Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: Pesantren Darul Huffadh, Santri Hanya Dituntut Belajar, Biaya Gratis
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > KILAS PESANTREN > Pesantren Darul Huffadh, Santri Hanya Dituntut Belajar, Biaya Gratis
KILAS PESANTREN

Pesantren Darul Huffadh, Santri Hanya Dituntut Belajar, Biaya Gratis

Suara Pesantren
Suara Pesantren Published 23/06/2020 5 Min Read
Share

PESANTREN | Watampone– Ada ribuan santri yang menempuh pendidikan di Pesantren Darul Huffadh. Berasal dari berbagai daerah, Sumatera, Jawa, Kalimantan bahkan Malaysia.

- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

Uniknya, biaya para santri ditanggung sendiri oleh pimpinan pondok pesantren. Jarang-jarang ada pesantren seperti ini.

Lokasi pesantren itu berada di Tuju-tuju, Kajuara. Makanya dikenal dengan pesantren Tuju-tuju. Sekira 66 km jaraknya dari Kota Watampone. Lokasinya betul-betul di pedesaan. Tenang, jauh dari keramaian suara kendaraan.

Direktris Pesantren Putri Darul Huffadh, Sa’diah Lanre Said mengatakan, Darul Huffadh didirikan pada 7 Agustus 1975 oleh KH Lanre Said. Ponpes ini telah berusia 45 tahun. Santrinya berdatangan dari berbagai penjuru daerah. Para santri hanya dituntut belajar dan menghafal al Quran tanpa dipungut biaya.

“Jumlah santri dan santriwati saat ini sekitar 1635, dengan dewan guru putri sebanyak 54 orang dan 87 staf guru putra. Staf dewan guru belum terhitung dari tenaga pengajar madrasah khusus untuk pelajaran umum yang bermukim di luar pesantren,” katanya kepada FAJAR.CO.ID Jumat (15/5/2020).

Anak dari pendiri ponpes tersebut menceritakan, kota asal santri dan santriwati paling banyak dari Sulsel dan paling jauh berasal dari Malaysia. Adapun daerah lainnya di luar Sulsel diantaranya Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera, Kalimantan hingga Papua.

“Pondok Pesantren Darul Huffadh, tidak membebani santri dan santriwatinya dalam hal biaya apapun. Baik biaya bulanan maupun biaya tahunan. Semuanya ditanggung oleh bapak pimpinan,” ucapnya.

Bahkan Pesantren ini tidak memiliki dana bantuan Internasional. Pondok tidak menerima apapun dalam bentuk sumbangan, hanya menerima dalam bentuk sedekah yang tidak bersyarat. Berdiri di atas semua golongan dengan artian, pondok tidak berkiblat pada salah satu golongan apapun.

Untuk model pembelajaran perempuan kelahiran Bone 2 Mei, 1981 itu mengaku, sebelum Covid-19, pada setiap bulan Ramadan semua santri dan santriwati tinggal di pondok dengan segala aktivitas yang ada hingga lebaran. Di bulan Ramadan pun, kegiatan masuk kelas, salat tarawih berjalan dengan baik.

Namun, saat ini, tidak demikian. Karena santri dan santriwati dari kelas 1 sampai 5, Tsanaiyah dan Aliyah telah dipulangkan ke rumah mereka hingga batas waktu yang belum ditentukan. Untuk kurikulum pembelajaran di pesantren Tuju-tuju, masih tetap mempertahankan pelajaran pondok yang lebih dominan dalam keseharian. Seperti nahwu, sharaf, balaghah, durushul lughah, tafsir quran dan lainnya.

Meski terdapat pelajaran yang dikolaborasikan dengan pelajari umum semisal bahasa Indonesia, kimia, fisika dan lainnya, namun identik kepesantrenan tetap melekat dalam setiap pembelajaran.

Pesantren Tuju-tuju, juga menggunakan dua bahasa dalam keseharian yakni, bahasa Arab dan bahasa Inggris. Peralihan bahasa ditentukan oleh perdua minggu penggunaan bahasa Arab dan dua minggu selanjutnya dalam bahsa Inggris.

“Tak ada percakapan tanpa kedua bahasa tersebut. Dan juga mewajibkan seluruh santri dan santriwatinya untuk menghafalkan Al-Quran. Dan setiap santri diharuskan minimal sekali mengkhatamkan 30 juz selama menjadi santri,” tutur penulis buku dan novel itu.

Kondisi pondok pesantren di tengah pendemi Covid-19, pada awalnya tetap menerapkan sistem berjaga-jaga dengan melakukan segala prosedur antisipasi. Tidak ada paket dan tamu yang berkunjung dari luar.

Namun, melihat perkembangan covid yang semakin masif dan banyaknya lokal daerah yang mulai menerapkan lockdown parsial membuat pimpinan mengeluarkan kebijakan untuk memulangkan semua santri dan santriwati.

Hal ini bagi anak keenam dari pasangan Alm Ust Lanre Said dengan Almr Andi Banuna Petta Paccing perlu dilakukan, mengingat banyaknya santri dan santriwati yang berasal daerah yang jauh, di luar Sulawesi dan dikawatirkan tidak adanya transportasi apabila terjadi lockdown pada jalur transportasi darat dan udara.

Meski begitu, masih ada beberapa santri dan santriwati masih bermukim di pondok. Mereka berasal dari kelas III Aliyah dengan mempertimbangkan banyaknya kegiatan menjelang kelulusan mereka. Diantaranya orientasi keguruan, pengajaran tahsin, ujian tahfidz dan persiapan tadris amaliyah (praktik mengajar).

Buku-buku yang diajarkan di Pondok Pesantren Darul Huffadh, bukanlah menjadi tolak ukur dari mutu yang sebenarnya dari pelajaran yang diberikan. Inti pelajaran dari salah satu buku wajib di pondok ini adalah bagaimana anak-anak menguasai setiap bahasa dan kosakata baru dan bukan hanya tahu isi cerita dalam buku.

Usaha ini bukanlah tidak memiliki tujuan. Namun, Darul Huffadh berusaha membina santri yang kelak bukan hanya mampu membaca buku-buku berbahasa Arab tapi juga memahami dari setiap isinya.

“Pondok ini layaknya ibu yang memberikan anak-anaknya benih-benih padi untuk tumbuh dan berkembang menjadi padi yang berisi dan bukan ibu yang hanya mampu menyuapkan nasi ke mulut anak-anaknya yang akan habis dalam sejenak. Karena masa depan santri adalah harapan terbaik pondok untuk mereka,” harap perempuan yang juara 2 lomba tahfidz quran puti yang diikuti 14 negara. [fath/Fajar]

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

493 Santri Pesantren Tahfiz Darul Qur’an Deliserdang Diwisuda, 200 Santri Hafal 30 Juz

Ummul Mukminin Borong 11 Medali, Jadi Juara Perolehan di KSMN Ke-2 2026

Di Pesantren Syaichona Cholil Balikpapan, Ganjar Komitmen pada Kesejahteraan Guru Agama

Sikap PP Persis atas Pernyataan BNPT Terkait Pesantren

Serda Rizki Adam Selalu Ingat Saat Nyantri

TAGGED:mahadpendidikan islampesantrenpondok
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

smk pesantren terpadu
KILAS PESANTREN

Ini Pesan Bupati Mojokerto saat Wisuda SMK Pesantren Terpadu Kampus 2

09/06/2024
NASIONAL

Pentingnya Mempunyai Karya Kitab (Belajar dari Imam Malik bin Anas)

11/07/2020
Pengurus FPAG roadshow di Banten
NASIONAL

FPAG akan Jalankan Program Pesantren Bantu Pesantren

21/09/2023
dprd kota malang
NASIONAL

DPRD Kota Malang akan Sahkan Ranperda Pondok Pesantren

28/06/2024
pondok gontor
KILAS PESANTREN

Pesantren Gontor Imbau Unit Usaha di Pondok Boikot Produk Pendukung Israel

16/11/2023
KILAS PESANTREN

Pondok Modern Gontor Resmikan Rumah Sakit Yasyfin dan Gelar Vaksinasi

28/08/2021
pesantren tebu ireng
KILAS PESANTREN

123 Tahun Pesantren Tebu Ireng Tetap Menerima Semua Kalangan

05/08/2022
NASIONAL

Ukur Capaian Kompetensi, 6.219 Santri Diniyah Ikuti Imtihan Wathani

17/02/2022
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?