Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: HNW Tolak Pengkaitan Radikalisme dengan Masjid dan Pesantren
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > NASIONAL > HNW Tolak Pengkaitan Radikalisme dengan Masjid dan Pesantren
NASIONAL

HNW Tolak Pengkaitan Radikalisme dengan Masjid dan Pesantren

Suara Pesantren
Suara Pesantren Published 29/01/2022 6 Min Read
Share

SUARAPESANTREN | Jakarta–Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA, mengkritisi rencana Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memetakan masjid terkait radikalisme.

- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

Melalui siaran pers di Jakarta, Sabtu (29/1), Hidayat juga mengkritisi tuduhan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terkait seratusan pondok pesantren yang terafiliasi jaringan terorisme. Karena tuduhan itu meresahkan dan potensial memecah belah antara Komunitas Masjid dan Pesantren dengan TNI serta Polri.

Tuduhan tersebut juga akan menumbuhkan sikap saling curiga dan tidak percaya yang bisa membahayakan persatuan dan kesatuan. Apalagi tuduhan itu muncul bersamaan gencarnya aksi teror kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua.

Hidayat Nur Wahid mengingatkan, pejuang dan pendukung terbesar NKRI, adalah Umat Islam serta TNI dan Polri. Karena itu ia berharap semestinya semua energi pemberantasan terorisme dan radikalisme, itu ditujukan untuk memetakan dan mengatasi bahaya yang nyata di depan mata. Seperti bahaya gerakan teror radikal separatis bersenjata OPM di Papua.

“Rencana pemetaan masjid dikaitkan dengan isu radikalisme, dan tuduhan terhadap ratusan pondok pesantren terkait terorisme, lagi-lagi menampakkan wajah Islamophobia, dan menimbulkan dugaan adanya framing negatif dan tidak adil terhadap umat Islam. Padahal, Islam adalah komunitas yang sangat berjasa bagi Kemerdekaan Indonesia. Dan komunitas yang sangat terasosiasi dengan Masjid dan Pesantren,” ujarnya.

HNW sapaan akrab Hidayat Nur Wahid mendukung sikap Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), PBNU, Muhammadiyah dan DMI (Dewan Masjid Indonesia) dan Pondok Gontor, yang secara tegas dan argumentatif mengkritisi dan menolak Islamophobia dan framing yang muncul akibat opini tuduhan tanpa bukti tersebut.

Saat serangan teror TNPPB-OPM makin gencar dan makin banyak korban jatuh (prajurit TNI dan Polri), HNW mengingatkan, mestinya semua pihak menguatkan simbol-simbol kesatuan Bangsa dan Negara agar lebih maksimal memperjuangkan keselamatan NKRI.

Oleh karena itu seharusnya semua energi yang dimiliki disatupadukan untuk menghadapi ancaman yang nyata-nyata membahayakan eksistensi kedaulatan dan keutuhan NKRI. Apalagi Menkopolhukam Prof Mahfud MD sudah menyatakan bahwa separatisme lebih berbahaya daripada radikalisme. Dan KKB di Papua adalah organisasi teroris. Dan itu terbukti dengan makin beraninya mereka menantang perang terhadap TNI.

“Kemarin TPNPB-OPM melakukan serangan bersenjata yang mengakibatkan gugurnya 3 prajurit TNI, dan 1 kritis. Sebelumnya bahkan salah satu prajurit TNI putra asli Papua (Serda Miskel Rumbiak) juga gugur oleh serangan TPNPB-OPM. Ini harus jadi perhatian Negara dan siapapun yang jujur dan serius dengan semboyan NKRI harga mati, pungkasnya.

Dia melanjutkan, jangan sampai kita kembali kehilangan putra-putra terbaik bangsa yang bertugas di Papua. Apalagi sampai keutuhan dan kedaulatan NKRI dikoyak oleh teror separatis radikalis OPM, sehingga semboyan NKRI harga mati, tinggal slogan. Alih-alih satukan potensi bangsa, malah potensi yang ada dikoyak sendiri dengan mempergencar tuduhan radikalisme dan terorisme terhadap Pesantren dan Masjid. Komunitas yang sangat berjasa bagi kemerdekaan dan keselamatan NKRI.

Lebih lanjut, HNW mengatakan sudah semakin banyak pula suara dari DPR yang berharap agar pemberantasan terorisme juga difokuskan ke kelompok separatis. Misalnya, yang disampaikan oleh Anggota Komisi III.

Saat Rapat Kerja dengan BNPT Komisi III mempermasalahkan tidak memasukan separatisme di Papua dalam program kegiatan penanggulangan terorisme. Apa menurut BNPT mereka bukan teroris.

“Pemetaan, pencegahan serta pemberantasan radikalisme/terorisme, tidak hanya ditujukan kepada aktivitas di rumah ibadah, itu pun tendensius karena hanya terhadap masjid. Padahal di tengah pandemi, ini beribadah di masjid dibatasi termasuk jenis kegiatan maupun jumlah banyaknya jamaah. Bagaimana mereka diposisikan sedemikan rupa untuk dicurigai terkait terorisme dan radikalisme? Jangan sampai itu jadi jurus pengalihan issu dari banyak kejadian teror di Papua. Terbukti sekalipun di era pandemi covid, OPM malah makin radikal dan secara terbuka melakukan teror dengan tuntutan kemerdekaan Papua,” ujarnya.

Wacana pemetaan terhadap masjid untuk mencegah penyebaran paham terorisme disampaikan Direktur Keamanan Negara Badan Intelijen Keamanan Mabes Polri Brigjen Umar Effendi. Sedangkan, terkait adanya 198 pesantren terafiliasi jaringan teroris disampaikan Kepala BNPT Boy Rafli Amar.

Tuduhan BNPT dan Mabes Polri tersebut memperoleh kritikan dan penolakan dari pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI). Seperti Sekjen MUI KH Amirsyah Tambuhan, Ketua MUI KH Cholil Nafis, dan Ketua PBNU KH FahrurRazi, Ketua PP Muhammadiyah KH Muhyiddin Junaidi, Sekjend Dewan Masjid Indonesia Dr Imam Daruqutni, dan Jubir Pondok Gontor.

Mereka meminta agar dalam pencegahan dan pemberantasan radikalisme dan terorisme tidak dilakukan framing tanpa bukti terkait terorisme dan radikalisme terhadap Pesantren dan Masjid, komunitas yang sangat terkait dengan Umat Islam di Indonesia yang berjasa besar bagi Indonesia.

“Harapan dan kritikan dari pimpinan berbagai Ormas Islam itu sangat wajar. Mestinya didengarkan untuk merawat potensi besar Umat Islam. Agar bisa diajak berjuang bersama menjaga eksistensi NKRI. Entitas Umat Islam seperti Masjid dan Pesantren tentu sepakat melanjutkan peran menjaga NKRI dan menolak segala bentuk radikalisme dan terorisme. Tetapi seharusnya mereka tidak dikorbankan, dan agar hal itu dilakukan dengan pendekatan yang manusiawi, proporsional, terukur serta berkeadilan,” kata HNW.

Dengan memberlakukan asas prioritas, mendahulukan mengatasi masalah yang nyata seperti tantangan kelompok separatis OPM. Karena manuver terbuka mereka, dilakukan hingga ke Lembaga Internasional, lanjut dia, jelas membahayakan kedaulatan dan keutuhan NKRI.

“Apalagi OPM dalam aksi terornya telah menewaskan dan melukai banyak prajurit TNI, Polri, dan juga warga sipil. Agar jangan ada lagi korban teror dari separatis OPM,” pungkas HNW. [roji]

 

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

Kemenag Rilis Program Pesantren untuk Kerukunan dan Kesejahteraan Indonesia

Mentradisikan Hidup Sehat di Pesantren: Upaya Membangun Generasi Sehat

Telkom Targetkan Pesantren di Indonesia Go Digital Lewat Kartu Santri

Marc Klok Bantu Bangun Kembali Pesantren yang Terbakar di Pangalengan

Kemenag akan Gelar Religion Festival dan Kick Off Hari Santri

TAGGED:#BNPThidayat nur wahidhnwpesantrenpondok pesantrenradikalisme
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

NASIONAL

Ada 31 Pesantren Rusak Terdampak Gempa Cianjur

27/11/2022
bimtek
NASIONAL

Majelis Masyayikh Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Pesantren

05/05/2026
santri hilang di kendari
NASIONAL

Pengakuan Santri di Kendari Sesaat sebelum Hilang hingga 6 Bulan Disekap

05/08/2024
NASIONAL

Ketum PP Muhammadiyah: Gontor Telah Berkontribusi untuk Bangsa dan Dunia

09/09/2022
NASIONAL

Di Pesantren Syaichona Cholil Balikpapan, Ganjar Komitmen pada Kesejahteraan Guru Agama

05/12/2023
NASIONAL

KH Nonop Hanafi: Anies dan Cak Imin Representasi Santri Modern dan Tradisional

09/09/2023
NASIONAL

Cak Imin: Laskar AMIN Jadi Ujung Tombak Pemilih di Pedesaan hingga Pesantren

11/11/2023
laznas izi
Muamalah

IZI & FOZ Hadirkan Proteksi Sosial untuk 1000 Mustahik

19/08/2025
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?