Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: ‘Nyawa’ Dapur SPPG di Tangan Pengawas Gizi dan Jurutama Masak 
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > NASIONAL > ‘Nyawa’ Dapur SPPG di Tangan Pengawas Gizi dan Jurutama Masak 
NASIONAL

‘Nyawa’ Dapur SPPG di Tangan Pengawas Gizi dan Jurutama Masak 

Suara Pesantren
Suara Pesantren Published 24/05/2026 5 Min Read
Share

Suarapesantren.com | Jakarta – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menegaskan bahwa nyawa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sesungguhnya berada di tangan para Pengawas Gizi dan Jurutama Masak. Namun, selama ini mereka yang banyak bertugas di dapur, justru jarang dilibatkan dalam kegiatan sosialisasi, pendidikan, dan pelatihan yang diselenggarakan BGN.

- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

“Diteruskan atau tidaknya Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) ini, sesungguhnya ada di tangan anda semua,” kata Wakil Kepala BGN yang membidangi urusan Komunikasi Publik dan Investigasi itu, dalam acara Sosialisasi Keamanan Pangan untuk Pengawas Gizi dan Jurutama Masak SPPG se Provinsi DKI Jakarta, di Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2026.

Di tahun 2026 Program MBG akan fokus pada persoalan kemanan pangan atau food safety. Karena itu Nanik menggencarkan kegiatan sosialisasi, pendidikan, dan pelatihan mengenai gizi dan tata kelola memasak, untuk para Pengawas Gizi dan Jurutama Masak di seluruh Indonesia. Hal ini sangat penting, agar mereka dapat memahami dan mengelola proses memasak di dapur SPPG dengan baik, aman, dan sehat.

Nanik lalu mengungkapkan kesedihannya saat menceritakan banyak dapur SPPG yang dia inspeksi selama ini, sebenarnya jauh sekali dari cita-cita Presiden saat merancang Program MBG. Misalnya, Presiden menghendaki agar dapur SPPG adalah bangunan baru. Tapi pada pelaksanaannya, dengan alasan mengejar target penerima manfaat, kini sekitar 80 persen dapur SPPG berasal dari bangunan eksisting, seperti bekas bangunan rumah, café, rumah makan, dan ruko.

Padahal bangunan itu banyak yang sempit dan tak memenuhi petunjuk teknis tentang luas dan layout dapur. Akibatnya alur dapur kacau dan sering menjadi penyebab terjadinya kontaminasi silang serta berdampak pada kasus-kasus insiden keamanan pangan. “Kalau toh itu (bekas) rumah, seharusnya tetap mengikuti juknis, bukan juknis mengikuti rumah,” ujar Mantan Jurnalis Senior itu.

Ketua Harian Tim Koordinasi 17 Kementerian dan Lembaga untuk Pelaksanaan Program MBG itu juga mengungkapkan keheranannya soal luas dapur SPPG yang sempit tapi bisa beroperasi. Menurut petunjuk teknis, luas dapur seharusnya 400 meter persegi. Tapi saat sidak, Nanik masih menemukan banyak “Rumah Liliput” yang dijadikan dapur SPPG. “Kalau kayak gini belum kejadian, mungkin doa pemiliknya kenceng banget, jadi masih dicintai sama Allah, sehingga belum kejadian,” ujarnya.

Dari hasil temuan saat sidak di berbagai SPPG di hampir seluruh wilayah di Indonesia, Nanik kemudian menginisiasi penyusunan petunjuk teknis SPPG yang baru. Petunjuk teknis itu meliputi Petujuk Teknis tentang Layout, tentang Peralatan, dan tentang Tata Kelola Memasak di dapur SPPG. Selain itu juga akan disusun petunjuk tentang penanganan bahan pangan, dan bank menu.

Nanik kemudian menekankan bahwa di tahun 2026 ini, Presiden telah memerintahkan agar Program MBG harus berkualitas. Karena itu, penambahan dapur SPPG baru akan distop dulu. BGN akan lebih berkonsentrasi dalam mengurus perbaikan kualitas dan tata kelola program MBG. “Dan yang paling penting, Pengawas Gizi sama Juru Masak ini harus klop,” ujarnya.

Ia lalu mengungkapkan temuannya saat sidak di lapangan, yang membuatnya sering tak habis pikir. “Kadang-kadang Juru Masaknya ngeyel, merasa paling pinter, Pengawas Gizinya juga sok pinter… Ya kan? Nggak ketemu… Nggak komunikasi yang terjadi… Ayo bener nggak…?” tanya Nanik. “Betuuul…,” kata para peserta pelatihan. “Itulah… Terus gimana mau aman makanan, kalau Pengawas Gizi dan Juru Masaknya tidak pernah akur, bahkan tidak pernah ketemu… Beneran… Ada dapur yang Pengawas Gizinya nggak pernah datang. Ada juga Pengawas Gizi yang datangnya pagi sementara masaknya sudah selesai. Gimana… Ditambah Kepala SPPG-nya nggak pernah ke dapur,” ujarnya yang disambut tepuk tangan dan teriakan setuju para peserta.

Nanik mengaku kasihan tiap kali mendengar Presiden berpidato tentang MBG. Sebab, selama ini Presiden tidak mengetahui kondisi riil di lapangan, ketika di bawah ternyata dapur dijalankan secara amburadul. Karena itu Nanik berusaha keras meluruskan peraturan, SOP, dan petunjuk teknis pengelolaan dapur, termasuk peningkatan mutu sumber daya manusia, seperti sosialisasi dan pelatihan Pengawas Gizi dan Jurutama Masak ini.

Untuk itu, Nanik berharap agar ke depan para Pengawas Gizi dan Juru Masak saling bekerja sama dengan baik dalam mengelola dapur SPPG, sehingga bisa memproduksi MBG yang aman, sehat, dan bergizi. Selain itu, ia juga berencana membuat semacam kursus-kursus atau sekolah untuk para juru masak yang akan dibiayai oleh BGN, serta penyusunan bank menu.[]

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

Cak Imin Lepas 175 Lulusan Pesantren BIMA, Siap Kuliah ke China, Tunisia, hingga Rusia

Harlah Ke-3 Ponpes Roudhotul Jannah, Sekda Banyuasin Ajak Santri Istiqomah Amalkan Ilmu

Wakil Kepala BGN Sidak SPPG di Pesantren Darunnajah Jakarta

Anies Baswedan Napak Tilas Pendiri NU dan Silaturahmi ke Sejumlah Pesantren di Jombang

Majelis Masyayikh Susun Dokumen Standar Mutu Pendidikan Nonformal Pesantren

TAGGED:mbg pesantrenprogram mbgsppg
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

alergi kulit santri
Kesehatan

Cara Mengatasi Alergi Kulit bagi Santri di Pesantren

12/12/2024
NASIONAL

Peran Strategis Pesantren Dalam Upaya Mitigasi Perubahan Iklim

11/07/2023
NASIONAL

Cak Imin: Laskar AMIN Jadi Ujung Tombak Pemilih di Pedesaan hingga Pesantren

11/11/2023
Muamalah

The Night Before Eid: Malam Takbiran, Waktunya Muhasabah Niat

26/05/2026
NASIONAL

Anies Baswedan Tak Ingin Lagi Ada Ketimpangan antara Pendidikan Umum dan Pesantren

10/10/2023
NASIONAL

Ketua Majelis Masyayikh Imbau Pengelola Pesantren Pahami UU Pesantren

15/11/2022
Kesehatan

Obat Batuk Tradisional untuk Santri: Mengatasi Batuk dengan Ramuan Herbal

18/10/2024
NASIONAL

Menteri Haji dan Umrah Minta Jemaah Haji Fokus Ibadah Saat Melepas Keberangkatan Jemaah Haji Kloter Pertama di Tengah Kondisi Timur Tengah yang Memanas

23/04/2026
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?