Suarapesantren.com |- Pondok Pesantren Ashabul Jannah di Desa Lumbueya, Kecamatan Moramo Barat, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, memulai langkah awalnya dengan komitmen besar dalam menghadirkan pendidikan Islam yang berkualitas. Sejak resmi beroperasi, pesantren ini tidak hanya fokus pada pembangunan sarana pendidikan, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui perekrutan tenaga pendidik berpengalaman.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mendatangkan ustaz dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang telah memiliki pengalaman panjang dalam membina santri di lingkungan pesantren. Selain itu, Yayasan Tosepu Mepokoaso Indonesia juga membuka rekrutmen bagi lulusan Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, sebagai upaya menghadirkan tenaga pendidik dengan kompetensi akademik dan keagamaan yang mumpuni.
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari visi besar yayasan dalam membangun pesantren modern yang tetap berakar pada nilai-nilai keislaman sekaligus mampu melahirkan generasi berakhlak mulia, berilmu, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Hadirkan Pengajar Berpengalaman dari Bogor
Ketua Yayasan Tosepu Mepokoaso Indonesia, Asmawa Tosepu, menjelaskan bahwa pihaknya sengaja mendatangkan tenaga pendidik dari Pondok Pesantren Roudlotul Falah Al Hasanah, Jasinga, Kabupaten Bogor.
Pemilihan tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Asmawa, pengalaman para ustaz dalam membina santri menjadi modal penting untuk membangun budaya pendidikan yang baik sejak awal berdirinya Pondok Pesantren Ashabul Jannah.
Ia mengaku memiliki pengalaman tersendiri saat menjabat sebagai Penjabat Bupati Bogor. Selama bertugas di daerah tersebut, ia banyak mempelajari sistem pendidikan pesantren yang berkembang pesat dan berhasil mencetak lulusan berkualitas.
“Kami punya alasan kenapa merekrut ustaz yang sudah membimbing, membina, dan mendampingi santri di pondok pesantren di Kabupaten Bogor,” kata Asmawa. Ujarnya Seperti Dilansir megapolitan.antaranews.com
Menurutnya, dua ustaz yang ditugaskan ke Pondok Pesantren Ashabul Jannah memiliki pengalaman sekitar sembilan tahun dalam mendampingi kehidupan santri di pesantren.
Pengalaman tersebut diharapkan mampu menjadi fondasi yang kuat dalam membangun sistem pendidikan bagi angkatan pertama santri.
Menyiapkan Pondasi Pendidikan yang Berkualitas
Sebagai pesantren yang baru memulai operasionalnya, Ashabul Jannah tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar mengajar, tetapi juga pada pembentukan karakter santri.
Keberadaan tenaga pendidik yang telah terbiasa hidup di lingkungan pesantren dinilai akan mempermudah proses pembinaan, baik dari sisi akademik maupun pembentukan akhlak.
Sistem pendidikan pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membiasakan santri menjalani kehidupan yang disiplin, mandiri, serta memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Karena itu, pengalaman para ustaz menjadi salah satu aspek penting dalam membangun tradisi pendidikan yang kuat sejak awal.
Gandeng Pondok Pesantren Darul Ulum II
Selain menghadirkan tenaga pengajar dari Bogor, Yayasan Tosepu Mepokoaso Indonesia juga menjalin kerja sama dengan Pondok Pesantren Darul Ulum II.
Kolaborasi tersebut dilakukan dalam bentuk supervisi terhadap proses pembinaan santri maupun penyelenggaraan sistem pendidikan di Pondok Pesantren Ashabul Jannah.
Pendampingan ini diharapkan mampu memastikan seluruh proses pendidikan berjalan sesuai standar pesantren yang telah berpengalaman.
Melalui supervisi tersebut, yayasan berharap kualitas pembelajaran terus berkembang seiring bertambahnya jumlah santri pada masa mendatang.
Rekrut Lulusan Universitas Al-Azhar Kairo
Upaya meningkatkan kualitas pendidikan juga dilakukan melalui pembukaan rekrutmen ustaz hafiz Al-Qur’an yang merupakan lulusan Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi yayasan dalam menghadirkan tenaga pendidik dengan latar belakang pendidikan Islam bertaraf internasional.
Asmawa menjelaskan bahwa proses seleksi sedang berlangsung dan sejumlah kandidat telah mengikuti tahapan wawancara.
“Sementara ini ada beberapa yang sudah kami lakukan wawancara dan diskusi. Dalam beberapa waktu ke depan kami akan memutuskan siapa yang bersedia menjadi pengajar atau ustaz pembimbing di pondok pesantren ini,” ujarnya.
Kehadiran lulusan Al-Azhar diharapkan dapat memperkaya metode pembelajaran sekaligus memperkuat kualitas pendidikan agama di lingkungan pesantren.
Harapan Melahirkan Generasi Saleh dan Salehah
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Roudlotul Falah Al Hasanah, Jasinga, Kabupaten Bogor, KH Ahmad Bundari Abbas, menyampaikan harapannya terhadap perkembangan Pondok Pesantren Ashabul Jannah.
Ia berharap pesantren tersebut mampu menjadi pusat pendidikan Islam yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Semoga pendidikan ini dan masjid ini menjadi tempat yang diridhai Allah SWT, serta anak-anak yang dididik di sini menjadi anak yang saleh dan salehah,” kata KH Bundari Abbas.
Menurutnya, keberhasilan sebuah pesantren tidak hanya diukur dari jumlah santri, tetapi juga dari keberhasilan membentuk karakter dan akhlak peserta didik.
Operasional Perdana Dimulai dengan 20 Santri
Pondok Pesantren Ashabul Jannah resmi memulai kegiatan operasional pada Jumat (17/7/2026).
Pada tahap awal, pesantren menerima 20 santri angkatan pertama yang menempuh pendidikan jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Momentum pembukaan operasional tersebut juga ditandai dengan pelaksanaan salat Jumat perdana di Masjid Ashabul Jannah yang berada di lingkungan pesantren.
Kegiatan tersebut menjadi simbol dimulainya aktivitas pendidikan sekaligus pembinaan keagamaan bagi para santri.
Komitmen Membangun Pendidikan Islam Berkualitas
Kehadiran Pondok Pesantren Ashabul Jannah menunjukkan besarnya perhatian Yayasan Tosepu Mepokoaso Indonesia terhadap pengembangan pendidikan Islam di Sulawesi Tenggara.
Melalui perekrutan tenaga pendidik berpengalaman, kerja sama dengan pesantren yang telah mapan, hingga pembukaan kesempatan bagi lulusan Universitas Al-Azhar Kairo untuk bergabung sebagai pengajar, yayasan berupaya menghadirkan sistem pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Dengan pondasi pendidikan yang dibangun sejak awal secara serius, Pondok Pesantren Ashabul Jannah diharapkan tumbuh menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam unggulan di Sulawesi Tenggara serta menjadi pusat pembinaan generasi Qurani yang membawa manfaat bagi bangsa dan umat.

