Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: Pondok Pesantren Al-Badri: Menjaga Tradisi Pendidikan Agama di Tengah Perkembangan Zaman
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > KIAI-USTADZ > Pondok Pesantren Al-Badri: Menjaga Tradisi Pendidikan Agama di Tengah Perkembangan Zaman
KIAI-USTADZ

Pondok Pesantren Al-Badri: Menjaga Tradisi Pendidikan Agama di Tengah Perkembangan Zaman

Salwa
Salwa Published 02/06/2026 5 Min Read
Share
gus
Pondok Pesantren Al – Badri. Dokumentasi Pribadi.

Suarapesantren.com – Pondok pesantren menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman agama di masyarakat. Tidak hanya sebagai tempat belajar, pesantren juga menjadi ruang pembinaan karakter dan akhlak bagi para santri. Di tengah perkembangan pendidikan modern, keberadaan pesantren tradisional tetap bertahan karena memiliki nilai dan metode pembelajaran yang khas.

- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

Hal tersebut juga terlihat di Pondok Pesantren Al-Badri yang berada di Gumuksari, Kalisat. Dalam sebuah wawancara, Gus Khoirus Solihin menjelaskan bahwa pesantren tersebut awalnya berdiri karena kondisi masyarakat sekitar yang masih minim pemahaman agama pada masa itu.

“Kalau tujuan utama, karena sekarang ini kan kita, saudara yang ada di sini kan cuma sebagai penerus. Tentunya yang tahu tujuan utama, ya beliau almarhum almaghfurulah K.H. Hafidzian Haji Abdul Rahman,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa pada awalnya tempat tersebut belum berbentuk pondok pesantren seperti sekarang. Kegiatan belajar agama hanya dilakukan secara sederhana melalui pengajian di mushola atau langgar kecil.

“Dulunya itu kan berawal dari seperti guru-guru ngaji yang ada di mushola atau langgar seperti itu, terus kemudian berkembang akhirnya menjadi sebuah pondok pesantren seperti ini,” ujarnya.

Menurutnya, tujuan utama pendirian pesantren adalah memberikan pendidikan agama kepada masyarakat sekitar agar pemahaman keislaman mereka semakin baik.

Berdiri Sejak Tahun 1920

Pondok Pesantren Al-Badri ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang. Gus Khoirus menjelaskan bahwa lokasi pesantren mulai ditempati oleh pendirinya sekitar tahun 1920.

“Kalau berdirinya pesantren, kurang jelas juga. Cuman kita itu mengadakan harlah itu bertepatan dengan pindahnya muassis, Kiai Hafidzian di lokasi sini itu tahun 1920,” katanya.

Meski saat itu belum berbentuk pondok pesantren secara resmi, kegiatan pendidikan agama sudah mulai dilakukan secara bertahap. Ia juga menjelaskan bahwa pesantren baru diresmikan melalui akta notaris pada tahun 1986.

“Masih belum langsung jadi pesantren, masih cuma bangunan mushola saja, masih belum ada masjidnya,” tambahnya.

Hingga saat ini, Pondok Pesantren Al-Badri terus berkembang. Santri yang belajar di sana tidak hanya berasal dari daerah sekitar, tetapi juga dari luar kecamatan hingga luar provinsi.

Terbuka untuk Masyarakat Umum

Selain menerima santri yang menetap di pondok, pesantren juga membuka kesempatan bagi masyarakat sekitar yang ingin belajar ilmu agama.

“Boleh, boleh, asalkan mendapatkan persetujuan dari pengasuh, boleh,” jelas Gus Khoirus saat ditanya apakah masyarakat umum bisa ikut belajar di pesantren.

Menurutnya, dahulu banyak warga yang hanya datang untuk mengaji dari waktu Magrib hingga Isya, lalu pulang ke rumah masing-masing. Namun sekarang, sebagian besar santri memilih menetap di pondok agar lebih fokus belajar.

Walaupun demikian, pihak pesantren tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin menimba ilmu agama selama mengikuti aturan yang berlaku.

Kegiatan Belajar Dipisah antara Putra dan Putri

Dalam proses pembelajaran, kegiatan santri putra dan putri dipisahkan. Hal tersebut dilakukan agar kegiatan belajar menjadi lebih tertib dan nyaman.

“Kalau santri putra itu kegiatan difokuskan di masjid, sedangkan santriwati itu fokusnya di mushola,” jelasnya.

Ia juga menerangkan bahwa sistem pembelajaran di pesantren terdiri dari dua metode utama, yaitu madrasah diniyah dan sorogan. Metode sorogan merupakan sistem belajar khas pesantren salaf, di mana santri membaca kitab secara langsung di hadapan guru.

“Kalau yang berkaitan dengan pendidikan agama, ada dua. Yang pertama yaitu sorogan itu, seperti pesantren klasik pada umumnya,” katanya.

Sementara itu, madrasah diniyah lebih difokuskan pada pembelajaran ilmu nahwu, shorof, dan tajwid sebagai dasar memahami kitab-kitab agama.

Pendidikan Agama Dianggap Sangat Penting

Menurut Gus Khoirus, pendidikan agama menjadi hal penting karena setiap manusia membutuhkan pemahaman tentang agamanya sendiri.

“Kalau kita sebagai umat Muslim tidak mengerti apa Islam itu sendiri kan gimana?” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa tujuan seseorang belajar di pesantren bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga agar ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi orang lain.

Pesantren, menurutnya, bukan sekadar tempat belajar formal, melainkan ruang untuk membentuk pemahaman agama sekaligus memperbaiki akhlak dan kehidupan sosial para santri.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, Pondok Pesantren Al-Badri tetap mempertahankan tradisi pendidikan agama yang sudah berjalan sejak lama. Dari mushola sederhana hingga menjadi pesantren yang dikenal banyak orang, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan agama masih memiliki tempat penting di tengah masyarakat.

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

Sebanyak 24.159 Santri PKPPS Sudah Ikut Uji Kesetaraan Tahun 2023

Inilah Para Pengusaha Sukses yang Memiliki Pondok Pesantren

[REVIEW] +6 Pondok Pesantren Terbaik di Rembang Jawa Tengah

[REVIEW] Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Pesantren Terbaik di Sumenep Madura

Pemkot Surabaya Perluas BOPDA hingga Santri Pesantren

TAGGED:al-badrigumuksarijemberkalisatpondok pesantren
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

NASIONAL

Anies Baswedan Tak Ingin Lagi Ada Ketimpangan antara Pendidikan Umum dan Pesantren

10/10/2023
NASIONAL

Kementerian PUPR Bangun Rusun Pesantren Syeh Burhanuddin Kuntu di Kampar

06/03/2021
al-amien prenduan
KIAI-USTADZ

Empat Guru Pengabdian Pesantren Al-Amien Raih Juara di Universitas Walisongo Semarang

19/10/2023
waryono abdul ghafur
NASIONAL

Perbedaan antara Ma’had Aly dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam

03/06/2023
konsep pesantren ramah anak
NASIONAL

Pesantren Ramah Anak, Bagaimana Konsepnya?

05/08/2022
NASIONAL

Akhir Bulan, DPRD Kabupaten Bogor akan Sahkan Perda Pesantren

01/11/2023
KILAS PESANTREN

Plt. Bupati Bintan Kagum Kemampuan Berbahasa Asing di Pesantren Madani

14/02/2022
unej
NASIONAL

UNEJ Dampingi Kantin Ponpes Baitul Hikmah Tempurejo Urus Sertifikasi Halal

19/08/2026
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?