Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: 100 Tahun Gontor, Prabowo Hadir dan Alumni Algodam Kembali Berkumpul
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > SEABAD GONTOR > 100 Tahun Gontor, Prabowo Hadir dan Alumni Algodam Kembali Berkumpul
SEABAD GONTOR

100 Tahun Gontor, Prabowo Hadir dan Alumni Algodam Kembali Berkumpul

Salwa
Salwa Published 24/09/2026 8 Min Read
Share
alumni algodam
dok.hariansentana.com

Suarapesantren.com – Peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar pesantren, termasuk para alumninya. Presiden Prabowo Subianto turut hadir dalam acara peringatan satu abad Gontor pada Sabtu, 19 September 2026, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan pesantren dan sumber daya manusia.

Daftar Isi
Sambutan Penuh Humor hingga Seruan “Free Palestine”Alumni Algodam Hadir dari Berbagai DaerahBasecamp Jadi Tempat Menyambung Cerita LamaAlumni Gontor Lahirkan Pesantren di Berbagai DaerahDari Jalur Pendidikan hingga Dunia UsahaNostalgia Band dan Pertemuan dengan Sahabat Lama
- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

Presiden bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan kepala daerah dijadwalkan tiba di Jawa Timur melalui Lanud Iswahjudi Magetan menggunakan pesawat. Dari sana, rombongan melanjutkan perjalanan dengan helikopter menuju kampus Universitas Darussalam (Unida) Gontor.

Setelah meresmikan Fakultas Kedokteran, Presiden kemudian menuju Pondok Modern Darussalam Gontor untuk mengikuti resepsi kesyukuran satu abad lembaga pendidikan Islam yang berdiri sejak 1926 tersebut.

Sambutan Penuh Humor hingga Seruan “Free Palestine”

Dalam resepsi tersebut, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal menyampaikan sambutan selamat datang kepada Presiden dan para tamu undangan.

Sambutan Kiyai Hasan yang berlangsung selama 20 menit menjadi perhatian karena disampaikan dengan gaya ceplas-ceplos dan penuh humor, namun tetap sarat makna.

Selain itu, Wakil Grand Syaikh Al Azhar Mesir Mohamed Abdelrahman Eldeweny turut memberikan sambutan. Ia menyoroti hubungan pendidikan dan keilmuan antara Gontor dan Mesir yang telah terjalin selama puluhan tahun.

Presiden Prabowo kemudian menyampaikan pidato di hadapan anggota Badan Wakaf Pondok Modern Gontor, dewan guru, santri, alumnus, serta tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.

Salah satu momen yang menarik perhatian terjadi ketika Presiden meneriakkan “Free Palestine”. Seruan tersebut disambut Duta Besar Palestina yang maju ke panggung dan mengenakan kafiyeh kepada Presiden.

Rangkaian kegiatan Presiden di Gontor kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dewan guru dan santri sebelum ia kembali ke Jakarta.

Alumni Algodam Hadir dari Berbagai Daerah

Peringatan satu abad Gontor juga menjadi kesempatan bagi para alumni untuk kembali berkumpul. Komunitas alumni Pondok Modern Gontor tahun 1984-1985, Algodam, turut berpartisipasi dalam momentum tersebut.

Komunitas ini diinisiasi oleh ketuanya, Fathur Rohman. Karena anggota Algodam tersebar di berbagai wilayah Nusantara, rombongan yang berangkat bersama sebagian besar berasal dari Jabodetabek. Sementara alumni dari daerah lain berangkat secara mandiri dengan koordinasi Ustaz Kholisudin dan Daddy Taufick.

Perjalanan juga diwarnai cerita tersendiri. Karena terlambat berangkat selama 2 jam, salah satu peserta harus menyusul bersama Ahmad Najib dan baru bergabung dengan rombongan di Rest Area 456 Semarang.

Sementara itu, Ustaz Zubaidi yang kini menjadi dosen di Universiti Islam Antar Bangsa Malaysia berangkat langsung dari Kuala Lumpur. Alumni lain dari Malaysia, Ustaz Rahmat Abu Seman dari Ipoh, tidak dapat hadir dan mengikuti acara melalui live streaming.

Basecamp Jadi Tempat Menyambung Cerita Lama

Kekompakan alumni Algodam semakin terlihat ketika Ustaz Farid Sulistiyo, pengajar Ilmu Tarbiyah, menyediakan rumahnya sebagai basecamp.

Alumni yang datang dari berbagai daerah, seperti Makassar, Lombok, Palembang, Banten dan wilayah lainnya, menjadikan tempat tersebut sebagai ruang untuk melepas lelah sekaligus bernostalgia.

Obrolan dan kenangan masa lalu berlangsung hingga pukul 02.00. Namun pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 04.00, para alumni sudah kembali bangun, melaksanakan sholat Subuh, dan bersiap menuju lokasi acara.

Pengamanan di sekitar lokasi berlangsung ketat dengan melibatkan Paspampres dan polisi, serta didukung seksi keamanan Pondok Modern Gontor. Persiapan administrasi yang dilakukan Ustaz Kholisudin membuat perjalanan rombongan berjalan lancar.

Alumni Gontor Lahirkan Pesantren di Berbagai Daerah

Satu abad perjalanan Gontor juga tercermin dari kiprah para alumninya. Sebagai institusi pendidikan, Gontor telah melahirkan alumni yang kemudian membangun dan mengembangkan pesantren di berbagai daerah Indonesia.

Di lingkungan Algodam, misalnya, terdapat sejumlah alumni yang mendirikan pesantren dengan jumlah santri mencapai ratusan hingga ribuan. Beberapa di antaranya juga kemudian dikenal sebagai kiai.

Nama-nama tersebut antara lain K.H. Sulaiman Effendi dari Ponpes Manahijussadat, Lebak, Banten; K.H.M. Masrur Syamhari dari Pesantren Tahfidzul Qur’an & Bahasa Arab Bina Madani, Ciawi, Bogor; Tgk. Hasanain Juwaini dari Ponpes Nurul Haramain di Narmada, NTB; KH DR Sobahussurur, pendiri pesantren besar di Lamongan, Jawa Timur; KH Muttaqin Said, pendiri pesantren di Bone, Sulawesi Selatan; Hadi Muhlison di Blitar; Rosyidin Bina di Sumatera Utara; Abdul Fattah Tusiran dan Syamsul Hadi Muslim di Blitar; Kiyai Ohan Suhana di Tasikmalaya; serta K.H. Mahmud Farid dari Pesantren Riyadhul Ulum Condong, Tasikmalaya, dan sejumlah alumni lainnya.

Jejak tersebut menunjukkan bahwa pengaruh pendidikan Gontor tidak berhenti ketika santri meninggalkan kompleks pesantren. Nilai dan pengalaman yang diperoleh selama belajar kemudian dibawa untuk membangun lembaga pendidikan dan aktivitas sosial di berbagai daerah.

Dari Jalur Pendidikan hingga Dunia Usaha

Di antara alumni Algodam juga terdapat Ahmad Zainudin, salah satu cucu pendiri Pondok Modern Gontor KH Abdulah Sahal. Setelah lulus kelas eksperimen 6B, ia melalui Sipenmaru diterima di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia bersama teman seangkatannya, Haziq Mansyur.

Di Gontor sendiri terdapat dua jalur pendidikan. Jalur pertama merupakan kelas biasa dari kelas 1 hingga 6 yang setara SMP dan SMA atau SMU saat ini, bagi siswa yang masuk sebagai lulusan SD/ibtidaiyah/setara.

Selain itu, terdapat kelas eksperimen bagi siswa yang masuk dengan ijazah SMP/SMA. Jalur ini ditempuh melalui kelas 1 exp, 3 exp dan 5 exp sebelum melanjutkan ke kelas 6.

Pendidikan di Gontor juga tidak hanya diarahkan untuk melahirkan pendidik. Para santri didorong untuk berkembang di berbagai bidang, termasuk menulis dan dunia usaha.

Salah satu alumninya adalah DR Saifudin Umar, yang kini menjadi dosen S2 program doktorat STAI Ar Rasyid, Surabaya. Di bidang usaha, terdapat pula alumni seperti Thohir Maksudi, pengusaha rotan dari Cirebon, serta alumni lain yang menekuni bisnis travel umrah, rumah makan, dan berbagai usaha lainnya.

Nostalgia Band dan Pertemuan dengan Sahabat Lama

Bagi para alumni, kembali ke Gontor setelah puluhan tahun bukan sekadar menghadiri perayaan satu abad. Ada kenangan lama yang kembali muncul dan mempertemukan mereka dengan sahabat seperjuangan.

Akbar, anggota Algodam yang kini berprofesi sebagai pengacara, mengenang masa belajarnya di Gontor pada 1978-79, termasuk pengalaman bermusik bersama KH Hasan Abdullah Sahal.

“Paling berkesan saat di Gontor adalah saat latihan Band bersama Kiyai Hasan Abdullah Sahal. Kadang saya main bersama grup SIDASA ( Siswa Darussalam) kadang saya juga main bersama Mahadasa ( Mahasiswa Darussalam) yaitu yang anggotanya para guru/ustadz. Saya senang sekali saat bertemu teman seband di acara tasyakuran 100 tahun Gontor, pas duduk sebelah saya, yaitu Harun Nurdani.” dilansir dari hariansentana.com

Pertemuan dengan orang-orang dari masa lalu juga menjadi bagian dari cerita dalam peringatan satu abad tersebut. Salah satunya ketika bertemu Helmy Hidayat, yang pernah menjadi senior di Gontor sekaligus senior di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.

Pertemuan lain juga terjadi dengan Haji Baharuddin, pensiunan Krakatau Steel (KS), yang sebelumnya pernah menjadi rekanan perusahaan tersebut.

Peringatan 100 tahun Gontor akhirnya bukan hanya menjadi perayaan perjalanan sebuah lembaga pendidikan sejak 1926. Bagi para alumninya, momentum tersebut juga menjadi ruang untuk melihat kembali jejak pengabdian, pendidikan, persahabatan, dan kontribusi yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun di berbagai penjuru Indonesia.

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

100 Tahun Gontor, IKPM Maluku Utara dan Walisantri akan Kibarkan Logo Seabad Gontor di Bawah Laut

Habib Muhammad Ingin Santri Juga Jadi Doktor dan Dokter

Inilah Cara Ijin Operasional Pondok Pesantren dari Kemenag

Bantuan Rp2 Miliar untuk para Ustadz Pesantren di Kabupaten Sumedang

100 Tahun Gontor, Puluhan Ribu Alumni Gontor Jalan Sehat dari Monas ke HI

TAGGED:100 tahun gontoralumni AlgodamJawa Timurpendidikan pesantrenprabowo subianto
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

anies muhaimin
NASIONAL

Mengintip 7 Agenda AMIN Wujudkan ‘Santri Tauladan Pesantren Gemilang’

10/01/2024
SEABAD GONTOR

100 Tahun Gontor, Tim Futsal Bani Alfain Meraih Juara Dua

29/08/2023
abu bakar baasyir
KILAS PESANTRENNASIONAL

Abu Bakar Ba’asyir Hadiri Milad Seabad Gontor, Sampaikan Harapan untuk Kemajuan Pesantren

20/06/2026
NASIONAL

Tahukah Anda Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren? Ini Penjelasnnya

18/05/2023
NASIONAL

Ganjar Kunjungi Pesantren Al Ihya Ulumuddin di Cilacap

10/01/2024
pesantren an-nahdloh malaysia
NASIONAL

PBNU Resmikan Pesantren An-Nahdloh di Malaysia

22/05/2023
TUNTUNAN

Pesantren Menjadi Pendidikan Pilihan Bukan Alternatif

10/12/2023
NASIONAL

Lima Pesantren Raih Penghargaan Eco Pesantren dari Pemkot Malang

19/12/2023
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?