Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: Inilah Kisah ‘Nakal’ Para Santri di Balik Kesuksesannya Kini
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > SANTRI-ALUMNI > Inilah Kisah ‘Nakal’ Para Santri di Balik Kesuksesannya Kini
SANTRI-ALUMNI

Inilah Kisah ‘Nakal’ Para Santri di Balik Kesuksesannya Kini

Suara Pesantren
Suara Pesantren Published 10/07/2020 5 Min Read
Share

PESANTREN | Babat--Apa yang terjadi jika 500-an alumni Pondok Pesantren Muhammadiyah Babat berkumpul dan bercerita tentang masa lalunya saat mereka menjadi santri? Dalam acara Reuni Nasional Alumni Pondok Pesantren Muhammadiyah Babat, Lamongan yang berlangsung Sabtu (9/7) siang, empat alumni didaulat untuk memberi pesan dan kesan selama menjadi santri. Sebagian ceritanya adalah kisah ‘kenakalan’ mereka.

- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

“Saya dulu termasuk santri yang nakal. Pernah diancam dikeluarkan dari pondok,” demikian Agus Kristiono, salah satu alumni yang didaulat berbicara mewakili angkatan tahun 90-an.

Agus bercerita, bahwa ia pernah beberapa kali keluar malam dari pondok dengan melompat pagar. “Waktu itu saya diajak senior nonton film. Kami lompat pagar belakang. Sialnya, pagarnya roboh saat kami panjat, yang menyebabkan kepala senior bocor dan harus dijahit,” kata Agus yang malam itu di samping harus mengurus pengobatan seniornya, juga harus menegakkan kembali pagar tembok, agar tidak diketahui KH Mukhlis Sulaiman, pendiri dan pengasuh pondok saat itu.

“Tapi meskipun termasuk nakal, saya merasakan sekali manfaat yang besar dari pondok ini,” kata pria yang kini berdinas di TNI AU ini. Agus bercerita, suatu saat di acara dinas ia pernah secara mendadak diminta sang komandan untuk menggantikan petugas pembaca doa yang berhalangan hadir. “Alhamdulillah saya bisa menjalankan tugas itu. Dan dapat amplop berisi Rp 1,5 juta,” tutur Agus disambut tawa hadirin.

Sementara itu Muhammad Yusuf yang didaulat untuk mewakili angkatan 80-an bercerita, “Saya pernah diminta Pak Mukhlis untuk muhadarah (belajar pidato, red). Tapi saya nggak bisa dan bersembunyi di dalam podium.” Tapi momentum itu justru membuat penulis buku Menabur Benih Karakter ini bertekad untuk bisa berbicara di hadapan umum. Dan terbukti, selain menjadi guru, kini ia juga seorang trainer dan motivator.

Lain lagi dengan Aan Khunaifi yang mewakili angkatan 2000-an. Ia bercerita bagaimana mendalamnya pesan yang diberikan KH Mukhlis Sulaiman kepadanya. Menurutnya, ada empat pesan Pak Mukhlis yang selalu diingatnya. “Pertama, beliau berpesan bahwa yang mencari ilmu, maka akan dimudahkan oleh Allah,” ungkapnya. Pesan kedua yang diingat Aan adalah saat ia bertemu dengan Kyai Mukhlis di Lamongan. “Beliau bertanya pada saya, apakah sudah menikah? Lalu Pak Mukhlis berpesan bahwa jika ingin bahagia, maka menikahlah.”

Pesan ketiga adalah soal sikap toleransi terhadap perbadaan furu’iyah. Menurut Aan, Kyai Mukhlis memberi contoh soal shalat. Bahwa kaifiyah shalat dari Nabi SAW itu hanya diterima lewat teks tertulis. “Bagaimana persisnya, kita tidak tahu. Makanya jangan menyalahkan shalat orang lain,” kata Aan menirukan Kyai Mukhlis. Pesan terakhir Kyai Mukhlis, kata Aan, adalah pesan filosofis “Ngono yo ngono neng ojo ngono (begitu tapi jangan begitu)”.

Selain mengundang alumni yang pernah menjadi santri formal, panitia reuni juga mengundang santri yang pernah diajar Kyai Mukhlis sebelum berdirinya pondok pesantren secara formal. “Dulu kami diajar berlima oleh Kyai Mukhlis. Belajar tafsir Alquran Surat Albaqarah. Kami belajar dua kali dalam satu pekan,” kata Alifin yang belajar pada Kyai Mukhlis tahun 70-an. Wakil Ketua STIKES Muhammadiyah Lamongan ini bersyukur pernah belajar pada Kyai Mukhlis dan sekaligus menjadi cikal bakal Pondok Pesantren Muhammadiyah Babat ini.

Sementara itu Mudir Pesantren KH Abdul Muhaimin merasa bangga pada para alumni yang tersebar di berbagai tempat di Tanah Air. “Beberapa yang bergelar doktor. Ada beberapa yang berprofesi dokter. Ada banyak pengusaha, guru, dan profesi lainnya. Itu yang membuat kami bangga. Semoga ilmu yang didapatkan dari pondok ini bermanfaat,” katanya.

Ketua Panitia Reuni Nasional (Rena) Samuri mengucapkan terima kasih pada para alumni yang telah berpartisipasi atas suksesnya acaranya ini. Ia juga membakar semangat alumni dengan yel-yel “Pondok Pesantren Muhammadiyah: Pondokku, Pondokmu, Pondok Kita.” Di akhir acara, terkumpul dana spontanitas sebesar Rp 15 juta. “Dana ini rencanya akan dipakai untuk rehab asrama putri,” kata Samuri. Sebelumnya, alumni telah menyalurkan sumbangan alumni sebesar Rp 40 juta untuh perbaikan asrama putra. [fath/pwmu.co]

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

1659 Mahasiswa Baru Unisba Ikuti Pesantren Online

Forum Pondok Pesantren Kabupaten Bekasi Resmi Menjadi Anggota Kesbangpol

Setwapres Adakan FGD Pengembangan Ekonomi Pesantren Menuju Kemandirian

Realisasi Perda Pesantren, Ridwan Kamil Libatkan FPPU Jabar

[REVIEW] Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Pesantren Terbaik di Sumenep Madura

TAGGED:cerita santrikisah santripesantrenpondok
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

KILAS PESANTREN

Wapres Tinjau Vaksinasi dan TPM Pesantren Darunnajah Jakarta

03/09/2021
SANTRI-ALUMNI

Dua Ustadz Pesantren Gontor Raih Juara Kaligrafi Internasional di Irak

18/01/2024
NASIONAL

Ada 61 Pesantren dan 4.000 Santri di Klaten, Perda Pesantren Jadi Angin Segar

24/10/2023
muhadjir effendy
NASIONAL

Menko PMK Muhadjir Effendy Tegaskan Pesantren Tidak Lagi jadi Lembaga Kelas Dua

17/06/2024
SANTRI-ALUMNI

Dua Santri Pesantren Daarul Abror Dapat Laptop dari Gubernur Babel, Ini Sebabnya

18/08/2020
NASIONAL

PPP Kerahkan Basis Pesantren untuk Dukung Ganjar di Pilpres 2024

11/09/2023
KH yusuf muhammad (gus yus)
JEJAK ULAMA

KH. Yusuf Muhammad, Ulama Cendekia dan Politisi Andal

20/05/2023
SANTRI-ALUMNI

Alumni Pesantren Unggul Al Bayan Juara Olimpiade Internasional di Kazakhstan

16/09/2020
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?