Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: Kisah Santri Asal Malaysia Nyantri di Pesantren Darussyifa Al-fitro Sukabumi
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > SANTRI-ALUMNI > Kisah Santri Asal Malaysia Nyantri di Pesantren Darussyifa Al-fitro Sukabumi
SANTRI-ALUMNI

Kisah Santri Asal Malaysia Nyantri di Pesantren Darussyifa Al-fitro Sukabumi

Suara Pesantren
Suara Pesantren Published 10/07/2020 3 Min Read
Share

PESANTREN | Sukabumi–Sebanyak 25 siswa asal Malaysia rela datang jauh-jauh ke Sukabumi, Jawa Barat, untuk belajar agama di Pondok Pesantren Salafi Terpadu Darussyifa Al-fitroh. Pondok itu dikelola Perguruan Islam Yaspida, Sukabumi. Mereka ditempa dengan ilmu keagamaan dan kedisiplinan.

- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

Fandi Zulandry, 16, salah seorang santri mengaku, semula dia merasa tidak betah. Pasalnya lingkungan dan cuaca ponpes ini berbeda dengan di kampung halamannya, Johor Baru. Namun, berkat ketelatenan dan kegigihannya Fandi bisa menjalani keseharian belajar di Ponpes Darussyifa Al-fitroh.

“Saya mulai beraktivitas mulai pukul 03.00 dan pada pagi saya sekolah. Setelah sekolah kemudian saya mengaji dan mengikuti beberapa kegiatan di luar jam sekolah,” akunya. Sejauh ini selama menjadi santri, Fandi merasakan beberapa perubahan kebiasaannya. Terutama kedisiplinan dengan waktu dan menjalani ibadah.

Hal serupa juga diungkapkan Herlina. Santri berusia 15 itu mengaku mendapat ketenangan dan ketentraman hati. Apalagi saat belajar bersalawat. Dia merasakan tenang di hati.

Selama di Malaysia, kata, Herlina, dia sangat jarang sekali beribadah. Bangun pagi pun sering kesiangan. Sepulang sekolah langsung bermain. Kala masuk ke ponpes dia dituntut untuk rajin dan disiplin.

“Awal-awal kaget soal cara beribadah. Makanannya hingga cuaca. Tapi kami sekarang jadi mulai terbiasa, yang tadinya malas salat kami sekarang tepat waktu,” terangnya dilansr dari JP.

Enzon ZM, penanggung jawab santri asal Malaysia di Darussyifa Al-fitroh menyebut, kehadiran santri asal Negeri Jiran itu menunjukkan ponpes tempatnya bernaung memiliki eksistensi di kawasan Asia Tenggara. Selama ini Ponpes Darussyifa Al-Fitroh sering didatangi santri dari luar negeri.

Dalam menghadapi santri dari luar, kata Enzon, memang banyak tantangan bagi pengajar. Terutama dari segi kultur, lingkungan, dan bahasa. Untuk pendidikan umum, para santri itu ditempatkan belajar di sekolah-sekola terpadu di bawah asuhan ponpes.

“Mereka baru sebulan belajar dan di terima di sini. Mereka bergabung dengan jalur beasiswa yang digelar di negaranya, ” jelas Enzon sebagaimana keterangan persnya, Rabu (18/9).

Di samping dari luar negeri, santri di ponpes ini pun tidak sedikit dari wilayah Indonesia. Hampir dari semua santri domestiknya berasal dari Aceh hingga Papua.

Terpisah, sesepuh Ponpes KH. E.S. Mubarok mengatakan, dalam membagi dan menyebarkan ilmu tidak ada kata terbatas wilayah, adat, dan kultur budaya. Nilai salehan harus seluas-luasnya disebarkan. Nilai moralitas adalah sesuatu yang penting bagi manusia dalam menjalankan hidupnya.

“Kami berprinsip, ilmu itu mudah didapat, tetapi kesalehan dan moralitas sulit didapat. Makanya kami mengajarkan kepada santri lebih kepada moralitas dan kesalehan terlebih dahulu, kemudian ilmu.” [fath/Kesatu.co]

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

Wapres: Rp2,6 Triliun Disiapkan untuk Pesantren dan Diniyah

Kementerian PUPR Bangun Rusun Pesantren Syeh Burhanuddin Kuntu di Kampar

Kemenkeu akan Bantu 14.115 Pesantren untuk Pembelajaran Online

Doktor Tarbiyah Pertama dari Asia Tenggara, Nilai Summa Cumlaude

Jubir Wapres: Pemerintah Pastikan Pesantren Aman Asal Ikuti Prosedur

TAGGED:kisah santripendidikan agamapesantrenpondok
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

NASIONAL

Soal Usulan Muadalah di Pesantren, Kemenag Bogor: Kami sangat Mendukung

25/03/2022
NASIONAL

Soal LGBT, Gubernur Khofifah: Pesantren Harus Turut Serta Jaga Akhlak Bangsa

02/10/2023
INFO BEASISWA

Beginilah Ragam Cara Unik Belajar di Pesantren

14/07/2020
INFO BEASISWA

Tawaran untuk Kurikulum Pondok Pesantren di Era 4.0

13/08/2020
KILAS PESANTREN

Pesantren Al-Mizan Bikin MoU dengan IPB Garap Pertanian

05/04/2021
NASIONAL

Tahun Ini, LPDP Buka Program Beasiswa untuk Guru di Pesantren

30/01/2022
silatnas ummul quro
KILAS PESANTREN

Silatnas dan Halal Bi Halal Pesantren Ummul Quro Dihadiri Ratusan Alumni

13/04/2025
NASIONAL

BSI Sinergi Bangun Peternakan Kambing untuk Pesantren

25/02/2022
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?