Suarapesantren.com – Peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor di Kabupaten Ponorogo menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan panjang pendidikan pesantren di Indonesia. Presiden RI Prabowo Subianto hadir langsung dalam peringatan tersebut dengan didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Memasuki usia 100 tahun, Gontor dinilai tidak hanya berhasil mempertahankan tradisi pendidikan pesantren, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan melahirkan banyak lulusan yang berkontribusi di berbagai bidang.
Khofifah: 100 Tahun Gontor Bukan Sekadar Angka
Khofifah mengatakan usia 100 tahun menjadi bukti panjangnya perjalanan Gontor sebagai lembaga pendidikan yang mampu bertahan, berkembang, dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Menurut dia, peran Gontor tidak terbatas pada pendidikan agama. Sistem yang diterapkan juga diarahkan untuk membentuk karakter, kemandirian, kepemimpinan, serta kemampuan intelektual para santri.
“Seratus tahun bukan sekadar angka. Ini adalah perjalanan panjang yang menunjukkan bagaimana sebuah lembaga pendidikan mampu bertahan, berkembang, beradaptasi, sekaligus terus memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa,” ujar Khofifah seperti dikutip pada rilisnya, Minggu, 20/9/2026. dilansir dari kilasjatim.com
Khofifah menilai model pendidikan Gontor masih relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Gontor memadukan pendidikan agama dan pengetahuan umum, sekaligus membekali santri dengan penguasaan bahasa Arab dan Inggris, kedisiplinan, serta pembentukan kepribadian.
Menurutnya, tantangan pendidikan kini semakin kompleks. Perkembangan teknologi digital, kecerdasan artifisial (AI), perubahan kebutuhan dunia kerja, hingga persoalan sosial yang dihadapi generasi muda menuntut sistem pendidikan yang mampu mengikuti perubahan tanpa kehilangan nilai dasar.
“Ke depan, pendidikan membutuhkan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan tanpa kehilangan jati diri,” katanya.
Pesantren Didorong Siapkan Generasi Berkompetensi Global
Khofifah berharap perjalanan dan pengalaman Gontor dapat menjadi inspirasi bagi penguatan ekosistem pesantren di Jawa Timur.
Menurutnya, pesantren perlu terus berkembang agar mampu melahirkan generasi yang memiliki kompetensi global, namun tetap berakar pada nilai keagamaan, kebangsaan, dan budaya.
Dengan perpaduan tersebut, pendidikan pesantren diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter dan daya adaptasi dalam menghadapi perubahan.
Prabowo Soroti Panca Jiwa Gontor
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi terhadap Gontor yang selama satu abad telah melahirkan banyak tokoh sekaligus menjadi inspirasi bagi perkembangan lembaga pendidikan modern.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyoroti Panca Jiwa Gontor yang mencakup keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan.
Menurut Prabowo, nilai-nilai tersebut dapat menjadi dorongan bagi generasi muda untuk bersungguh-sungguh dalam belajar dan membangun Indonesia.
“Saya kira ini harus mendorong dan memicu suatu kehendak. Kehendak untuk belajar sungguh-sungguh, kehendak untuk membangun bangsa Indonesia yang kuat,” ujar Prabowo.
Pesan tersebut menempatkan pendidikan bukan hanya sebagai proses memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang memiliki kemauan untuk berkontribusi bagi bangsa.
Fakultas Kedokteran Jadi Legacy Satu Abad Gontor
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal mengatakan, peringatan satu abad bukan sekadar perayaan usia lembaga, melainkan momentum untuk mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan panjang Gontor.
Rangkaian peringatan ditandai dengan penyerahan buku Gontor untuk Indonesia dan Mushaf Al Quran cetakan Gontor.
Momentum satu abad tersebut juga menjadi penanda lahirnya legacy baru Gontor melalui peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam (Unida) Gontor. Peresmian itu ditandatangani langsung oleh Presiden Prabowo.
Kehadiran Fakultas Kedokteran menjadi bagian dari langkah Gontor untuk terus memperluas kontribusinya di bidang pendidikan. Setelah melewati perjalanan selama satu abad, lembaga tersebut kini memasuki babak baru dengan memperluas bidang keilmuan yang dikembangkan.
Peringatan 100 tahun Gontor pun menjadi refleksi sekaligus penanda bahwa pendidikan pesantren dapat terus tumbuh mengikuti perkembangan zaman, sembari mempertahankan nilai dan identitas yang menjadi fondasinya.

