Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: Andalkan Surya, Belasan Tahun Pesantren Darussalam Penuhi Energi secara Mandiri
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > KILAS PESANTREN > Andalkan Surya, Belasan Tahun Pesantren Darussalam Penuhi Energi secara Mandiri
KILAS PESANTREN

Andalkan Surya, Belasan Tahun Pesantren Darussalam Penuhi Energi secara Mandiri

Suara Pesantren
Suara Pesantren Published 26/09/2020 6 Min Read
Share

PESANTREN | Kangayan. Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam berada di Desa Saobi, Kecamatan Kangayan, Madura. Meski berada di Kabupaten Sumenep lokasinya tidak berada di daratan Madura, tapi di Pulau Kangayan. Untuk memenuhi kebutuhannya pengasuh pondok pesantren memenuhi kebutuhannya dengan listrik swadaya.

- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

Untuk mencapai pulau ini setidaknya diperlukan belasan jam menyusuri samudera dengan kapal laut dari Kota Sumenep.  Kondisi geografis inilah yang membuat Saobi terlambat mendapatkan layanan listrik PLN.

Pada akhirnya memang listrik PLN mulai beroperasi beberapa bulan lalu, ia memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 0,15 mW. Namun, tak urung banyak warga yang masih menggunakan jasa diesel milik perorangan.

“Dengan keterbatasan kadang orang jadi kreatif. Kalau serba ada malah tidak kreatif orang. Tidak tertantang,” jelas Herman Junaidi, pengasuh Pondok Pesantren Darussalam mengungkapkan filosofinya.

Herman juga seorang ASN di Dinas Pendidikan Sumenep sejak 2005. Dia alumni Prodi Pendidikan Fisika, Universitas Negeri Malang.

Dengan keterbatasan layanan listrik dari negara, Ponpes Darussalam yang Herman pimpin termasuk yang memilih gunakan listrik PLTS secara mandiri sejak belasan tahun lalu.

Pemanfaatan energi terbarukan itu pada awalnya diinisiasi oleh Suharto Noer, pengasuh Darussalam sebelumnya. Herman kemudian melanjutkan dan mengembangkan untuk berbagai keperluan pesantren.

Yayasan Darussalam sendiri membina tingkat pendidikan mulai Raudlatul Atfal (RA) sampai Madrasah Aliyah (MA). Rinciannya, Aliyah 82 siswa, MTs 110 siswa, Madrasah Ibtidaiyah sekitar 90 siswa, dan Atfal ada 60 siswa. Siswa MTs wajib mondok.

Herman masih ingat era sebelum Ponpes Darrusalam beralih ke PLTS dan masih gunakan diesel.  Dia cerita pernah membawa komputer tabung ke pesantren. Berhubung voltase listrik tak merata, komputer juga tidak stabil, akhirnya rusak. Komputernya pun hangus.

Tantangan tidak selesai sampai mereka punya sumber energi. Sejak pemberlakuan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) oleh pemerintah, dia harus memutar otak mengatasi ini. Mau tidak mau, dia harus mengikuti kebijakan pemerintah.

Kalau tidak bisa ujian mandiri, santri di tingkat Aliyah itu harus ikut ke Arjasa, ke Pulau Kangean.

Perjalanan menuju Arjasa,  tidaklah semudah perjalanan di kota. Mereka harus gunakan perahu dengan jarak tempuh sekitar satu jam perjalanan. Setelah itu,  harus ikut taksi lagi dari Pelabuhan Songai Bato-Bato menuju lokasi.

Jangan bayangkan “taksi” seperti di kota-kota. Taksi yang mereka maksud adalah mobil pick up yang diberi atap bagian atas baknya. Belum lagi konsumsi ketika ada di tempat, akan memakan biaya banyak.

Herman pun berusaha untuk UNBK mandiri. Para santri ikut UNBK offline. Setelah ujian selesai, dia membawa sendiri server komputer ke Arjasa untuk menyinkronkan hasil ujian.

“Lebih baik satu orang ke Arjasa, ketimbang berpuluh-puluh siswa ke sana.”

Selama dua tahun Herman melakukan itu, Madrasah Aliyah Darussalam pun akhirnya bisa UNBK online.

Tapi itu pun butuh perjuangan. Dia bilang, bukan hal mudah kalau mau online, modem harus ditaruh di tempat tinggi dengan gunakan bambu supaya dapat sinyal. Hal ini karena tiang utama salah satu provider GSM ada di Desa Cellong, beberapa pulau dari Saobi.

Di tengah keterbatasan yang ada itu Herman pun terus berinovasi, dengan energi surya.

Awalnya PLTS Darussalam punya 20 panel, tetapi akhirnya hanya tersisa 12 panel, karena keterbatasan ketersediaan aki penyimpan daya. Herman pun mencari solusi, dia putuskan pakai aki mobil.

“Biasa 20 aki, cuma sekolah tidak mampu beli hingga pakai empat aki, 12 V dan 60 A,” kata guru fisika itu.

Instalasi energi surya pesantren ini kekurangan aki. Perlu 16 aki untuk kekuatan maksimal. Beberapa panel surya yang terpakai masih dia simpan. Kalau panel surya melebihi kapasitas aki, maka aki yang dipakai akan cepat rusak.

Saat ditanya darimana biaya untuk memenuhi kebutuhan itu, dia sebut pesantren membiayai sendiri berbagai keperluan itu.

“Ya, dari mana, kalau pakai bantuan itu kan bisa ‘kapan-kapan’, biaya sendiri lebih cepat,” katanya tertawa.

Dari menyiasati keterbatasan yang ada, Herman ingin anak-anak tidak putus asa. Bahkan bisa menarik hikmah, tidak selalu mengeluh, sebaliknya adaptif dan mampu berinovasi di tengah kesulitan.

Untuk itu, dia tak hanya berharap santri mereka hanya berbekal prestasi akademik tinggi. Tetapi juga punya keterampilan lain, semisal las dan menjahit.

“Anak-anak itu kan tidak bisa dicekoki dengan akademik semua, ada yang cerdas di keterampilan [termasuk teknologi EBT].” Herman sadar, tidak  semua santri memiliki prestasi akademik tinggi. Ada yang lemah di akademik tetapi punya keterampilan.

Perihal inovasi dan modifikasi, ada beberapa warga pesantren yang telah melakukan ini. Contohnya Syarifuddin, yang masih kerabat dekat Herman.

Ceritanya sekitar tahun 2005, pesantren pernah dapatkan bantuan pembangkit listrik tenaga angin, tetapi tak berjalan baik.  Kincir angin bantuan tidak bekerja maksimal, putarannya tidak cepat dan selalu berderit. Akhirnya, ia tidak digunakan lagi.

Inverter dan baterai yang ada, dia lalu alihkan ke PLTS untuk berbagai keperluan pesantren, baik pondok, mesjid dan sekolah. Kapasitas yang dihasilkan sekitar 3.000 Watt, yang dipakai untuk memenuhi kebutuhan air wudhu’. Mesin itu masih tetap terawat sampai kini.

“Mun nika, engghi gunana ka pesantren sangat membantu [Ini sangat membantu pesantren],” kata Syarifuddin.

Di tengah infrastruktur yang terbatas, teknologi energi terbarukan amat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil seperti Pulau Kangayan. Terlebih itu, masyarakat harus mampu berinovasi dengan berbagai kondisi yang ada. [rojink]

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

Silaturahmi ke Pesantren Al Badar Banten, Ini Harapan Kiai Uwais untuk Anies

Informasi Pendaftaran Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

Gontor 12 Siak MoU dengan PERSI Bangun Kebun Kelapa Sawit

Inilah Pesan Pimpinan Gontor saat Pembukaan Ujian Tulis Santri

1.396 Santri Tebuireng Jalani Tes Swab untuk Kembali ke Pondok

TAGGED:#Ponpespesantren darussalamplts
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

KILAS PESANTREN

Jelang 1 Abad Pesantren Al Falah Ploso, IMAP Lumajang Gelar Bahtsul Masail

21/09/2024
KILAS PESANTREN

Pemkab Bekasi Gelar Porseni Antar Pesantren di Pesantren At-Taqwa

16/10/2023
Pesantren Muhammadiyah Harus Adaptif, Profesional, dan Siapkan Regenerasi Kepemimpinan
KILAS PESANTREN

Izzul Muslimin: Ummul Mukminin Harus Terus Berkembang dan Berkontribusi

02/07/2026
pondok modern tazakka
KILAS PESANTREN

Pelajari Manajemen Pesantren, Pimpinan Pesantren Al-Fattah Studi Banding ke Pondok Tazakka

08/07/2024
kh ahmad fauzi tijani al-amien prenduan
KILAS PESANTREN

Pesantren Al-Amien Madura akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234

13/07/2026
pesantren darunnajah
KILAS PESANTREN

43 Santri Pesantren Darunnajah Ikut Daurah di Universitas Ummul Quro’ Mekkah

10/10/2023
ummul quro bogor
KILAS PESANTREN

Syekh Sayyid Abdul Aziz Al Syahawi Ajarkan Santri PMUQI Keutamaan Bahasa Arab

07/02/2025
KILAS PESANTREN

Pesantren Al-Muayyad Windan Gelar Workshop Santri Terampil Menulis Berita

27/05/2024
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?