Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: Pemerintah Luncurkan Program Pesantren Bebas TB, Sasar 40 Ribu Pesantren di Indonesia
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > KILAS PESANTREN > Pemerintah Luncurkan Program Pesantren Bebas TB, Sasar 40 Ribu Pesantren di Indonesia
KILAS PESANTRENNASIONAL

Pemerintah Luncurkan Program Pesantren Bebas TB, Sasar 40 Ribu Pesantren di Indonesia

Salwa
Salwa Published 04/11/2026 6 Min Read
Share
pesantren
dok.antaranews.com

Suarapesantren.com – Pemerintah mulai memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis (TB) di lingkungan pesantren melalui peluncuran Program Pesantren Bebas Tuberkulosis secara nasional. Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan para santri memperoleh akses pelayanan kesehatan yang layak sekaligus meningkatkan deteksi dini terhadap penyakit menular tersebut.

Daftar Isi
Terintegrasi dengan Program Cek Kesehatan GratisKementerian Kesehatan Siap Dukung Penanganan TB di PesantrenFasilitas Kesehatan Pesantren Masih Menjadi TantanganDimulai dari Deli Serdang, Diharapkan Menjangkau Seluruh Indonesia
- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

Peluncuran program dipusatkan di Pondok Pesantren Mawaridussalam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kegiatan ini melibatkan sejumlah kementerian sebagai bentuk kolaborasi dalam membangun lingkungan pesantren yang lebih sehat dan terlindungi dari ancaman TB.

Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo Muhammad Syafi’i, mengatakan program tersebut penting karena pesantren memiliki jumlah penghuni yang besar dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“Ada 40 ribu lebih pesantren dengan jutaan santri di seluruh Indonesia. Santri juga memiliki hak yang sama dalam kesehatan. Ini sejalan dengan cita-cita mulia Presiden Prabowo melalui Asta Cita keempat,” ujar Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo Muhammad Syafi’i dalam keterangannya di Jakarta, Rabu. dilansir dari antaranews.com

Menurutnya, lingkungan pesantren perlu mendapatkan perhatian serius dalam aspek kesehatan. Para santri memiliki hak yang sama dengan masyarakat lainnya untuk memperoleh pemeriksaan, pencegahan, serta penanganan penyakit secara layak.

Terintegrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis

Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah melalui Program Pesantren Bebas TB adalah memperluas jangkauan pemeriksaan kesehatan di lingkungan pesantren. Pelaksanaannya akan diintegrasikan dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi santri.

Integrasi tersebut diharapkan memudahkan proses pemeriksaan sehingga kondisi kesehatan warga pesantren dapat diketahui lebih dini. Dengan deteksi yang lebih luas, upaya pencegahan dan penanganan TB diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah.

Romo Syafi’i menegaskan bahwa program ini tidak dapat dijalankan oleh satu kementerian saja. Dibutuhkan kerja bersama lintas sektor agar seluruh kebutuhan kesehatan di pesantren dapat terpenuhi.

“Tidak ada keberhasilan yang dicapai sendiri-sendiri. Tidak boleh ada kementerian yang bekerja sendiri-sendiri. Kita ini satu tim. Tidak ada keberhasilan individual, yang ada adalah keberhasilan bersama,” kata dia.

Dalam pembagian peran, Kementerian Agama bertanggung jawab pada pembinaan pesantren. Sementara itu, dukungan obat-obatan, tenaga kesehatan, dan tenaga ahli melibatkan Kementerian Kesehatan serta kementerian terkait lainnya.

Setelah dimulai di Sumatera Utara, gerakan Pesantren Bebas TB direncanakan berlanjut ke sejumlah daerah, meliputi Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga DKI Jakarta.

Kementerian Kesehatan Siap Dukung Penanganan TB di Pesantren

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Kementerian Kesehatan. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Octavianus, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh pelaksanaan Pesantren Bebas TB.

Menurutnya, para santri berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai, termasuk pemeriksaan, deteksi dini, dan penanganan tuberkulosis. Karena itu, sinergi antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama menjadi bagian penting untuk memastikan program berjalan efektif.

Dukungan tersebut juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Kementerian Kesehatan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama serta kementerian terkait lainnya agar program dapat menjangkau lebih banyak pesantren. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menghadirkan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga memperkuat sistem pelayanan medis di lingkungan pendidikan keagamaan.

Fasilitas Kesehatan Pesantren Masih Menjadi Tantangan

Direktur Jenderal Pesantren, Basnang Said, mengungkapkan bahwa persoalan kesehatan masih menjadi tantangan kompleks bagi banyak pesantren di Indonesia.

Dari sekitar 40 ribu pesantren yang tersebar di berbagai daerah, belum banyak yang memiliki klinik atau poliklinik dengan dukungan tenaga medis profesional. Kondisi tersebut membuat penguatan layanan kesehatan pesantren perlu menjadi perhatian bersama.

Basnang mendorong kolaborasi lintas kementerian untuk meningkatkan ketersediaan fasilitas kesehatan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengadakan penyuluhan kesehatan secara rutin dengan melibatkan puskesmas setempat.

Selain fasilitas, kemudahan akses pelayanan medis juga menjadi hal penting. Santri yang membutuhkan pengobatan harus tetap memperoleh layanan tanpa terkendala persoalan domisili.

Menurutnya, penanganan terhadap santri yang sakit perlu dilakukan secara cepat dan tepat. Keterlambatan pengobatan berisiko memperburuk kondisi pasien sekaligus meningkatkan kemungkinan penularan penyakit kepada orang lain.

Karena itu, penguatan sistem pelayanan kesehatan di pesantren tidak cukup hanya melalui pemeriksaan berkala. Diperlukan pula koordinasi dengan fasilitas kesehatan terdekat agar santri yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat segera memperoleh bantuan medis.

Dimulai dari Deli Serdang, Diharapkan Menjangkau Seluruh Indonesia

Peluncuran Program Pesantren Bebas TB di Pondok Pesantren Mawaridussalam menjadi langkah awal untuk memperluas gerakan pencegahan tuberkulosis di lingkungan pesantren.

Pemerintah berharap program ini dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan pengelola pesantren, tenaga kesehatan, serta berbagai lembaga terkait. Dengan begitu, upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga bagian dari kesadaran seluruh warga pesantren.

Basnang Said berharap semangat yang dimulai dari Sumatera Utara dapat diikuti oleh pesantren di berbagai daerah.

“Dari Pondok Pesantren Mawaridussalam ini kita memulai ikhtiar yang bermakna bagi masa depan pesantren. Semoga semangat dan komitmen pemerintah untuk mewujudkan pesantren yang sehat dan bebas tuberkulosis dapat menyebar ke seluruh penjuru Nusantara,” kata dia.

Melalui program ini, pemerintah berupaya menempatkan kesehatan sebagai bagian penting dari penyelenggaraan pendidikan pesantren. Sebab, lingkungan belajar yang sehat menjadi salah satu fondasi agar para santri dapat menjalani pendidikan, mengembangkan potensi, dan beraktivitas dengan lebih aman.

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

Kemenag: Dana Bantuan Covid-19 Hanya Cukup Untuk 75 Persen Pesantren

Tips Mencegah Penyakit Batuk Menular pada Santri di Pesantren

Berapa Pesantren yang Mendapatkan Inkubasi Bisnis dari Pemerintah? Ini Datanya

15.000 Peserta Siap Meriahkan Jambore Pramuka Muslim Dunia di Cibubur

Usaha Kopi Berbasis Pesantren, Strategi Cak Imin Perkuat Kemandirian Santri dan Warga

TAGGED:Kementerian AgamaKementerian Kesehatanpencegahan penyakit menularPesantren Bebas TBsantri
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren

Panen Perdana Pakcoy di Green House Madinatul Qur’an Depok

Suara Pesantren Suara Pesantren 01/11/2026
Ketika Ilmu harus Berjalan Bersama Adab
Ketika Agama Kehilangan Sanad: Kritik atas Fenomena Berbicara Tanpa Ilmu di Era Digital
Pemkab Bogor Apresiasi 103 Marbot dan Satgas Hadiah Umroh Gratis
Dirjen Pesantren Dorong UIB Buka Prodi Manajemen Pesantren
 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

NASIONAL

Saat Jumatan, Pesantren Darul Huffazh Aceh Tenggara Terbakar

15/08/2020
NASIONAL

OJK Sebut BWM Penting Dorong Ekonomi Masyarakat di Pesantren

08/03/2021
KH. Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I
KIAI-USTADZ

Kiai Didik, Raih Predikat Mumtaz Program Doktoral di King Abdul Aziz University

26/05/2023
NASIONAL

539 Santri Pesantren Darussalam Blokagung Positif Covid

02/09/2020
KILAS PESANTREN

Pesantren Suryalaya Jadi Percontohan Digitalisasi Pesantren se-Jabar

05/09/2020
bahtsul masail di cirebon
NASIONAL

Bahtsul Masail di Cirebon Bahas Tambang untuk Ormas, Tapera hingga Judi Online

25/07/2024
NASIONAL

Kemenag akan Menggelar Pameran Pesantren Virtual

28/08/2021
santri mengaji
NASIONAL

Apa yang Perlu Dilakukan Para Stakeholder Pendidikan Pesantren?

05/01/2026
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?