“Kita prihatin karena sudah mulai muncul dampaknya yang dirasakan oleh pengasuh pondok, “sambungnya.
Langkah antisipasi sudah dilakukan guna penanganan covid-19 pada lingkup pesantren. “Antisipasi sudah kita lakukan untuk menangani covid-19 di pesantren. Tes swab juga sudah siap, ada tiga alat PCR yang sudah ada di RSUD Jombang, RSUD Ploso, dan RS Unipdu, “jelasnya.
Sementara itu, dalam audensi ormas Islam tersebut, Bupati Jombang, Mudjidah Wahab bersama Ketua DPRD Jombang, Mas’ud Zuremi. Tujuannya adalah melakukan kerjasama dan sinergitas bersama dalam menghadapi pembangunan di Jombang. Baik dari sisi pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya, serta penangan wabah Covid-19.
Sedangkan Ormas Islam yang hadir dalam audensi yang berlansung di gedung DPRD Jombang itu, diantaranya adalah NU, Muhammadiyah, dan LDII.
“Kami berharap Pemkab bersama ormas Islam di Jombang mampu bekerjasama dan bersinergi dalam pembangunan di Jombang dari segala sisi untuk membangun Jombang lebih baik lagi, “pungkasnya. [rojink]

