Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: [REVIEW] Pesantren Darunnajat, Padukan Sistem Modern dan Tradisional Jadi Unggulan di Brebes
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > REVIEW PESANTREN > [REVIEW] Pesantren Darunnajat, Padukan Sistem Modern dan Tradisional Jadi Unggulan di Brebes
REVIEW PESANTREN

[REVIEW] Pesantren Darunnajat, Padukan Sistem Modern dan Tradisional Jadi Unggulan di Brebes

Suara Pesantren
Suara Pesantren Published 08/09/2023 7 Min Read
Share

SUARA PESANTREN | Brebes–Kota kecil di Brebes bagian selatan ini memang belum menyandang predikat sebagai Kota Santri. Tetapi kehidupan masyarakat Bumiayu dan sekitarnya ini sehari-harinya sarat dengan nuansa religius.

- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

Suasana religious di wilayah ini tidak terlepas dari bertebarannya pondok pesantren, baik yang besar maupun kecil di wilayah tersebut. Salah satunya adalah Pondok Pesantren Modern Darunnajat yang terletak sekitar 5 kilometer arah barat kota Bumiayu, tepatnya di Desa Tegalmunding Pruwatan Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes Jawa Tengah.

pesantren darunnajat brebes

Pondok pesantren yang diasuh KH. Aminuddin Masyhudi tersebut memiliki riwayat yang cukup panjang. Keberadaannya menurut Pak Kyai masih ada kaitannya dengan Kerajaan Mataram pada masa Sultan Agung. Ketika Amangkurat dikejar-kejar lari ke arah barat (Tegal), ada kerabatnya yang bermukim di sekitar Desa Tegalmunding Pruwatan. Salah satu petilasan yang kini masih ada adalah Lestana Bei atau Istana Bei, yakni petilasan dari Raden Ngabei.

Awalnya keberadaan pondok ini tidaklah seperti pondok yang sekarang ada. Cikal bakalnya KH. Masyhudi, yakni ayahanda Pak Kyai, yang pada sekitar tahun 1950-an mendirikan bangunan untuk pengajian yang diikuti beberapa santri.

Dengan bekal ilmu yang diperolehnya baik sewaktu nyantri di PPM Darussalam Gontor maupun Ponpes Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, Pak Kyai yang kelahiran tahun 1952 mengembangkan ponpesnya sebagai pesantren modern dipadu dengan tradisional.

KH Aminuddin adalah sulung dari empat bersaudara, putra pasangan KH Masyhudi dan Nyai Aminah. Ia lahir di Tegalmunding Brebes pada 14 Februari 1952. KH. Aminuddin merintis Pondok Pesantren Darunnajat pada tanggal 3 Desember 1983.

Sebelum mengasuh Pesantren Darunnajat, KH Aminuddin muda terlebih dulu nyantri di Pesantren Tambakberas. Saat hendak melanjutkan studinya di Darul Ulum University (Mesir), ia sempat nyantri di Pesantren Gontor. Sekembali dari Timur Tengah, Kiai Aminuddin mulai berkhidmah mengembangkan Darunnajat yang dirintis oleh almarhum KH Masyhudi -yang tak lain adalah ayahnya sendiri.

Disebut sebagai pondok pesantren modern, karena pondok ini juga menerapkan cara-cara yang ada di Ponpes Modern Darussalam Gontor, yakni mewajibkan santrinya untuk menggunakan Bahasa Arab dan Inggris dalam kesehariannya. Sisi tradisionalnya, pondok ini menimbanya dari Ponpes Bahrul Ulum Tambak Beras yang masih mempertahankan kajian kitab kuning pada para santrinya.

Menurut Kiai Aminudin, pesantrennya didirikan dengan harapan mampu membentuk kader umat yang militan berdasarkan iman dan takwa kepada Allah, menjadi ahli fikir dan dzikir, berakhlak mulia serta berkhidmat kepada agama, nusa dan bangsa. ”Ponpes Modern Darunnajat berdiri di atas dan untuk semua golongan. Karena itu ponpes ini tidak berafiliasi pada satu golongan atau partai politik,” tandasnya.

Pesantren dan Shalawat

“Tiada hari tanpa shalawat,” begitu motto yang berlaku di Pondok Pesantren Darunnajat. Betapa tidak? Setiap menjelang shalat shubuh para santri bersama-sama senandungkan shalawat hingga jamaah Shubuh didirikan.

Demikian pula setiap menjelang Maghrib, para santri kembali mengumandangkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Bagi santri Darunnajat, Shalawat Simthud Duror atau Ratib Al-Athas bukan barang asing.

Meski berada di daerah pedesaan, Darunnajat telah menerapkan kurikulum modern. Di pesantren ini tersua lembaga pendidikan formal (MTs & MA) yang mengadopsi kurikulum Gontor, serta mengikuti ketentuan Kemenag dan Diknas.

Adapun untuk kegiatan non formal, Darunnajat menerapkan kurikulum pesantrern salaf. Antara lain kajian kitab kuning (Ta’limul Kutub) baik secara bandongan maupun sorogan, program Takhfidzul Qur’an (putri), dan Tahassus Lughoh.

Belajar di Darunnajat sungguh membutuhkan stamina yang prima. Aktivitas sehari-hari terbilang padat, dari pagi hingga petang. Pukul 03.00 WIB para santri sudah memulai aktivitas, mujahadah dan dilanjutkan dengan jamaah shalat Shubuh di masjid.

Seusai jamaah Shubuh, para santri mengikuti kajian Tafsir Jalalain. Setelah mandi dan sarapan pagi mereka belajar di bangku sekolah formal, sesuai tingkatan masing-masing hingga pukul 14.00 WIB.

Di tengah-tengah belajar mereka istirahat dua kali, termasuk untuk jamaah shalat Dzuhur. Pukul 15.00 WIB para santri kembali ke masjid untuk persiapan jamaah shalat Ashar di masjid.

Selanjutnya mereka kembali berkelompok untuk mengikuti program Tasji’ul Lughoh, yakni praktik dan pendalaman kosa kata Bahasa Arab.

Tadarus Al-Qur’an dilaksanakan selepas jamaah shalat maghrib hingga menjelang Isya. Kegiatan malam hari adalah kajian kitab kuning, antara lain Maraqil ‘Ubudiyah dan Ta’limul Muta’allim.

Kegiatan mingguan di antaranya latihan pidato Bahasa Inggris (malam Selasa) dan pidato Bahasa Arab (malam Jumat), pidato Bahasa Indonesia (Rabu Siang).

Setiap malam Jumat ba’da maghrib ada kegiatan pembacaan maulid Simthud Duror. Para santri Darunnajat juga berlatih Pramuka (Minggu siang), seni bela diri Taekwondo (Jum’at sore).

Pada hari Sabtu sore kegiatan ekstrakulikuler seni dilaksanakan secara berkelompok sesuai minat para santri. Mereka dapat memilih untuk mengikuti latihan javin, hadroh, kaligrafi, marching band, atau marawis (gambus).

Selain aktivitas mingguan ada pula aktivitas bulanan di pesantren ini. Antara lain ajang Kreasi dan Apresiasi Seni, pembacaan manakib Nurul Burhan, serta Pengajian Umum bagi masyarakat umum dan jamaah Tarekat Syadziliyah.

Meskipun Darunnajat telah memiliki lembaga pendidikan formal, kajian model salaf akan tetap dipertahankan.

“Para santri di sini setidaknya mengikuti kajian kitab kuning seperti Safinah, Sulam Tauifik, dan Kifayatur Ahyar untuk bidang fikih. Adapun santri senior dapat mengikuti kajian Tafsir Jalalain dan Riyadush Sholihin,” tutur Kiai Aminuddin seperti dilansir suaramerdeka.com.

Di samping mengasuh pesantren, Kiai Aminuddin juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Pada tahun 2005, misalnya, beliau terpilih sebagai Ketua Pusat Transparansi dan Kebijakan Publik (PUSAKA), sebuah LSM yang berperan aktif mengontrol berbagai kebijakan pemerintah di wilayah Kabupaten Brebes.

Sebagai guru Tarekat Syadziliyyah, Kiai Aminuddin memperoleh ijazah dari empat orang mursyid kenamaan. Ijazah pertama diperolehnya dari Habib Lutfi (Pekalongan). Kemudian berturut-turut memperoleh ijazah serupa dari Abuya Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki, Mbah Mad Watucongol, dan Syekh Yusuf.

Di dalam berdakwah, Kiai Amin memiliki impian agar Al-Qur’an benar-benar dapat menjadi wijah (baca: way of life).

Selain itu, beliau menanamkan rasa cinta kepada Rasulullah dengan memberikan ijazah berbagai shalawat kepada para santri.

Kedekatan Kiai Amin terhadap dzuriyah Rasulullah tak perlu diragukan. Setiap tahunnya di Darunnajat digelar peringatan “Maulid Akbar” yang dihadiri banyak habaib dari daerah Brebes dan sekitarnya.

Cinta Allah dan cinta Rasulullah, itulah obsesi yang ingin diwujudkan oleh Kiai Aminuddin dalam mendidik para santri.

KH Aminuddin Masyhudi, sosok ulama alim dan bersahaja dari Pruwatan, telah berpulang ke hadirat Allah SWT beberapa waktu silam. Beliau meninggal dunia pada Selasa petang, 27 Juni 2023 dalam usia 71 tahun. [rojink|berbagai sumber]

 

 

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

[REVIEW] Madinatul Qur’an, Pesantren Tahfidz Terbaik di Kota Depok Jawa Barat   

[REVIEW] Pesantren Diniyyah Pasia Bukittinggi, Dari Madrasah Tradisional ke Pesantren Modern

[REVIEW] +8 Pondok Pesantren Unggulan Pilihan di Jawa Timur

[REVIEW] +5 Pondok Pesantren Rekomendasi Terbaik di Lombok Timur

[REVIEW] Fathan Mubina, Pesantren Modern Nuansa Asri di Ciawi Bogor

TAGGED:pesantren modern darunnajatpesantren modern unggulan di brebespesantren terbaik di brebespondok modern di brebes
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

Danau di Pesantren raudhatul ulum sakatiga
REVIEW PESANTREN

[REVIEW] Sejuknya Danau Telok Putih di Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga Palembang

15/08/2024
pesantren al jauhar ikhd riau
REVIEW PESANTREN

[REVIEW] Dari Panti Asuhan ke Pesantren Modern, Perjalanan Pesantren Al-Jauhar IKHD Riau

04/01/2025
pesantren annuqtoh
REVIEW PESANTREN

[REVIEW] Inilah 5 Rekomendasi Pesantren Modern di Kota Tangerang

02/04/2026
pesantren amanah gontory-3
REVIEW PESANTREN

[REVIEW] Pesantren Al-Amanah Al-Gontory, dari Kebun Jadi Pusat Pendidikan Islam di Tangsel

07/12/2024
pesantren alhassan
REVIEW PESANTREN

[REVIEW] Pesantren Al Hassan Bekasi: Tempat Tumbuhnya Generasi Berkarakter Qurani

10/01/2026
REVIEW PESANTREN

[REVIEW] Rekomendasi Pesantren Unggulan di Kota Lamongan Jawa Timur

15/07/2023
REVIEW PESANTREN

[REVIEW] Inilah 6 Universitas Berbasis Pesantren Salafiyah

31/05/2024
gontor 4 banyuwangi
REVIEW PESANTREN

[REVIEW] Mengenal Lebih Dekat Pesantren Modern Darul Muttaqin Gontor 4

09/12/2024
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?