SUARAPESANTREN.COM | Lembaga pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT) Nurul Iman Depok, Jawa Barat, kini resmi berganti nama menjadi Nurul Iman Al-Azhary pada Selasa (18/2/2025). Perubahan ini semakin memperkuat hubungan antara sekolah Nurul Iman dan salah satu institusi pendidikan Islam tertua di dunia, Al-Azhar Mesir. Peresmian ini juga dihadiri oleh Syaikh Ahmad Abdul Azhim, Wakil Rektor Ma’had Al-Azhar Mesir, sebagai bentuk nyata dari kerja sama antara kedua lembaga.
Dalam acara Soft Launching Nurul Iman Al-Azhary, Ketua Yayasan Pengembangan Insani, Rohim Tarmizi, MPd, menyampaikan bahwa sekolah akan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mendukung implementasi kurikulum Al-Azhar. “Kurikulum Al-Azhar Mesir akan diberlakukan pada bulan Juli 2025 untuk pelajar kelas 1 dan kelas 7,” ujarnya, seperti dikutip dari Gontornews.com.
Materi yang diajarkan mencakup mata pelajaran agama Islam dan Bahasa Arab, yang diadopsi secara penuh dari kurikulum Al-Azhar. Target yang ingin dicapai dalam enam tahun pendidikan dasar adalah agar siswa mampu menghafal 18 juz Al-Qur’an (dari Surat An-Nas hingga Surat Yusuf), fasih berbahasa Arab, memahami ilmu agama dasar secara praktis, serta memiliki karakter Islami dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, untuk jenjang marhalah i’dadiyah atau setara dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP), setelah menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun, siswa diharapkan mampu menghafal 25 juz Al-Qur’an. Rinciannya adalah 7 juz hafalan baru (dari QS Hud hingga QS An-Nisaa ayat 23) serta murajaah 18 juz hafalan lama dari tingkat ibtidaiyah. Selain itu, siswa juga ditargetkan mahir berbahasa Arab dan memiliki kemampuan untuk menelaah kitab klasik (turats) dengan penguasaan yang lebih mendalam terhadap mata pelajaran agama dan Bahasa Arab.
Guna melancarkan target kemampuan berbahasa Arab siswa, Nurul Iman Al-Azhary pun akan membekali keterampilan Bahasa Arab praktis dalam waktu singkat. Tepatnya tiga sampai enam bulan pada tahun pertama atau semester pertama kelas tujuh. Selain itu, siswa nantinya juga akan diajar dengan pengajar alumni Al-Azhar Mesir. “Harapannya siswa bisa masuk Sekolah Menengah Atas (SMA) Al-Azhar Mesir tanpa tes,” tutup Rohim.
Sebagaimana diketahui Al-Azhar Mesir telah berdiri sejak tahun 970 Masehi dan telah memiliki kurikulum Bahasa Arab yang mutakhir, kurikulum al-Qur’an yang logis dan terukur, kurikulum pengetahuan agama yang kemprehensif dan integratif (pembahasan ilmu agama dasar pokok tuntas), serta kurikulum yang membentuk pola pikir dan ilmu.
Al-Azhar Mesir juga merupakan benteng Bahasa Arab, bentengnya agama Islam, dan yang menjaga agama Islam dengan Bahasa Arab dari dibentuknya sampai sekarang. Selain itu, ia juga merupakan instasi agama yang mendapat penerimaan yang baik dari seluruh dunia.[]

