Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: Pesantren EMAS, Cara PWNU DI Yogyakarta Atasi Sampah di Pesantren
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > NASIONAL > Pesantren EMAS, Cara PWNU DI Yogyakarta Atasi Sampah di Pesantren
NASIONAL

Pesantren EMAS, Cara PWNU DI Yogyakarta Atasi Sampah di Pesantren

Suara Pesantren
Suara Pesantren Published 02/08/2023 5 Min Read
Share
pesantren emas

SUARA PESANTREN | Bantul–Dari Desa Panggungharjo, Bantul, para santri mempelajari ilmu pengelolaan sampah. Semua dilakukan demi mewujudkan kemandirian ponpes agar terbebas dan tidak membebani lingkungan sekitar dengan sampah.

Daftar Isi
Pesantren EMAS, siasat PWNU DIY atasi sampahPesantren, salah satu penghasil sampah yang banyakPemilahan sampah dan mengurangi penggunaan plastik jadi kunciKebijakan konkret dari pengurus Ponpes jauh lebih penting dari sekadar infrastruktur
- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

Sudah sejak lama pengelolaan sampah menjadi fokus utama warga Desa Panggungharjo. Salah satunya dibuktikan dengan pendirian Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah (KUPAS) pada 2013. Maka ketika Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan ditutup sementara, mereka tidak kalang kabut.

Kemandirian ini kemudian mereka tularkan kepada pesantren-pesantren dari berbagai daerah melalui program bertajuk “Pesantren EMAS (Ekosistem Madani Atasi Sampah)”.

Pesantren EMAS, siasat PWNU DIY atasi sampah

Pesantren Emas sendiri merupakan program inkubasi pendidikan pengelolaan sampah yang digagas Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (PWNU DIY) di 12 pesantren di Jawa Tengah dan DIY. Beberapa di antaranya ialah Ponpes Daarul Qur’an Wonosari, Ponpes Jambu Cirebon, dan Ponpes Kempek Cirebon. Program ini berlangsung pada 3-31 Juli 2023.

Selama sebulan, 40 peserta yang merupakan pengurus pesantren diberikan materi dasar seputar pengelolaan sampah dan observasi lapangan di Desa Panggungharjo dan pesantren mitra. Setelah itu, barulah mereka diminta membuat perencanaan pengelolaan sampah di masing-masing pesantrennya.

Program ini dipimpin oleh Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta yang bekerja sama dengan KUPAS (Kelompok Usaha Pengelola Sampah) Desa Panggungharjo, Yayasan Fahmina Cirebon, serta PT. Pegadaian.

Pesantren, salah satu penghasil sampah yang banyak

Tidak bisa dimungkiri bahwa pesantren merupakan salah satu tempat yang mengasilkan sampah dengan volume yang banyak terutama sampah sisa-sisa dapur dari pengolahan makanan santri.

Wahyudi Anggoro Hadi, Lurah Panggungharjo, menulis dalam bukunya, Satu Bumi, bahwa sampah di daerahnya besar kemungkinan berasal dari selain warga tetap, yakni mahasiswa dan santri. Di Panggungharjo sendiri ada 3.600 santri yang bermukim di sana.

Fakta lapangan di Desa Babakan Cirebon unik lagi. Ada situasi di mana jumlah santri lebih banyak dari penduduk desa. Ketua Kebersihan Pesantren Kebon Jambu Cirebon Ahmad Rifa’i (21) mengonfirmasi hal tersebut. “Sampai 2.000 kalau ditotal putra-putri,” kata Rifa’i seperti dilansir mojok.co.

Masih di Cirebon, situasi yang sama juga terjadi pada Pesantren Khas Kempek yang dihuni 7.000 santri. “Desa Kempek pasti sepi kalau santri sedang liburan,” tutur Arfan Maulana (20), salah satu ketua asrama di pesantren tersebut.

Pemilahan sampah dan mengurangi penggunaan plastik jadi kunci

Sejak dulu, Arfan sudah resah dengan persoalan sampah di pesantrennya. Sebab, penampungan sampah di dekat lapangan olahraga pesantrennya sering menumpuk. Namun, setelah tim kebersihannya berkunjung ke Desa Pnggungharjo pada 2022 silam, masalah sampah berangsur-angsur bisa teratasi meski masih jauh dari kata sempurna.

“Sudah dipilah, namun belum konsisten. Ada gedung yang belum menyediakan kotak sampah terpisah sehingga pemilahan di tingkat kamar menjadi sia-sia,” ungkapnya.

Salah satu solusi mengatasi sampah yang ia dapat ialah dengan mengurangi penggunaan plastik. Ilmu mereduksi sampah plastik ini ia dapatkan di pesantren Darul Qur’an Wonosari yang ia tinggali selama seminggu.

“Mereka tidak menggunakan uang tunai melainkan kartu elektronik terbitan pesantren sehingga sedikit mengurangi jajan di luar yang sulit dikontrol penggunaan plastiknya,” tutur Rifa’i.

Kebijakan konkret dari pengurus Ponpes jauh lebih penting dari sekadar infrastruktur

Meski demikian, ia masih melihat ada kekurangan di pengelolaan sampah Pesantren Darul Qur’an Wonosari. Pengelolaan sampah di pesantren tersebut kurang terorganisir pengelolaannya. Padahal, secara infrastruktur pesantren tersebut sudah memadai, salah satu ukurannya ialah mereka sudah memiliki mesin cacah untuk botol plastik.

“Sayangnya, sampai sekarang mereka belum sekalipun menjual hasil sampah tercacah,” katanya, lalu memastikan bahwa pesantrennya mesti siap secara manajerial sebelum alat-alat didatangkan.

Menurut kedua pengurus pesantren ini, pengelolaan sampah bukan hanya soal alat-alat. Arfan misalnya, menganggap bahwa pengelolaan sampah butuh kebijakan yang konkret dari pemilik pondok pesantren yakni kyai dan nyai pengasuh.

Baginya, target akhir berupa melepaskan ketergantungan pada layanan Dinas Lingkungan Hidup perlu rencana jangka panjang yang dirancang dari level pengasuh.

Rifa’i pun demikian, menekankan pentingnya sosialisasi langsung oleh pengasuh. “Kalau Tim Kebersihan yang sosialisasi melulu, satu kepengurusan akan habis hanya untuk menghimbau. Lain cerita bila dari pengasuh langsung, pasti nurut semua santrinya,” cetus santri yang sejak OSIS MTs selalu jadi bagian kebersihan ini.[nk]

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

IPB University Kenalkan Model CIBEST kepada 50 Santri di Cirebon

Kegiatan Belajar Pesantren di Tegal Berjalan, Walsantri Dilarang Jenguk

Mengidentifikasi Pemicu Alergi Kulit bagi Santri di Pesantren

Hanif Dhakiri Himbau Pesantren Jangan Ditinggal Sendirian Saat Pandemi

Pemerintah akan Jalankan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Madrasah dan Pesantren

TAGGED:pesantren berdayapesantren emasreview pesantren terbaiksampah pesantren
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

kemenag
KILAS PESANTRENNASIONAL

Kemenag Susun Peta Jalan Pesantren, Jadi Acuan Pengembangan hingga 10 Tahun ke Depan

08/09/2026
beasiswa lpdp
NASIONAL

Sebanyak 7 Kiai dan Nyai Terima Beasiswa ke Jerman Kerjasama Kemenag-LPDP

28/02/2024
NASIONAL

ICMI Banten dan Yayasan As Shalihin Bantu Pesantren dan Guru Ngaji

16/08/2020
inkubasi bisnis pesantren
NASIONAL

Tahun 2024, Kemenag Targetkan Pelatihan Kemandirian Pesantren untuk 1.494 Pondok

25/06/2024
NASIONAL

Sandiaga Uno Dorong Santri Manfaatkan Teknologi Digital Marketing

01/07/2022
NASIONAL

Ribuan Santri Lirboyo Kediri Kembali ke Pesantren

08/07/2020
NASIONAL

Kreatif, Penyuluh Agama Ajarkan Santri Cara Bertanam Hidroponik

20/03/2021
NASIONAL

Bea Cukai Aceh Hibahkan 17 Ton Bawang Merah Sitaan ke Pesantren

19/03/2021
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?