Suarapesantren.com | Depok–Malam Senin, 25 Januari 2026 tokoh nasional kita, Anies Baswedan tanpa diduga berkunjung ke Ma’had Madinatul Qur’an Putri Depok, sebagai tamu kehormatan bapak H. Abdul Sattar selaku penasehat Yayasan Madinatul Qur’an Depok. Beliau datang setelah bertakziyah ke rumah duka Alm. H. Affandi bin H. Abdul Hamid Mollah, ayah dari bapak Abdul Sattar.
Setelah bertakziyah dari rumah duka, bapak Sattar mengajak salah satu tokoh nasional di Indonesia, yakni bapak Dr. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D., untuk berkunjung ke ma’had putri dengan ditemani oleh beberapa pengurus yayasan MQ Depok dan juga tim beliau.
Sebagai tokoh nasional, pak Anies pernah terpilih menjadi rektor termuda di Universitas Paramadina Jakarta (2007-2015), lalu menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) periode 2014-2016, dan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.
Kehadiran bapak Abdul Sattar serta pak Anies Baswedan menjadi suatu kehormatan bagi keluarga besar ma’had putri MQ, yang tentunya membuat para mahasatriwati sangat bersemangat untuk menyambutnya. Dan mereka tidak lupa mengabadikan momen yang sangat bersejarah itu dengan foto bersama di halaman ma’had putri.
Setelah itu, di tengah para mahasantriwati berbincang-bincang dengan pak Anies dan pak Sattar sekedar menanyakan asal daerah, salah satu mahasantriwati, Annura Lathifah Zahira angkatan 06 menyapa pak Anies dengan tujuan untuk bertanya kepada beliau. “Abah..abah.. masih ada tidak harapan untuk Indonesia bagi kami sebagai santri?” ucapnya dengan penuh harapan.
Pak Anies mendengar dengan seksama dengan raut wajah yang berseri-seri, kemudian beliau menjawab, “Masih punya harapan, insya Allah,” tuturnya dengan penuh keyakinan.
Dilanjut dengan pertanyaan berikutnya, “Apa motivasi buat kita pak Anies, biar kita gak down melihat berita-berita tentang Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja, apalalagi kita-kita ini di pondok gak tau kabar-kabar di luar?” ucapnya dengan polos.
Kemudian pak Anies menjawab, “Sesulit-sulitnya apapun yang kita hadapi, pasti sudah pernah ada yang mengalaminya dan kita bukan yang pertama. Kalo yang sebelumnya bisa, insyaa Allah kalian pun akan bisa,” ujarnya dengan penuh wibawa.
Tidak hanya di situ, bapak H. Abdul Sattar pun menambahkan, “Albert Einstein pernah bilang, kalo pelajaran di sekolah itu hanya informasi. Jadi pengalaman kamu adalah ilmu pengetahuan, makanya kita harus belajar sejarah supaya bisa ambil ilmu pengetahuan dan pengalaman dari orang, dari tokoh pahlawan semua, juga dari yang pak Anies alami kita ambil yang baiknya untuk menjadi rujukan langkah-langkah dan keputusan kita melangkah ke depan,” ucapnya panjang lebar dengan bijak.
Adapun pesan terakhir dari bapak Abdul Sattar kepada para mahasantriwati, “Tetap semangat ya kalian,” ucapnya dengan tegas. Lalu ucapan terima kasih dari bapak Anies karena sudah menyambut kedatangannya dengan hangat,“Terima kasih sudah menyambut, salam buat keluarga ya,” tuturnya dengan penuh kehangatan. Diiringi sahut-menyahut mahasantriwati sambil tersenyum dan berseru, “Capres dan Cawapres, fii amanillah Abah dan Babeh. Abah selalu jadi orang baik ya….”
Besar harapan mereka setelah bertemu dengan orang-orang hebat seperti pak Anies Baswedan menjadi semangat baru untuk terus menlanjutkan perjuangan-perjuangan di Indonesia dengan tidak menghilangkan identitasnya sebagai penghafal Qur’an maupun sebagai rakyat yang cinta tanah air. []

