Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: Pesantren Siap Kelola Program MBG, PWNU Jateng Soroti Potensi Besar Dapur Santri
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > NASIONAL > Pesantren Siap Kelola Program MBG, PWNU Jateng Soroti Potensi Besar Dapur Santri
NASIONAL

Pesantren Siap Kelola Program MBG, PWNU Jateng Soroti Potensi Besar Dapur Santri

Salwa
Salwa Published 01/05/2026 7 Min Read
Share
ketua PWNU jawa tengah
dok.bengkulu.antaranews.com

Suarapesantren.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah membuka peluang besar bagi berbagai pihak untuk terlibat, termasuk pesantren. Dan menurut Nahdlatul Ulama melalui PWNU Jawa Tengah, pesantren bukan hanya siap mereka bahkan berada di posisi yang sangat strategis.

- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

Ketua PWNU Jawa Tengah, Abdul Ghaffar Rozin, menegaskan hal tersebut dalam sebuah pernyataan di Semarang. Ia melihat kesiapan pesantren bukan sebagai potensi semata, melainkan sebagai realitas yang sudah teruji oleh waktu.

“Pesantren jauh lebih siap. Karena sebelum ada MBG pun, dapur pesantren itu masak ribuan kali, tiga kali dalam sehari. MBG itu kan cuma sehari,” katanya ketika menyampaikan hasil rapat pleno pengurus harian PWNU Jateng. dilansir dari bengkulu.antaranews.com

Pernyataan tersebut bukan tanpa dasar. Dalam keseharian pesantren, memasak dalam skala besar bukanlah sesuatu yang luar biasa. Justru sebaliknya, itu adalah rutinitas. Setiap hari, dapur pesantren bekerja seperti mesin yang tidak pernah benar-benar berhenti mengolah bahan pangan menjadi makanan yang harus cukup untuk ratusan hingga ribuan santri.

Dari sudut pandang ini, program MBG yang hanya menyediakan satu kali makan per hari terasa seperti tantangan yang jauh lebih ringan. Jika selama ini pesantren mampu menyediakan tiga kali makan dalam sehari dengan sumber daya terbatas, maka keterlibatan dalam program MBG seharusnya bukan menjadi beban tambahan, melainkan perluasan dari apa yang sudah mereka lakukan.

Lebih dari sekadar soal kapasitas memasak, pesantren juga memiliki keunggulan dalam hal manajemen. Pengelolaan dapur dalam skala besar membutuhkan koordinasi yang rapi, distribusi yang efisien, serta pengawasan yang konsisten. Semua itu telah menjadi bagian dari sistem yang berjalan di pesantren selama bertahun-tahun.

Namun, kesiapan ini tidak berarti tanpa catatan. Gus Rozin, sapaan akrab Abdul Ghaffar Rozin, menekankan pentingnya menjaga standar yang telah ditetapkan pemerintah. Program MBG bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi program strategis yang menggunakan anggaran negara. Oleh karena itu, aspek seperti standar dapur, kualitas gizi, hingga akuntansi harus tetap menjadi perhatian utama.

“Dan selama ini, kalau kami melihat, MBG pesantren di Jawa Tengah ini belum banyak. Baru sekitar 11 atau 12 MBG berbasis pesantren. Saya kira itu bisa menjadi pertimbangan BGN (Badan Gizi Nasional) dalam hal ini,” kata Gus Rozin.

Pernyataan ini membuka ruang refleksi. Di satu sisi, pesantren memiliki kapasitas yang besar. Di sisi lain, keterlibatan mereka dalam program MBG masih terbatas. Ini menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi dan implementasi.

Dalam konteks pembangunan sosial, hal ini menjadi peluang yang sangat penting. Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Dengan melibatkan pesantren dalam program MBG, pemerintah tidak hanya memperluas jangkauan program, tetapi juga memperkuat basis pelaksanaannya di tingkat lokal.

Lebih jauh lagi, keterlibatan pesantren dapat menciptakan efek berlapis. Pertama, dari sisi gizi, program MBG bertujuan meningkatkan kualitas asupan makanan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan. Kedua, dari sisi ekonomi, aktivitas dapur dalam skala besar dapat mendorong permintaan terhadap bahan pangan lokal, mulai dari beras, sayur, hingga protein hewani.

Dalam praktiknya, dapur pesantren sering kali sudah terhubung dengan jaringan pemasok lokal. Petani, pedagang pasar, hingga pelaku usaha kecil menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung operasional dapur. Dengan demikian, integrasi pesantren dalam program MBG berpotensi memperkuat ekonomi lokal secara tidak langsung.

Namun, ada tantangan yang tidak bisa diabaikan. Standarisasi menjadi salah satu isu utama. Program yang menggunakan anggaran negara menuntut transparansi dan akuntabilitas. Pesantren yang ingin terlibat perlu menyesuaikan sistem pengelolaannya agar sejalan dengan regulasi yang berlaku.

Di sinilah peran pemerintah menjadi krusial. Dukungan dalam bentuk pelatihan, pendampingan, hingga penyediaan infrastruktur dapat membantu pesantren memenuhi standar yang dibutuhkan. Tanpa dukungan tersebut, potensi besar yang dimiliki pesantren bisa saja tidak termanfaatkan secara optimal.

Selain itu, penting juga untuk melihat dimensi sosial dari keterlibatan pesantren. Dalam banyak kasus, pesantren memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat sekitar. Mereka bukan hanya institusi pendidikan, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial. Hal ini dapat menjadi keunggulan dalam membangun kepercayaan terhadap program MBG.

Kepercayaan adalah faktor penting dalam keberhasilan program publik. Ketika masyarakat melihat bahwa program dijalankan oleh pihak yang mereka kenal dan percaya, tingkat penerimaan cenderung lebih tinggi. Dalam hal ini, pesantren memiliki modal sosial yang kuat.

Di sisi lain, keterlibatan pesantren juga dapat memberikan pengalaman baru bagi para santri. Mereka tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga terlibat dalam aktivitas yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Ini dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter mengajarkan tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial.

Jika dilihat lebih luas, integrasi pesantren dalam program MBG mencerminkan pendekatan pembangunan yang berbasis komunitas. Alih-alih mengandalkan satu pihak, program ini membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat.

Pendekatan seperti ini memiliki keunggulan dalam hal keberlanjutan. Ketika program dijalankan oleh aktor-aktor lokal yang memiliki keterikatan dengan komunitas, peluang untuk bertahan dalam jangka panjang menjadi lebih besar.

Namun, keberhasilan pendekatan ini tetap bergantung pada koordinasi yang baik. Pemerintah, melalui lembaga seperti Badan Gizi Nasional, perlu memastikan bahwa setiap pihak memahami perannya masing-masing. Tanpa koordinasi yang jelas, potensi konflik atau ketidakefisienan bisa saja muncul.

Di tengah berbagai dinamika tersebut, satu hal yang jelas: pesantren memiliki posisi yang unik. Mereka berada di persimpangan antara tradisi dan modernitas, antara pendidikan dan pemberdayaan, antara nilai-nilai spiritual dan kebutuhan praktis.

Program MBG, dalam konteks ini, bukan hanya tentang menyediakan makanan. Ia adalah bagian dari upaya yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dan dalam upaya tersebut, pesantren dapat menjadi mitra yang sangat berharga.

Di dapur-dapur yang telah lama bekerja dalam diam, kini ada peluang untuk berkontribusi lebih luas. Bukan hanya untuk santri, tetapi juga untuk masyarakat yang lebih besar. Dari wajan-wajan besar yang terus mengepul, lahir bukan hanya makanan, tetapi juga harapan bahwa pengalaman yang telah teruji dapat menjadi solusi bagi tantangan masa kini.

Dengan kesiapan yang dimiliki, serta dukungan yang tepat, pesantren di Jawa Tengah berpotensi menjadi salah satu pilar penting dalam keberhasilan program Makan Bergizi Gratis. Sebuah peran yang tidak hanya strategis, tetapi juga bermakna, karena menyentuh kebutuhan paling mendasar: pangan yang layak bagi semua.

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

Viral Santri Salafiyah Tidak Bisa Ikut Ujian Kesetaraan, Ini Penjelasan Kemenag

Kemenag akan Berikan Rekognisi Akademik untuk Para Kiai di Hari Santri 2023

Ahmad Muzani Sebut Prabowo akan Wujudkan Dana Abadi untuk Pesantren

Santri Darul Amanah Kendal Siap Kunjungi Istana Negara, Perkuat Wawasan Kebangsaan dan Kepemimpinan

Inilah Daftar 9 Pesantren di Kepri yang Terima Bantuan Operasional

TAGGED:mbgnahdlatul ulamapesantrenprogram pemerintahpwnu jateng
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

NASIONAL

PBNU Gelar Halaqoh Fiqih Peradaban Jilid II di Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo

05/10/2023
universitas terbuka dan pesantren
NASIONAL

Universitas Terbuka Surakarta dan Pondok Pesantren Kolaborasi Pendidikan Islam

06/08/2024
NASIONAL

Kemenag Terus Perjuangkan Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren

17/11/2024
NASIONAL

Menag: Tidak Ada Sanksi Pidana, Pendirian Pesantren Merujuk UU Pesantren

01/09/2020
NASIONAL

Menko PMK: Kaji Undang-Undang Pesantren dengan Peraturan Turunannya

07/09/2022
NASIONAL

Kota Depok Butuh 600 Guru Agama, Sebagian Direkrut dari Alumni Pesantren

07/11/2023
kitab kuning muhammadiyah
NASIONAL

Pesantren Muhammadiyah Mulai Membiasakan Gunakan Kitab Kuning

11/02/2024
NASIONAL

RMINU Jateng: Satgas Jogo Pesantren ‎untuk Cegah Pandemi Covid-19

14/08/2020
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?