SUARA PESANTREN | Balikpapan–Lomba Eco Office 2023 yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan juga mencakup kategori pesantren. Dan kali ini, Pondok Pesantren Al Mujadihin Kilometer 10 Balikpapan Utara berhasil meraih penghargaan tersebut. Keberhasilan ini tak terlepas dari kerja sama para pengurus pesantren, pengasuh, santri putra, dan santri putri. Lomba ini menjadi sarana pendidikan lingkungan untuk mengajarkan pentingnya kebersihan.
Sekretaris Ponpes Al Mujahidin Rimun menjelaskan bahwa melalui kegiatan Eco Office ini, mereka juga menerapkan cara mengelola dan mengurangi timbulan sampah di lingkungan pesantren. “Kami mengolah sampah menjadi kompos. Kami juga terus mendorong pengelolaan sampah lainnya untuk menjaga kebersihan lingkungan, dan ke depannya akan kami sosialisasikan kepada masyarakat agar menjadi budaya hidup,” katanya.
Selain itu, mereka juga melakukan beberapa tindakan sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. Misalnya, membuat lubang biopori untuk menyerap air dan juga sampah organik dari sisa makanan. Mereka juga membuat dua wadah kompos dari bahan organik dan sisa sampah makanan yang ada, meskipun hasilnya masih terbatas.
Di sisi lain, para santri putri juga berusaha menciptakan ecobrick dari sampah plastik yang berasal dari bungkus makanan atau permen, dan kemudian mengadakan lomba kreativitas antar-kamar. Selain itu, upaya penghematan energi listrik juga dilakukan dengan mematikan lampu dan mengurangi penggunaan energi listrik lainnya di kamar-kamar setiap pagi dan malam.
Melalui partisipasi dalam Lomba Eco Office 2023, Pondok Pesantren Al Mujadihin Kilometer 10 Balikpapan Utara menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengajarkan pentingnya pelestarian alam kepada santri-santri mereka. Semoga upaya mereka dapat menjadi inspirasi bagi pesantren lainnya di Indonesia. [roji]

