suarapesantren.com |-Pemerintah terus mengintensifkan upaya menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus mempercepat implementasi berbagai program strategis. Salah satu langkah konkret dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melalui kunjungan kerja ke Kabupaten Bojonegoro.
Kunjungan yang berlangsung pada Jumat (10/4/2026) tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah pusat untuk memastikan stabilitas pangan tetap terjaga di tengah berbagai tantangan. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Zulkifli Hasan juga menyempatkan diri mengunjungi Pondok Pesantren Al-Rosyid yang berlokasi di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander.
Dalam keterangannya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk pelaksanaan tugas pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Ia menyoroti pentingnya memastikan rantai pasok pangan tetap berjalan dengan baik, mulai dari produksi hingga distribusi ke masyarakat.
Ia menegaskan, pemerintah fokus memastikan ketersediaan pangan, distribusi pupuk bagi petani, serta menjaga harga gabah sesuai ketentuan sebesar Rp6.500. “Saya ditugaskan untuk memastikan pangan aman, pupuk tersedia, dan harga gabah sesuai ketentuan,” ujarnya seperti dilansir infopublik.id.
Pernyataan tersebut mencerminkan prioritas pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan petani sebagai produsen dan masyarakat sebagai konsumen. Harga gabah yang stabil dinilai menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga kesejahteraan petani sekaligus memastikan pasokan beras tetap terjaga.
Selain aspek pangan, pemerintah juga mendorong percepatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menjadi salah satu prioritas nasional, khususnya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan seperti pesantren.
Dengan adanya MBG, diharapkan para santri dapat memperoleh asupan gizi yang memadai sehingga mampu menunjang proses belajar dan aktivitas sehari-hari. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Tidak hanya itu, pemerintah juga menginisiasi pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi lokal. Program ini menyasar berbagai sektor, mulai dari petani, peternak, hingga nelayan, dengan tujuan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa.
“Program lain yang turut didorong adalah pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang menyasar petani, peternak, dan nelayan guna menciptakan penguatan ekonomi lokal. “Kami juga diminta memastikan harga sembako tidak naik, bahkan diharapkan bisa turun,” katanya.
Kehadiran koperasi di tingkat desa diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi yang inklusif. Melalui koperasi, masyarakat dapat mengakses berbagai kebutuhan produksi serta memperkuat posisi tawar dalam rantai distribusi.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga menunjukkan respons positif terhadap kebijakan yang diinisiasi oleh pemerintah pusat. Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menyampaikan bahwa berbagai program telah mulai diimplementasikan di wilayahnya.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan sejumlah langkah strategis, termasuk efisiensi energi serta penguatan program ekonomi desa. Salah satu capaian yang disoroti adalah pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang hampir merata di seluruh desa.
Ia menyebut pembangunan Koperasi Desa Merah Putih telah terealisasi di 412 dari 419 desa, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian.
Capaian tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan nasional. Dengan hampir seluruh desa memiliki koperasi, diharapkan roda perekonomian lokal dapat bergerak lebih dinamis dan berkelanjutan.
Selain itu, Pemkab Bojonegoro juga melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Upaya tersebut antara lain melalui penyelenggaraan pasar murah, pengawasan distribusi LPG, serta mitigasi dampak musim kemarau yang berpotensi memengaruhi sektor pertanian.
“Selain itu, Pemkab Bojonegoro juga melakukan pasar murah, pengawasan distribusi LPG, serta mitigasi dampak kemarau panjang bagi sektor pertanian. “Mitigasi kemarau dilakukan dengan menyiapkan solusi penyediaan air dan pupuk bagi petani,” ujarnya.
Langkah mitigasi ini menjadi penting mengingat perubahan iklim yang semakin tidak menentu dapat berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian. Dengan kesiapan yang matang, diharapkan risiko kerugian bagi petani dapat diminimalkan.
Dukungan terhadap program pemerintah juga datang dari kalangan pesantren. Pimpinan Pondok Pesantren Al-Rosyid, Alamul Huda, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung berbagai program yang dijalankan.
Menurutnya, para santri memiliki peran penting sebagai generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, pemenuhan gizi melalui program MBG menjadi salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan generasi yang sehat dan berkualitas.
Ia juga menilai bahwa sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan keagamaan sangat diperlukan dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional. Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga berperan dalam pembentukan karakter dan kemandirian generasi muda.
Secara keseluruhan, kunjungan kerja ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu memastikan bahwa berbagai program strategis dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Di tengah tantangan global dan dinamika ekonomi, ketahanan pangan menjadi salah satu pilar utama yang harus dijaga. Dengan langkah-langkah konkret yang dilakukan, pemerintah optimistis dapat menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.[]

