mingguan.

Anak-anak remaja dan pemuda banyak yang tertarik dan ikut ke pengajian itu. Dari bekal santri Ribathiah dan santri mingguan, Kiai Noer mencoba mendirikan lembaga pendidikan formal. Pada saat itu perhatian masyarakat terhadap Pondok Pesantren Asshiddiqiyah masih kecil.

Tapi Kiai Noer tetap berjuang untuk membuka lembaga pendidikan Islam. Murid pertama yang mengikuti lembaga pendidikan Islam berasal dari santri Ribathiah. Santri pertama berjumlah 30 santri putra dan putri.

Setahun sudah Madrasah Tsanawiyah berjalan. Ternyata kepercayaan masyarakat mulai meningkat, banyak orang berdatangan untuk menyantri di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah. Kepercayaan ini adalah amanat yang Kyai Noer terima dan wajib menjalankannya dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga.

Pada tahun kedua Kiai Noer sudah harus membuka Madrasah Aliyah untuk menampung semua santri yang ada di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah. Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Kebon Jeruk Jakarta Barat ini adalah Pondok Pesantren Asshiddiqiyah yang pertama.

35.000 Santri, 12 Cabang Asshiddiqiyah

Dari bangun triplek, Asshiddiqiyah kini menjadi pondok pesantren di Jakarta yang megah, dan memiliki 12 cabang. Di antaranya Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Pusat, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II, Batuceper, Tanggerang, Banten. Pondok Pesantren Asshiddiqiyah III, Cilamaya Wetan, Karawang, Jawa Barat.

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah IV, Cilamaya Kulon, Karawang, Jawa Barat. Pondok Pesantren Asshiddiqiyah V, Cilamaya Wetan, Karawang, Jawa Barat. Pondok Pesantren Asshiddiqiyah VI, Serpong, Tanggerang Selatan, Banten. Pondok Pesantren Asshiddiqiyah VII, Cijeruk Bogor, Jawa Barat. Pondok Pesantren Asshiddiqiyah VIII, Musi Banyuasin, Palembang, Sumatera Selatan. Pondok Pesantren Asshiddiqiyah IX, Putra Buyut, Lampung Tengah. Pondok Pesantren Asshiddiqiyah X, Cianjur, Jawa Barat, dan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah XI, Way Kanan, Lampung.

Jumlah santrinya pun terus bertambah, dari semula cuma lima orang, kini lebih dari 35 .000 santri yang belajar di 12 cabang. Sampai saat ini, Pesantren Asshididlqiyah telah memiliki sekitar 75.000 alumni yang tersebar di seluruh Indonesia. Di antara mereka ada yang mempunyai jabatan di pemerintahan, anggota DPR, TNI/ Polri dan guru.

Asshiddiqiyah Netral dan Independen

Mahrus Iskandar menegaskan bahwa “Pondok Ashiddiqiyah bebas dari afiliasi politik manapun, lembaga ini berperan menjaga keberagaman dalam ukhuwah islamiyah dan tempat berjuang menuntut ilmu, bukan tempat yang tepat untuk berpolitik praktis. Lembaga kita tetap netral.”

Ketidakberpihakan pesantren kepada dunia politik bukan tanpa alasan, karena pesantren merupakan wadah pendidikan yang tengah berjuang agar mampu menciptakan generasi terbaik untuk aset bangsa di masa yang akan datang.

Dalam hal ini merupakan kewajiban bersama-sama untuk membentengi dan menjaga dari berbagai macam perselisihan dan perbedaan yang dapat merusak ukhuwah islamiyah.

Alumni-alummi Asshiddiqiyah yang tersebar di seluruh Indonesia, dan walisantri juga memiliki kebebasan dalam menentukan pilihan, bahkan banyak yang bergabung dengan berbagai partai politik yang berbeda-beda.

Berdasarkan hal itu, seluruh perjuangan tersebut diniatkan demi menggapai Ridho Allah swt. Asshiddiqiyah sebagai pondok pesantren tetap istiqamah turut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia agar selalu dalam lindungan Allah SWT. [rojink]

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

[REVIEW] +7 Pondok Pesantren Modern Terbaik Unggulan di Jawa Tengah

[REVIEW] Darussalam Gontor, Pondok Pesantren Modern Pertama di Indonesia

[REVIEW] Inilah 56 Pesantren yang Berusia Lebih dari 100 Tahun di Indonesia

[REVIEW] Inilah 7 Pesantren Modern di Wilayah Banten

[REVIEW] Pesantren Al-Amanah Al-Gontory, dari Kebun Jadi Pusat Pendidikan Islam di Tangsel

TAGGED:kh ahmad mahrus iskandarkh nur muhammad iskandarPesantren Asshiddiqiyah Jakartapesantren di jakarta
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

pesantren al-ikhlas taliwang
REVIEW PESANTREN

[REVIEW] Pondok Pesantren Al-Ikhlas Taliwang Sajikan Pendidikan Modern Terbaik di Sumbawa

17/08/2023
Pesantren Inggris Assalam Bogor-1
REVIEW PESANTREN

[REVIEW] Pesantren Inggris Assalam Bogor, Bekas Tampungan Anak Jalanan

08/07/2024
REVIEW PESANTREN

[REVIEW] Pesantren Darussalam Rajapolah, dari Kandang Ayam jadi Pesantren Modern

22/06/2024
REVIEW PESANTREN

[REVIEW] Rekomendasi Pesantren Unggulan di Kota Lamongan Jawa Timur

15/07/2023
REVIEW PESANTREN

[REVIEW] Inilah 6 Universitas Berbasis Pesantren Salafiyah

31/05/2024
REVIEW PESANTREN

[REVIEW] Pesantren Daar El-Qolam Gintung Terbaik di Banten, Usianya Lebih Setengah Abad

23/07/2023
stop bullying di pesantren
NASIONAL

RMI-NU Jakarta Bentuk Satgas Bullying di Pesantren, Ini Nomor Kontaknya!

13/08/2024
pesawat di pesantren
REVIEW PESANTREN

[REVIEW] Uniknya Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Ada Pesawat Bouroq ‘Parkir’

05/07/2023
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?