Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: Hanif Dhakiri Himbau Pesantren Jangan Ditinggal Sendirian Saat Pandemi
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > NASIONAL > Hanif Dhakiri Himbau Pesantren Jangan Ditinggal Sendirian Saat Pandemi
NASIONAL

Hanif Dhakiri Himbau Pesantren Jangan Ditinggal Sendirian Saat Pandemi

Suara Pesantren
Suara Pesantren Published 22/07/2020 3 Min Read
Share
foto ilustrasi dok. alamien prenduan

PESANTREN | Jakarta— Keberadaan pesantren di tengah pandemi corona (Covid-19) sangat dilematis. Buka pesantren tanpa protokol kesehatan, khawatir jadi klaster baru. Ikut protokol kesehatan, tapi biayanya tidak murah. Tolong, pesantren jangan ditinggal sendirian. Kurang lebih, begitulah kata mantan Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, ketika menjadi narasumber program Ngopi Pagi Rakyat Merdeka, Selasa (21/7).

- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

Acara ini dipandu Direktur Rakyat Merdeka Kiki Iswara. Dia didampingi dua wartawan senior: Ratna Susilowati dan Budi Rahman Hakim. Judul diskusinya: Nasib Pesantren Zaman Corona.

Topik diskusi ini, kata Kiki, dipilih untuk mencari tahu bagaimana kondisi dan cara lembaga pendidikan tertua di Indonesia itu, bisa tetap eksis di tengah wabah. Apalagi, tren orang tua tidak hanya di desa tapi juga di perkotaan, menyekolahkan anaknya di pesantren belakangan ini cukup tinggi.

“Bagaimana pesantren agar tetap survive?” tanya Kiki. Hanif memulai pemaparannya dengan menyoroti kebijakan pemerintah dalam hal penanganan Covid-19, khususnya di lingkungan pesantren.

Sejauh ini, kata dia, pemerintah baru sebatas memberikan sosialiasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New Normal dan protokol kesehatan Covid-19 saja. “Tidak bisa hanya sekedar itu,” kata Hanif.

Sebab, implikasi dari penerapan new normal dan protokol kesehatan di pesantren itu besar. Untuk jangka pendek, bagaimana memastikan seluruh santri dan tenaga pengajar bebas Covid-19 ketika memasuki pesantren. Otomatis, alat tes Covid-19 menjadi penting. Selain alat tes, di pesantren juga harus tersedia makser, hand sanitizer dan lainnya.

“Pertanyaannya siapa yang menyediakan alat tes? Kalau misalnya dibebankan kepada institusi pesantren, pasti berat. Oke kalau pesantrennya kecil, kalau santri pesantrennya 30 ribuan?” tanya dia.

Untuk jangka panjang, pesantren juga harus menambah kamar dan ruang belajar baru. Sebab, daya tampungnya harus dikurangi jika mengikuti konsep jaga jarak dalan protokol kesehatan. “Kalau kamar pesantren diisi 20 anak, itu masih bagus. Dulu saya 40,” kenang Hanif.

Tapi daya tampung kamar sebanyak itu pun tidak bisa lagi diberlakukan di era saat ini. “Kan harus disesuaikan dengan konsep social distancing. Ya, misalnya dari 10 menjadi 4. Kan harus membuat kamar baru. Terus kemudian ruang kelas baru,” sambungnya.

Karena itu, Hanif berharap pemerintah tidak meninggalkan pesantren sendirian. Sebab, pesantren bukan sekedar lembaga pendidikan tertua, tapi juga entitas sosio kultural dan ekonomi. “Pesantren itu bisa mempengaruhi ekonomi satu kecamatan bahkan kabupaten. Ini bisa membantu bangkitnya ekonomi masyarakat. Pemerintah harus hadir secara konkrit,” harapnya.

“Adaptasi dengan kenormalan baru ini tidak bisa given. Maka harus ada intervensi, kehadiran pemerintah agar adaptasi ini bisa berjalan dengan baik,” sambung politisi PKB itu. [rojink/rmco.id]

 

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

KH. Hasan Abdullah Sahal: Kalau NU dan Muhammadiyah Bersatu Dahsyat Indonesia

Wapres: Pesantren Jadi Pusat Pendidikan, Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat

Bupati Barito Kuala, Noormiliyani: Pesantren Penting Guna Mencapai Misi Pemerintah

IZI Jakarta Dapat Izin Resmi, Langkah Besar untuk Pengelolaan Zakat Profesional

Ketua PBNU KH Hasib Wahab Hasbullah Doakan Cak Imin jadi Wakil Presiden di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas

TAGGED:covidpesantrenpondok
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

NASIONAL

BSI Dukung Tumbuhnya MuslimPreneur dari Pesantren dan Masjid

21/01/2022
NASIONAL

Isbat Awal Zulhijjah 1441H Digelar 21 Juli, Rukyat Hilal di 84 Lokasi

18/07/2020
NASIONAL

Anies Baswedan Tak Ingin Lagi Ada Ketimpangan antara Pendidikan Umum dan Pesantren

10/10/2023
NASIONAL

Bey Machmudin Berikan Penghargaan Masjid, Pesantren dan Ulama Juara

02/12/2023
beasiswa santri
NASIONAL

Lulusan Pesantren Kini Bisa Lanjutkan ke Jenjang Formal

16/03/2021
NASIONAL

Dirjen Pendis Nyatakan Pesantren Tempat yang Tepat Menempa Diri

13/07/2023
NASIONAL

Wali Kota Bandar Lampung Beri Bantuan 1.000 Anak di Pesantren

28/08/2024
NASIONAL

Wapres Ungkap Bukti Lulusan Pesantren Bisa Berperan di Segala Bidang

28/08/2023
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?