Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: Nissa Wargadipura dari Pesantren Ath-Thaariq Garut Raih “FAO Heroes 2024”
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > KIAI-USTADZ > Nissa Wargadipura dari Pesantren Ath-Thaariq Garut Raih “FAO Heroes 2024”
KIAI-USTADZ

Nissa Wargadipura dari Pesantren Ath-Thaariq Garut Raih “FAO Heroes 2024”

Nissa Wargadipura, pengelola Pesantren Ath-Thaariq di Garut, Jawa Barat, menjadi salah seorang penerima anugerah bergengsi “FAO Heroes”

Suara Pesantren
Suara Pesantren Published 17/10/2024 7 Min Read
Share
dok. voa

SUARA PESANTREN | Nissa Wargadipura, pengelola Pesantren Ath-Thaariq di Garut, Jawa Barat, pada hari Rabu (16/10) menjadi salah seorang penerima anugerah bergengsi “FAO Heroes” atau “Pahlawan Makanan” dari Badan PBB Urusan Pangan Dunia (Food & Agriculture Organization) FAO. Nissa adalah salah seorang dari 26 tokoh dunia yang dinilai berhasil membantu mewujudkan akses dan ketersediaan pangan yang beragam, bergizi, terjangkau dan aman.

Daftar Isi
Dirjen FAO: Pangan adalah HAMPertahankan Kearifan LokalMelindungi Hak Petani atas Lahan Hingga Mendorong “Family Farming”Nissa: Mendorong Anak Muda Tertarik pada Family Farming Bukan Hal Mustahil
- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

Berkerudung putih merah jambu, Nissa yang berperawakan kecil, naik ke atas panggung bersama tujuh penerima lain yang hadir langsung di acara penganugrahan penghargaan “Food Hero’s FAO Global Family Farming Forum” di Roma, Italia.

Diwawancarai VOA melalui telepon sesuai menerima penghargaan itu, Nissa mengatakan “Food Heroes” yang diterimanya seakan “menggeser paradigma yang ada selama ini tentang apa yang disebut sebagai pertanian yang berhasil.”

Nissa, yang sejak tahun 2008 mengajarkan santri-santrinya beragam teknik pertanian yang fokus pada pangan bernilai gizi tinggi dan model perkebunan keluarga berkelanjutan (family farming), mengatakan “family farming atau perkebunan keluarga berbasis biodiversity (keanekaragaman) dan tidak memakai pupuk kimia, terbukti berhasil menggeser cara pandang dari pertanian modern dan revolusi hijau ke gerakan agro-ekologi.”

“Lihat bagaimana gerakan family farming yang dilakukan petani-petani kecil ini justru dapat menjadi gerakan besar,” tambahnya penuh semangat.

“Lihat bagaimana yang memastikan akses pada pangan, dan bahkan menyelamatkan pangan dunia, bukan perusahaan-perusahaan multi nasional atau multi internasional, tetapi rakyat.”

Dirjen FAO: Pangan adalah HAM

Dalam acara yang berlangsung di tengah gejolak politik dunia dan perubahan iklim itu, Dirjen FAO Qu Dongyu, menekankan bahwa pangan adalah hak asasi manusia. Ia menggambarkan tema Hari Pangan Sedunia tahun ini – yaitu “Hak atas Pangan untuk Kehidupan yang Lebih Baik dan Masa Depan yang Lebih Baik” – sebagai pengingat bahwa semua orang berhak atas kecukupan pangan.

Data FAO menunjukkan ada sekitar 730 juta orang yang menghadapi kelaparan dan lebih dari 2,8 miliar orang di seluruh dunia yang tidak mampu mendapatkan makanan sehat. Oleh karena itu Qu Dongyu mendesak seluruh pemangku kepentingan untuk “mengambil tindakan segera” guna membangun sistem pertanian pangan yang dapat “memberi gizi pada dunia.”

Pertahankan Kearifan Lokal

Saat memperkenalkan Nissa, pembawa acara di forum FAO itu menyebutnya sebagai penggagas sekolah petani muda “yang membantu petani memiliki keahlian pertanian berkelanjutan dengan tidak melupakan nilai-nilai kearifan lokal.”

“Ia (Nissa.red) telah berbagi ilmu ke seluruh masyarakat di sekitarnya,” tambahnya.

Sebagai perempuan yang lahir dari keluarga petani, yang senantiasa menggantungkan mata pencahariannya dengan mengolah lahan pertanian dan perkebunan di kaki Gunung Papandayan, di Garut, Jawa Barat, Nissa mengatakan kearifan lokal terbukti ikut menjaga dan mempertahankan ketersediaan pangan.

“Dalam kearifan lokal orang Sunda, kita mengenal sawah. Sawah adalah gudang makanan yang paling variatif, mudah diakses, murah dan aman. Di gudang makanan ini kita menemukan makanan yang berbeda-beda. Ada padi, ada eceng sawah, tutut, keong mas, genol atau ikan kecil-kecil, jamur yang tumbuh subur di pinggir2 pematang terutama setelah hujan dan banyak lainnya. Kekayaan luar bias aini baru di sawah saja. Ini semua aksesnya sangat mudah, murah dan jika dikelola secara organik maka circular economy yang dikelola pesantren ekologi ini tak terhingga. Bayangkan bagaimana jerami misalnya, yang setelah panen tidak dibuang, tapi dijadikan pakan ternak bebek dan angsa; atau daun-daun yang kering, dikumpulkan dan ditanam di tanah. Ini tidak terjadi dalam revolusi hijau karena semua harus bersih untuk kemudian diberi pupuk urea. Tapi kami mempertahankan apa yang ada di alam. Belum lagi jika kita bicara azola pinata yang sangat pintar menangkap protein dan oksigen di dalam udara,” ujar Nissa yang akan memaparkan semua hal ini dalam forum dialog internasional di FAO pada hari Kamis (17/10).

Melindungi Hak Petani atas Lahan Hingga Mendorong “Family Farming”

Nissa Wargadipura dikenal luas di Garut sejak masih mahasiswa ketika ia melindungi hak-hak petani lokal dan menentang kebijakan pembebasan lahan tahun 1989. Pada tahun 1997 sekitar 700 petani berhasil mendapatkan lahan mereka kembali, tetapi Nissa tidak berhenti hingga di situ karena berikutnya ia menarget pemberdayaan petani lewat pembentukan “Serikat Petani Pasudan.”

Salah satu organisasi petani yang paling berpengaruh di Jawa Barat itu kini memiliki lebih dari 100.000 anggota. Mereka berupaya keluar dari tekanan tengkulak yang menguasai pasar, benih hingga pupuk, dan bahkan mengatur harga jual. Walhasil petani hampir tidak punya uang untuk bertahan hidup dan harus selalu bergantung pada tengkulak.

Di situs FAO, Nissa menceritakan bagaimana terjun ke dunia pendidikan dengan mendirikan pesantren menjadi jalan satu-satunya jalan agar para petani dan keluarga mereka percaya pada kearifan lokal.

Sejak awal didirikan pada tahun 2008, Pesantren Ath-Thaariq – yang berarti “jalan” – tidak saja mendidik santri soal agama, pendidikan tradisional dan formal, tetapi juga agroekologi, ketahanan pangan dan pengolahan hasil panen bernilai gizi tinggi. Ia juga mendorong peran aktif perempuan dalam komunitas pertanian ini.

Di lahan seluas satu hektar, Nissa merancang sistem penanaman tumpang sari di mana beragam tanaman dibudidayakan secara bersamaan, di lahan yang sama. Ia hanya membaginya berdasarkan zona, misalnya buah-buahan tropis, makanan pokok, rempah-rempah, atau kolam ikan.

Nissa: Mendorong Anak Muda Tertarik pada Family Farming Bukan Hal Mustahil

Nissa mengatakan dunia seharusnya bangga dengan ketertarikan dan kesungguhan anak-anak muda pada family farming yang dapat menyediakan makanan yang beragam, bergizi, terjangkau dan aman.

“Saya biasanya masuk ke mereka dengan menjelaskan betapa mereka kini hidup dalam situasi yang terancam karena serba instan. Bagaimana sekarang ini ada begitu banyak penyakit baru seperti migrain, depresi, diabetes, ovum yang tidak berkualitas, sperma yang tidak sehat dan kelak generasi yang tidak berkualitas. Ini kami masukkan di kurikulum dan akhirnya justru serius menekuni hal ini. Mereka jadi punya kesadaran yang sangat tinggi soal apa yang mereka tanam, apa yang mereka konsumsi dan hasilnya kelak. Ini suatu yang dapat dicapai, bukan sesuatu yang mustahil,” tegas Nissa.

Perkebunan atau pertanian keluarga (family farming) seakan menjadi cara untuk menebus kegagalan revolusi hijau. Lewat teknik ini, Nissa dan 27 “Pahlawan Makanan” lainnya mendorong pelestarian produk makanan tradisional yang menggunakan sumber daya alam berkelanjutan, sambil sekaligus menjaga keanekaragaman hayati dunia. Target besar yang menurut Nissa sebenarnya dapat dimulai dari halaman belakang rumah kita sendiri. []

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

KH. Yasyfi Afazani, Kiai Muda asal Garut Berprestasi dalam Liga Memanah Berkuda di Malaysia

Dr. Derliana, Mudir Pesantren Kauman Padang Panjang Raih Penghargaan Luar Negeri

Aipda Julianto Pane: Polisi yang Jadi Kiai di Pesantren Ruhul ‘Azam di Aceh

Alwi, Ustadz Bangkit Lewat Dapur MBG, Kini Bantu Ekonomi Keluarga

Prof Hamid Fahmy Zarkasyi Rektor UNIDA Gontor Raih Penghargaan Tokoh Perbukuan Islam di IBF 2023

SOURCES:voaindonesia.com
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

oni sahroni
KIAI-USTADZ

Ustadz Oni Sahroni Raih Baznas Award sebagai Ulama Pendukung Zakat

30/08/2025
KIAI-USTADZ

Kiai Takdir Rintis Pesantren Modern Darussalam Mustofa di Wilayah Terpencil Kendari

21/09/2023
KIAI-USTADZ

Cholil Nafis, Kiai Muda jadi Ketua Komisi Dakwah MUI

01/07/2020
KIAI-USTADZ

KH Ahmad Fuad Noerhasan Jadi Pengasuh Pesantren Sidogiri

29/07/2021
al-amien prenduan
KIAI-USTADZ

Empat Guru Pengabdian Pesantren Al-Amien Raih Juara di Universitas Walisongo Semarang

19/10/2023
kh asep saifuddin chalim
KIAI-USTADZ

KH. Asep Saifuddin Chalim, Sulap Gudang Kayu Jadi Pesantren Modern Amanatul Ummah

17/07/2023
gus
KIAI-USTADZ

Pondok Pesantren Al-Badri: Menjaga Tradisi Pendidikan Agama di Tengah Perkembangan Zaman

02/06/2026
awaluddin faj primago
KIAI-USTADZ

Ustadz Awaluddin Faj Pengasuh Pesantren Primago Depok Raih Gelar Doktor di UIK Bogor

07/07/2023
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?